RI Kembali Desak Hentikan Kekerasan di Suriah
Jumat, 10/02/2012 21:03 WIB
Jakarta
Kekerasan harus dihentikan. Korban masyarakat sipil harus dihindari dan proses politik sebagai solusi damai yang mencerminkan aspirasi rakyat Suriah harus digulirkan, demikian Menlu RI Dr. R.M. Marty M. Natalegawa di Pejambon melalui Direktur Informasi dan Media P.L.E. Priatna petang ini (10/02/2012).
Posisi dasar Indonesia tersebut telah disampaikan oleh Menlu saat melakukan komunikasi dengan Menlu Turki Ahmet Davutoglu hari ini beberapa saat sebelumnya.
Komunikasi ini merupakan bagian dari upaya untuk menggalang kepedulian masyarakat internasional dan untuk memupuk kembali kesatuan pandangan dan sikap masyarakat internasional terhadap perkembangan di Suriah, khususnya yang mengedepankan perlu dihentikannya aksi kekerasan.
Dalam pembicaraan dengan Menlu Turki, kedua pihak menggarisbawahi pentingnya kedua negara sebagai sesama negara demokrasi dan negara berpenduduk Islam besar, dapat berperan penting dalam menyikapi perkembangan di Suriah.
Kedua Menlu juga membahas berbagai opsi untuk menyatukan pandangan dan sikap masyarakat internasional untuk menghentikan kekerasan di Suriah termasuk kemungkinan penyelenggaraan konferensi Internasional.
Kami menekankan agar penggelaran suatu konferensi internasional untuk mencapai hal termaksud perlu bersifat inklusif dan menampilkan kesatuan pandangan masyarakat internasional," tegas Menlu.
Sebagaimana diketahui, DK PBB telah gagal mengesahkan rancangan resolusi mengenai Suriah (4/2/2012) dan aksi kekerasan serta jatuhnya korban sipil terus meningkat di Suriah.
Memperhatikan hal itu, Menlu RI kembali mendesak dihentikannya tindak kekerasan kepada rakyat sipil dan mendorong digulirkannya proses politik di Suriah.
Indonesia selama ini menekankan perlu segera dihentikan aksi kekerasan serta mendorong proses politik, sehingga aspirasi rakyat Suriah dapat dihormati," ujar Menlu menegaskan kembali sikap Indonesia sebagaimana sebelumnya telah disampaikan oleh Presiden.
Atas instruksi Presiden, sebagai wujud keprihatinan pemerintah Indonesia terhadap tindak kekerasan dan jatuhnya korban di Suriah, sejak November 2011 pemerintah Indonesia telah memanggil Dubes RI di Damaskus, Suriah, kembali ke Indonesia untuk konsultasi.
Sikap Indonesia ini juga telah disampaikan Menlu saat bertemu dengan Sekjen PBB di Markas Besar PBB di New York pada saat kunjungan Menlu pada 6 Februari 2012.
(es/es)
Posisi dasar Indonesia tersebut telah disampaikan oleh Menlu saat melakukan komunikasi dengan Menlu Turki Ahmet Davutoglu hari ini beberapa saat sebelumnya.
Komunikasi ini merupakan bagian dari upaya untuk menggalang kepedulian masyarakat internasional dan untuk memupuk kembali kesatuan pandangan dan sikap masyarakat internasional terhadap perkembangan di Suriah, khususnya yang mengedepankan perlu dihentikannya aksi kekerasan.
Dalam pembicaraan dengan Menlu Turki, kedua pihak menggarisbawahi pentingnya kedua negara sebagai sesama negara demokrasi dan negara berpenduduk Islam besar, dapat berperan penting dalam menyikapi perkembangan di Suriah.
Kedua Menlu juga membahas berbagai opsi untuk menyatukan pandangan dan sikap masyarakat internasional untuk menghentikan kekerasan di Suriah termasuk kemungkinan penyelenggaraan konferensi Internasional.
Kami menekankan agar penggelaran suatu konferensi internasional untuk mencapai hal termaksud perlu bersifat inklusif dan menampilkan kesatuan pandangan masyarakat internasional," tegas Menlu.
Sebagaimana diketahui, DK PBB telah gagal mengesahkan rancangan resolusi mengenai Suriah (4/2/2012) dan aksi kekerasan serta jatuhnya korban sipil terus meningkat di Suriah.
Memperhatikan hal itu, Menlu RI kembali mendesak dihentikannya tindak kekerasan kepada rakyat sipil dan mendorong digulirkannya proses politik di Suriah.
Indonesia selama ini menekankan perlu segera dihentikan aksi kekerasan serta mendorong proses politik, sehingga aspirasi rakyat Suriah dapat dihormati," ujar Menlu menegaskan kembali sikap Indonesia sebagaimana sebelumnya telah disampaikan oleh Presiden.
Atas instruksi Presiden, sebagai wujud keprihatinan pemerintah Indonesia terhadap tindak kekerasan dan jatuhnya korban di Suriah, sejak November 2011 pemerintah Indonesia telah memanggil Dubes RI di Damaskus, Suriah, kembali ke Indonesia untuk konsultasi.
Sikap Indonesia ini juga telah disampaikan Menlu saat bertemu dengan Sekjen PBB di Markas Besar PBB di New York pada saat kunjungan Menlu pada 6 Februari 2012.
(es/es)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Minggu, 27/05/2012 14:58 WIB
Eksekutor Penembak Kamerawan TVRI Ditetapkan Sebagai DPO
-
Minggu, 27/05/2012 14:56 WIB
3 Tewas dan 3 Kritis Dalam Pesta Miras Oplosan di Indramayu
-
Minggu, 27/05/2012 14:54 WIB
Jual Beli Mobil Hasil Curian Digagalkan, 4 Senpi Disita
-
Minggu, 27/05/2012 14:43 WIB
4 Orang Ditangkap karena Mencuri 1,4 Ton Sawit di PT GGP Lampung
-
Minggu, 27/05/2012 14:35 WIB
Gagal Curi Motor Kamerawan TVRI, Hendra Beraksi di Karawang
-
Minggu, 27/05/2012 14:26 WIB
Survei LSI, Foke dan Jokowi Masih Cagub Terkuat
-
Minggu, 27/05/2012 12:45 WIB
Kisah Hasidah di Pulau Terluar Indonesia, 1 Rumah 2 Negara
-
Minggu, 27/05/2012 13:23 WIB
Komisi III DPR: Konser Lady Gaga Batal Terganjal Persyaratan
-
Minggu, 27/05/2012 13:40 WIB
Corby Diusulkan Jadi Duta Anti Narkoba
-
644 Komentar
-
288 Komentar
-
255 Komentar
-
224 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 575.000
- Rp 901.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
