detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Sabtu, 19/04/2014 01:18 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Jumat, 10/02/2012 13:40 WIB

Undip Anugerahi Eks Waka BIN As'ad Ali Gelar Doktor HC

Triono Wahyu Sudibyo - detikNews
Jakarta - Universitas Diponegoro (Undip) Semarang menganugerahi eks Wakil Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) As'ad Ali gelar Doktor Honoris Causa. As'ad dinilai memiliki integritas dan kapasitas di bidang hukum dan HAM.

Kepala Humas Undip Agus Naryoso mengatakan, seremoni pengukuhan gelar dilakukan di Gedung Prof Soedharto Tembalang, Semarang, Sabtu (11/2/2012) besok. As'ad akan menyampaikan pidato bertajuk "Tinjauan Yuridis terhadap Sarana Hukum sebagai Pengaman Ideologi dan Dasar Negara".

"Tebalnya (naskah pidato) 35 halaman," kata Agus kepada detikcom, Jumat (10/2/2012).

Agus yang juga pengajar di Jurusan Komunikasi FISIP ini menjelaskan, profil dan kinerja As'ad telah dipantau beberapa waktu. Kemudian, berdasarkan penilaian tim promotor, Wakil Ketua PBNU itu dianggap pantas mendapat gelar Honoris Causa.

"Setelah melewati serangkaian proses seleksi, kami menilai beliau pantas mendapatkannya (HC)," katanya

As'ad pensiun dari BIN pada Mei 2010. Namun sebelum itu, ia ditarik ke PBNU mengisi posisi Wakil Ketua.

Selain As'ad, sejumlah nama yang mendapat gelar serupa dalam berbagai bidang di antaranya, Baharuddin Lopa (almarhum), Ali Alatas, Yang Dipertuan Agong (Raja Malaysia), Djoko Kirmanto (Menteri PU), Burhanudin Abdullah (Gubernur BI), Sutiyoso (mantan Gubernur Jakarta), dan lain-lain.


Ratusan mahasiswa di universitas Samratulangi Manado saling serang. Belasan gedung perkuliahan hancur dan puluhan sepeda motor dibakar. Saksikan liputan lengkapnya dalam program "Reportase Malam" pukul 02.51 WIB hanya di Trans TV

(try/nrl)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
80%
Kontra
20%