Detik.com News
Detik.com

Jumat, 10/02/2012 15:29 WIB

LBH Kecam Anugerah Doktor HC Undip pada Mantan Waka BIN

Andi Saputra - detikNews
LBH Kecam Anugerah Doktor HC Undip pada Mantan Waka BIN Demo Kamisan meminta penegakkan HAM (ari saputra/detikcom)
Jakarta - LBH Semarang mengecam Universitas Diponegoro (Undip) Semarang yang memberikan gelar Doktor Honoris Causa kepada mantan Wakil Kepala Badan Intelijen Negara (Waka BIN) Asad Said Ali. Sebab, LBH meyakini As`ad mengetahui skenario pembunuhan aktivis HAM Munir 2004 silam.

"Kami menolak dengan tegas pemberian doktor kehormatan ini," kata Direktur LBH Semarang Erwin Dwi Kristianto dalam siaran pers, Jumat (10/2/2012).

Penolakan di atas disebabkan As'ad diduga terserat kasus pembunuhan Munir pada 2004 silam. Dalam proses persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Dirut Garuda Indonesia Indra Setiawan menyatakan penugasan pilot Pollycarpus atas dasar surat tugas yang ditandatangani oleh Asad.

"Komitmen kampus dalam penuntasan pelanggaran HAM diragukan dengan pemberian gelar kepada Asad Said Ali," ujar Erwin.

Pemberian gelar doktor kehormatan ini seakan menjadi preseden buruk bagi tumbuhnya demokrasi. "Apalagi diberikan oleh fakultas yang terkenal dengan hukum progresifnya seperti melahirkan begawan hukum Prof Satjipto Rahardjo. Tapi sekarang malah sebaliknya," beber Erwin.

As`ad adalah sipil pertama yang masuk ring satu BIN. Saat ini, dia menjadi wakil ketua umum PB NU bersama Slamet Effendi Yusuf.

Doktor kehormatan ini akan diberikan besok Sabtu (11/2) di Gedung Prof Sudarto, Kampus Undip Tembalang. Asad akan menyampaikan pidato bertajuk 'Tinjauan Yuridis terhadap Sarana Hukum sebagai Pengaman Ideologi dan Dasar Negara'.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(asp/nrl)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Jumat, 17/04/2015 20:40 WIB
    Wawancara
    Luhut Panjaitan: Persiapan KAA Super Singkat
    Luhut Panjaitan: Persiapan KAA Super Singkat Kepala Staf Kepresidenan Jenderal (Purn) Luhut Binsar Panjaitan ditunjuk sebagai penanggung jawab peringatan 60 tahun KAA. Hanya tersedia waktu kurang lebih 6 minggu bagi panitia untuk mengadakan persiapan.
ProKontra Index »

Jokowi Presiden Pilihan Rakyat, Bukan Presiden Partai!

Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri mengungkap hukum demokrasilah yang mengatur presiden dan wapres ikut garis politik partai. Namun pengamat politik Universitas Paramadina Hendri Satrio membantah pernyataan Mega, karena presiden adalah pilihan rakyat, bukan presiden partai. Bila Anda setuju dengan pendapat Hendri Satrio, pilih Pro!
Pro
94%
Kontra
6%