DPR Endus Konflik Lahan di Riau Ditunggangi Kepentingan Asing
Jumat, 10/02/2012 14:32 WIB
Pekanbaru
DPR RI mengendus adanya kepentingan asing dalam konflik lahan di Pulau Padang, Kabupaten Meranti, Riau. Isu lingkungan sengaja dikedepankan untuk menghancurkan produk kertas dan pulp di Indonesia di mata internasional. Kepentingan itu termanifestasikan dalam gerakan LSM.
"Bisa saja, konflik sengketa lahan di Pulau Padang antara sekelompok warga dengan PT Riaupulp ada permainan LSM. LSM ini kita duga memiliki kepentingan untuk merusak pasaran pulp Indonesia dimata dunia internasional," kata Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Firman Subagyo, yang juga Ketua tim penyelesaikan konflik Pulau Padang, dalam perbincangan dengan detikcom, Jumat (10/2/2012).
Firman menyebut, LSM tersebut turut menunggangi warga untuk tetap terus melakukan perlawanan agar izin konsesi Hutan Tanaman Industri PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) dicabut Kemenhut.
"Tujuan dari bentuk perlawanan ini tidak lain, untuk merusak harga pasaran produk kertas Indonesia. Karena selama ini, dunia internasional khawatir atas produk pulp dan kertas Indonesia yang kwalitas bagus dan harga yang relatif lebih bersaing," kata Firman yang belum lama ini melakukan kunjungan kerja ke Riau dalam penyelesaian konflik lahan di Pulau Padang.
Dijelaskan Firman, persaingan dagang internasional itulah yang membuat konflik lahan seolah tiada ujung. Isu-isu liar, seperti pembukaan HTI akan menengggelamkan Padang atau pulp Indonesia berasal dari tanah sengketa, bermunculan.
"Kita sudah ingatkan Kemenhut untuk tetap waspada menyikapi berbagai konflik lahan di tanah air, khususnya di Riau. Jangan hanya demi kepentingan asing, lantas investasi kita di tanah air jadi morat-marit," kata Firman.
Kepentingan asing, lanjut Firman politikus Golkar ini, jelas untuk memecah belah sesama anak bangsa dengan memakai perpanjangan tangan LSM di tanah air.
"Dalam kunjungan kerja untuk menyelesaikan konflik lahan di Pulau Padang Kabupaten Meranti, kita melihat jelas adanya pembalakan liar di kawasan itu. Dan ternyata kayu hasil jarahannya dijual ke negara tetangga. Cukong kayunya kita duga kuat orang asing yang memprovokasi warga untuk menolak izin RAPP di sana. Sebab, kalau izin HTI beroperasi, jelas mereka tidak bisa lagi mengambil kayu di tanah yang statusnya milik negara," kata Firman.
(cha/try)
"Bisa saja, konflik sengketa lahan di Pulau Padang antara sekelompok warga dengan PT Riaupulp ada permainan LSM. LSM ini kita duga memiliki kepentingan untuk merusak pasaran pulp Indonesia dimata dunia internasional," kata Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Firman Subagyo, yang juga Ketua tim penyelesaikan konflik Pulau Padang, dalam perbincangan dengan detikcom, Jumat (10/2/2012).
Firman menyebut, LSM tersebut turut menunggangi warga untuk tetap terus melakukan perlawanan agar izin konsesi Hutan Tanaman Industri PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) dicabut Kemenhut.
"Tujuan dari bentuk perlawanan ini tidak lain, untuk merusak harga pasaran produk kertas Indonesia. Karena selama ini, dunia internasional khawatir atas produk pulp dan kertas Indonesia yang kwalitas bagus dan harga yang relatif lebih bersaing," kata Firman yang belum lama ini melakukan kunjungan kerja ke Riau dalam penyelesaian konflik lahan di Pulau Padang.
Dijelaskan Firman, persaingan dagang internasional itulah yang membuat konflik lahan seolah tiada ujung. Isu-isu liar, seperti pembukaan HTI akan menengggelamkan Padang atau pulp Indonesia berasal dari tanah sengketa, bermunculan.
"Kita sudah ingatkan Kemenhut untuk tetap waspada menyikapi berbagai konflik lahan di tanah air, khususnya di Riau. Jangan hanya demi kepentingan asing, lantas investasi kita di tanah air jadi morat-marit," kata Firman.
Kepentingan asing, lanjut Firman politikus Golkar ini, jelas untuk memecah belah sesama anak bangsa dengan memakai perpanjangan tangan LSM di tanah air.
"Dalam kunjungan kerja untuk menyelesaikan konflik lahan di Pulau Padang Kabupaten Meranti, kita melihat jelas adanya pembalakan liar di kawasan itu. Dan ternyata kayu hasil jarahannya dijual ke negara tetangga. Cukong kayunya kita duga kuat orang asing yang memprovokasi warga untuk menolak izin RAPP di sana. Sebab, kalau izin HTI beroperasi, jelas mereka tidak bisa lagi mengambil kayu di tanah yang statusnya milik negara," kata Firman.
(cha/try)
Baca Juga
- Ketua Tim Mediasi: Sengketa Lahan di Pulau Padang Harus Sesuai Aturan Hukum
- Pakar IPB: Tidak Benar Pembukaan HTI Tenggelamkan Pulau Padang
- Cegah Bentrok, Tapal Batas Riau-Sumut Akan Dibahas Kemendagri
- Kemenhut: Izin RAPP Tetap Berjalan, Lahan Warga Di-inklaf
- Korban Bentrok di Riau Tertembak di Kaki dan Pantat
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Minggu, 27/05/2012 14:43 WIB
4 Orang Ditangkap karena Mencuri 1,4 Ton Sawit di PT GGP Lampung
-
Minggu, 27/05/2012 14:35 WIB
Gagal Curi Motor Kamerawan TVRI, Hendra Beraksi di Karawang
-
Minggu, 27/05/2012 14:26 WIB
Survei LSI, Foke dan Jokowi Masih Cagub Terkuat
-
Minggu, 27/05/2012 14:23 WIB
PKB Belum Siapkan Capres 2014, Tunggu Pileg
-
Minggu, 27/05/2012 13:40 WIB
Corby Diusulkan Jadi Duta Anti Narkoba
-
Minggu, 27/05/2012 12:45 WIB
Kisah Hasidah di Pulau Terluar Indonesia, 1 Rumah 2 Negara
-
Minggu, 27/05/2012 13:23 WIB
Komisi III DPR: Konser Lady Gaga Batal Terganjal Persyaratan
-
Minggu, 27/05/2012 13:40 WIB
Corby Diusulkan Jadi Duta Anti Narkoba
-
Minggu, 27/05/2012 14:26 WIB
Survei LSI, Foke dan Jokowi Masih Cagub Terkuat
-
630 Komentar
-
288 Komentar
-
254 Komentar
-
224 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 2,847.000
- Rp 901.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
