Kisah Atapers Kereta Ekonomi yang Insaf
Jumat, 10/02/2012 14:48 WIB
ilustrasi
Jakarta
Iwan (bukan nama sebenarnya), biasa duduk di atap KRL ekonomi Bogor-Jakarta tanpa rasa takut. Itu dilakukan saat uang di kantongnya pas-pasan dan gerbong penuh sesak. Tapi itu dulu, setahun lalu. Kini dia sudah insaf.
"Saya sekarang sudah insyaf," ujar Iwan kepada detikcom, Jumat (10/2/2012). Iwan kini tak lagi naik atap KRL ekonomi - atau yang biasa disebut atapers - karena keuangannya sudah mapan. Alasan lainnya karena dia pernah ikut acara pertemuan sesama pengguna KRL.
"Di acara itu, saya diberitahu bahayanya berada di atap KRL," kata Iwan.
Sebenarnya, lanjut Iwan, berada di atap KRL tidak bahaya jika penumpang duduk. Korban baru jatuh bila atapers nekat berdiri di atap.
"Yang gosong karena pecicilan, nggak bisa diem," tutur Iwan yang kini pelanggan commuter line bertarif Rp 6.000 ini.
Iwan menceritakan, dia dulu berani naik KRL di atap karena diajak tetangganya. "Habis mau naik di dalam KRL ekonomi penuh banget, sesak, nggak bisa nafas," cerita Iwan yang biasa naik KRL dari Cilebut, Bogor ini.
Iwan mengerti posisi atapers yang terus dimaki-maki masyarakat. Namun PT KAI juga harus beraksi juga dengan membuat gebrakan baru.
"Kalau mengusir atapers tapi nggak ada gebrakan baru mana mungkin bisa teratasi," ucap dia.
(nik/nrl)
"Saya sekarang sudah insyaf," ujar Iwan kepada detikcom, Jumat (10/2/2012). Iwan kini tak lagi naik atap KRL ekonomi - atau yang biasa disebut atapers - karena keuangannya sudah mapan. Alasan lainnya karena dia pernah ikut acara pertemuan sesama pengguna KRL.
"Di acara itu, saya diberitahu bahayanya berada di atap KRL," kata Iwan.
Sebenarnya, lanjut Iwan, berada di atap KRL tidak bahaya jika penumpang duduk. Korban baru jatuh bila atapers nekat berdiri di atap.
"Yang gosong karena pecicilan, nggak bisa diem," tutur Iwan yang kini pelanggan commuter line bertarif Rp 6.000 ini.
Iwan menceritakan, dia dulu berani naik KRL di atap karena diajak tetangganya. "Habis mau naik di dalam KRL ekonomi penuh banget, sesak, nggak bisa nafas," cerita Iwan yang biasa naik KRL dari Cilebut, Bogor ini.
Iwan mengerti posisi atapers yang terus dimaki-maki masyarakat. Namun PT KAI juga harus beraksi juga dengan membuat gebrakan baru.
"Kalau mengusir atapers tapi nggak ada gebrakan baru mana mungkin bisa teratasi," ucap dia.
(nik/nrl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Minggu, 27/05/2012 14:54 WIB
Jual Beli Mobil Hasil Curian Digagalkan, 4 Senpi Disita
-
Minggu, 27/05/2012 14:43 WIB
4 Orang Ditangkap karena Mencuri 1,4 Ton Sawit di PT GGP Lampung
-
Minggu, 27/05/2012 14:35 WIB
Gagal Curi Motor Kamerawan TVRI, Hendra Beraksi di Karawang
-
Minggu, 27/05/2012 14:26 WIB
Survei LSI, Foke dan Jokowi Masih Cagub Terkuat
-
Minggu, 27/05/2012 14:23 WIB
PKB Belum Siapkan Capres 2014, Tunggu Pileg
-
Minggu, 27/05/2012 12:45 WIB
Kisah Hasidah di Pulau Terluar Indonesia, 1 Rumah 2 Negara
-
Minggu, 27/05/2012 13:23 WIB
Komisi III DPR: Konser Lady Gaga Batal Terganjal Persyaratan
-
Minggu, 27/05/2012 13:40 WIB
Corby Diusulkan Jadi Duta Anti Narkoba
-
Minggu, 27/05/2012 14:26 WIB
Survei LSI, Foke dan Jokowi Masih Cagub Terkuat
-
630 Komentar
-
288 Komentar
-
254 Komentar
-
224 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 2,847.000
- Rp 901.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
