Jual Komponen Bom ke Iran, 4 WN Singapura Diekstradisi ke AS
Jumat, 10/02/2012 18:17 WIB
Ilustrasi
Singapura
Empat warga negara Singapura diekstradisi ke Amerika Serikat (AS) karena mengekspor komponen bom rakitan secara ilegal ke Iran. Keempatnya didakwa menjual komponen-komponen radio buatan AS yang kemudian digunakan untuk keperluan merakit bom-bom di Irak.
Keputusan ekstradisi tersebut dikeluarkan oleh pengadilan Singapura hari ini. Demikian seperti dilansir oleh Reuters, Jumat (10/2/2012).
Tiga pria dan seorang wanita berkebangsaan Singapura tersebut diduga terlibat dalam konspirasi penjualan ribuan modul frekuensi radio secara ilegal dari AS ke Iran. Sedikitnya, 16 modul yang mereka jual ditemukan terpasang pada sejumlah bom yang meledak di Irak sepanjang Mei 2008 hingga Juli 2010.
Keempatnya diketahui melanggar Undang-Undang pengendalian ekspor AS dengan membeli transmiter tersebut dari sebuah perusahaan di Minnesota, AS. Mereka kemudian mengirimkannya dengan kapal ke Iran, namun melalui wilayah Asia Tenggara.
Tidak disebutkan secara jelas identitas keempat orang tersebut, namun diketahui mereka merupakan pegawai sebuah perusahaan elektronik di Singapura. Mereka ditangkap oleh Kepolisian setempat pada Oktober 2011 lalu. Penangkapan tersebut dilakukan atas permintaan pemerintah AS.
Terhadap keputusan ekstradisi ini, pihak pemerintah AS mengapresiasinya.
"Kami mengapresiasi kerjasama yang baik dari para penegak hukum di Singapura dan juga Kantor Kejaksaan Agung Singapura dalam hal ini," ujar Dubes AS untuk Singapura, David Adelman dalam pernyataannya.
Menurut pejabat AS lainnya, transmiter tersebut jika digunakan dengan antena khusus, bisa mengirimkan sinyal hingga sejauh 40 mil. Hal ini memungkinkan seseorang untuk meledakkan bom dari jarak jauh.
(nvc/ita)
Keputusan ekstradisi tersebut dikeluarkan oleh pengadilan Singapura hari ini. Demikian seperti dilansir oleh Reuters, Jumat (10/2/2012).
Tiga pria dan seorang wanita berkebangsaan Singapura tersebut diduga terlibat dalam konspirasi penjualan ribuan modul frekuensi radio secara ilegal dari AS ke Iran. Sedikitnya, 16 modul yang mereka jual ditemukan terpasang pada sejumlah bom yang meledak di Irak sepanjang Mei 2008 hingga Juli 2010.
Keempatnya diketahui melanggar Undang-Undang pengendalian ekspor AS dengan membeli transmiter tersebut dari sebuah perusahaan di Minnesota, AS. Mereka kemudian mengirimkannya dengan kapal ke Iran, namun melalui wilayah Asia Tenggara.
Tidak disebutkan secara jelas identitas keempat orang tersebut, namun diketahui mereka merupakan pegawai sebuah perusahaan elektronik di Singapura. Mereka ditangkap oleh Kepolisian setempat pada Oktober 2011 lalu. Penangkapan tersebut dilakukan atas permintaan pemerintah AS.
Terhadap keputusan ekstradisi ini, pihak pemerintah AS mengapresiasinya.
"Kami mengapresiasi kerjasama yang baik dari para penegak hukum di Singapura dan juga Kantor Kejaksaan Agung Singapura dalam hal ini," ujar Dubes AS untuk Singapura, David Adelman dalam pernyataannya.
Menurut pejabat AS lainnya, transmiter tersebut jika digunakan dengan antena khusus, bisa mengirimkan sinyal hingga sejauh 40 mil. Hal ini memungkinkan seseorang untuk meledakkan bom dari jarak jauh.
(nvc/ita)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Sabtu, 26/05/2012 17:28 WIB
Media Iran Serukan Hentikan Negosiasi Nuklir dengan Barat
-
Sabtu, 26/05/2012 17:09 WIB
Banjir Renggut 50 Nyawa di Afghanistan, 59.000 Orang Kehilangan Rumah
-
Sabtu, 26/05/2012 16:47 WIB
Michelle Obama Ingin Menjadi Beyonce!
-
Sabtu, 26/05/2012 14:43 WIB
Duh! Kondisi Kemanusiaan di Suriah Kian Memburuk
-
Sabtu, 26/05/2012 14:16 WIB
110 Orang Tewas dalam Serangan Pasukan Suriah
-
Minggu, 27/05/2012 14:26 WIB
Survei LSI, Foke dan Jokowi Masih Cagub Terkuat
-
Minggu, 27/05/2012 12:45 WIB
Kisah Hasidah di Pulau Terluar Indonesia, 1 Rumah 2 Negara
-
Minggu, 27/05/2012 13:23 WIB
Komisi III DPR: Konser Lady Gaga Batal Terganjal Persyaratan
-
Minggu, 27/05/2012 13:40 WIB
Corby Diusulkan Jadi Duta Anti Narkoba
-
644 Komentar
-
288 Komentar
-
255 Komentar
-
224 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 575.000
- Rp 901.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
