Ilmuwan Jepang Ciptakan Robot 'Avatar'
Jumat, 10/02/2012 18:49 WIB
Tokyo
Para ilmuwan Jepang telah menciptakan robot yang bisa meniru gerakan-gerakan manusia pengendalinya. Teknologi ini membuat blockbuster Hollywood "Avatar" kian dekat menjadi kenyataan.
Dengan menggunakan peralatan khusus TELESAR V, para pengguna memungkinkan mereka untuk tidak hanya memerintahkan tindakan ke mesin robot dari jarak jauh, namun juga untuk melihat, mendengar dan merasakan hal yang sama seperti yang dirasakan mesin robot.
"Saat saya memakai perangkat itu dan menggerakkan tubuh saya, saya melihat tangan-tangan saya telah berubah menjadi tangan robot. Ketika saya menggerakkan kepala saya, saya mendapatkan pandangan yang berbeda dengan yang saya miliki sebelumnya," ujar periset Sho Kamuro.
"Ini pengalaman aneh yang membuat Anda berpikir apakah Anda benar-benar telah menjadi robot," tuturnya seperti diberitakan AFP, Jumat (10/2/2012).
Menurut Profesor Susumu Tachi, ahli rancang dan realitas virtual di Graduate School of Media Design, Universitas Keio, sistem yang melekat pada tutup kepala, rompi, dan sarung tangan operator atau pengguna, mengirimkan instruksi rinci ke robot, yang kemudian meniru setiap gerakan pengguna.
Pada saat yang sama, sensor penunjuk arah android tersebut menyampaikan aliran informasi yang diubah menjadi sensasi bagi penggunanya.
Sarung tangan polyester yang digunakan operator terhubung dengan semikonduktor dan mesin-mesin kecil yang memungkinkan pengguna "merasakan" apa yang disentuh tangan-tangan mekanik: apakah itu permukaan yang halus, tonjolan ataupun panas dan dingin.
"Mata" robot sebenarnya adalah kamera yang dapat menangkap gambar dan hasilnya akan muncul di layar video kecil di depan mata pengguna. Ini memungkinkan pengguna untuk melihat dalam bentuk tiga dimensi.
Kemudian mikrofon pada robot berfungsi untuk mengambil suara, sementara speaker memungkinkan pengguna untuk membuat suaranya terdengar oleh mereka yang berada dekat robot.
TELESAR -- TELexistence Surrogate Anthropomorphic Robot -- ini masih jauh dari kreasi futuristik "Avatar" karya James Cameron, di mana tentara AS dapat mengontrol dari jarak jauh tubuh-tubuh rekayasa genetika dari ras asing yang ingin mereka taklukkan.
Namun dikatakan Tachi, teknologi ini bisa diaplikasikan secara langsung, misalnya untuk bekerja di lingkungan berisiko tinggi, contohnya di PLTN Fukushima, Jepang yang mengalami krisis nuklir.
"Saya pikir riset dan pengembangan lebih jauh bisa memungkinkan robot ini masuk ke daerah-daerah yang terlalu berbahaya bagi manusia dan melakukan pekerjaan yang membutuhkan keahlian manusia," tandasnya.
(ita/nrl)
Dengan menggunakan peralatan khusus TELESAR V, para pengguna memungkinkan mereka untuk tidak hanya memerintahkan tindakan ke mesin robot dari jarak jauh, namun juga untuk melihat, mendengar dan merasakan hal yang sama seperti yang dirasakan mesin robot.
"Saat saya memakai perangkat itu dan menggerakkan tubuh saya, saya melihat tangan-tangan saya telah berubah menjadi tangan robot. Ketika saya menggerakkan kepala saya, saya mendapatkan pandangan yang berbeda dengan yang saya miliki sebelumnya," ujar periset Sho Kamuro.
"Ini pengalaman aneh yang membuat Anda berpikir apakah Anda benar-benar telah menjadi robot," tuturnya seperti diberitakan AFP, Jumat (10/2/2012).
Menurut Profesor Susumu Tachi, ahli rancang dan realitas virtual di Graduate School of Media Design, Universitas Keio, sistem yang melekat pada tutup kepala, rompi, dan sarung tangan operator atau pengguna, mengirimkan instruksi rinci ke robot, yang kemudian meniru setiap gerakan pengguna.
Pada saat yang sama, sensor penunjuk arah android tersebut menyampaikan aliran informasi yang diubah menjadi sensasi bagi penggunanya.
Sarung tangan polyester yang digunakan operator terhubung dengan semikonduktor dan mesin-mesin kecil yang memungkinkan pengguna "merasakan" apa yang disentuh tangan-tangan mekanik: apakah itu permukaan yang halus, tonjolan ataupun panas dan dingin.
"Mata" robot sebenarnya adalah kamera yang dapat menangkap gambar dan hasilnya akan muncul di layar video kecil di depan mata pengguna. Ini memungkinkan pengguna untuk melihat dalam bentuk tiga dimensi.
Kemudian mikrofon pada robot berfungsi untuk mengambil suara, sementara speaker memungkinkan pengguna untuk membuat suaranya terdengar oleh mereka yang berada dekat robot.
TELESAR -- TELexistence Surrogate Anthropomorphic Robot -- ini masih jauh dari kreasi futuristik "Avatar" karya James Cameron, di mana tentara AS dapat mengontrol dari jarak jauh tubuh-tubuh rekayasa genetika dari ras asing yang ingin mereka taklukkan.
Namun dikatakan Tachi, teknologi ini bisa diaplikasikan secara langsung, misalnya untuk bekerja di lingkungan berisiko tinggi, contohnya di PLTN Fukushima, Jepang yang mengalami krisis nuklir.
"Saya pikir riset dan pengembangan lebih jauh bisa memungkinkan robot ini masuk ke daerah-daerah yang terlalu berbahaya bagi manusia dan melakukan pekerjaan yang membutuhkan keahlian manusia," tandasnya.
(ita/nrl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Sabtu, 26/05/2012 17:28 WIB
Media Iran Serukan Hentikan Negosiasi Nuklir dengan Barat
-
Sabtu, 26/05/2012 17:09 WIB
Banjir Renggut 50 Nyawa di Afghanistan, 59.000 Orang Kehilangan Rumah
-
Sabtu, 26/05/2012 16:47 WIB
Michelle Obama Ingin Menjadi Beyonce!
-
Sabtu, 26/05/2012 14:43 WIB
Duh! Kondisi Kemanusiaan di Suriah Kian Memburuk
-
Sabtu, 26/05/2012 14:16 WIB
110 Orang Tewas dalam Serangan Pasukan Suriah
-
Minggu, 27/05/2012 14:26 WIB
Survei LSI, Foke dan Jokowi Masih Cagub Terkuat
-
Minggu, 27/05/2012 12:45 WIB
Kisah Hasidah di Pulau Terluar Indonesia, 1 Rumah 2 Negara
-
Minggu, 27/05/2012 13:23 WIB
Komisi III DPR: Konser Lady Gaga Batal Terganjal Persyaratan
-
Minggu, 27/05/2012 13:40 WIB
Corby Diusulkan Jadi Duta Anti Narkoba
-
644 Komentar
-
288 Komentar
-
255 Komentar
-
224 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 575.000
- Rp 901.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
