detikcom

Nulis di Jurnal Ilmiah untuk Lulus S1, UGM Khawatir Penjiplakan Kian Marak

Bagus Kurniawan - detikNews
Jumat, 10/02/2012 15:01 WIB
Yogyakarta Surat Edaran Dirjen Dikti Kemendiknas mengenai syarat lulus S1 harus menulis di jurnal ilmiah, memang bagus. Namun implementasi kebijakan itu bisa berimplikasi buruk, yakni penjiplakan kian marak.

"Yang kami khawatirkan, penyalahgunaan atau penjiplakan," kata Wakil Rektor Bidang Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian Masyakarat UGM Prof Dr Retno Sunarminingsih kepada detikcom di Kampus UGM, Bulaksumur, Yogyakarta, Jumat (10/2/2012).

Retno berpendapat syarat menulis di jurnal ilmiah harus disiapkan sejak lama. Tidak bisa langsung diputuskan kemudian dilaksanakan. Jadi memang harus ada kajian lebih jauh terlebih dulu.

"Perlu ada tim pengawas atau pengontrol, hasil karya tertentu layak atau tidak, menjiplak atau tidak, dan lain-lain," katanya.

Retno menceritakan saat dirinya menempuh studi di Amerika, judul tesis dan disertasinya disebar ke Amerika dan Eropa. Setelah dipastikan tidak ada mahasiswa lain yang mengambil tema itu, tesis dan disertasi tersebut disetujui. Di Indonesia, hal-hal semacam itu diyakini belum bisa dilakukan, karena datanya tidak lengkap.

"Kalau ada program komputer, kemungkinan hanya 30 persen jurnal atau judul yang terdeteksi. Lebih banyak yang belum diinput," jelasnya.

Guru Besar Bidang Farmasi ini menambahkan, standar jurnal dan etika penulisan juga harus diperjelas. Pasalnya, hal itu berkaitan dengan rating publikasi ilmiah dan HAKI. Jika tidak dibakukan, maka bukan kualitas yang didapatkan melainkan tumpukan jurnal belaka.

(try/nrl)

Share:


Komentar (0 Komentar)

    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    Lapsus Index »
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel