Ini Cara Atapers Lawan Pintu Koboi yang Dipasang PT KAI
Jumat, 10/02/2012 11:05 WIB
Jakarta
Para atapers (penumpang atap) KRL ekonmi tidak gentar dengan aksi PT KAI yang memasang pintu koboi dari Jakarta-Bogor di Pasarminggu Baru-Kalibata untuk menghalau mereka. Mereka memiliki cara ampuh yakni menendang pintu koboi sampai tiduran di atap KRL.
"Dulu waktu pintu koboi dipasang di KRL Bogor-Jakarta, kita tiduran dan tendang-tendang. Soalnya pintu koboinya nggak terlalu tinggi karena mentok kena pantograph kalau ketinggian," ujar atapers, Agung (bukan nama sebenarnya), kepada detikcom, Jumat (10/2/2012).
Agung naik di atap KRL dari Cilebut hingga Pasarminggu . Namun kini dia sudah tidak naik hingga Pasarminggu lagi.
Agung menilai, apapun cara PT KAI menghalau atapers tidak akan efektif. Selama KRL ekonomi tidak ditambah, maka akan sia-sia tindakan PT KAI.
"Kalau mau atapers takut naik di atap, tembak di tempat. Baru bakal efektif," kata dia.
Agung beralasan, aksi PT KAI menghalau atapers melanggar HAM. Toh, para atapers membeli tiket.
"Cuma keadaan kereta saja yang bikin kayak gini. Seharusnya atapers dikasih fasilitas. Bukan malah dibikin celaka kayak gitu," ucap Agung.
Pintu koboi sebelumnya dipasang PT KAI pada awal Juni 201. Pintu koboi ini terbuat dari fiber glass dengan tebal 1 cm, panjang 1,5-2 m, dan lebar 10 cm yang ditempel pada tiang listrik. Alat ini baru dipasang di jalur kereta dari Bogor ke Jakarta.
Pemasangan dilakukan di Stasiun Pasar Minggu, Duren Kalibata dan Tebet. Nah, mulai Kamis (9/2) kemarin hingga hari ini, PT KAI memasang lagi pintu koboi dari Jakarta ke Bogor di Pasarminggu Baru-Kalibata.
Dengan alat ini, penumpang akan terkena tamparan. PT KAI mengklaim dengan alat ini, penumpang atapers berkurang hingga 45 persen.
Sementara itu, soal pemasangan sapu-sapu atap untuk menghalau atapers juga terus dipasang. PT KAI menghalau atapers bervariasi yakni antara sapu-sapu atap dengan pintu koboi.
Sebelumnya, PT KAI telah melakukan berbagai cara untuk mengusir atapers alias orang yang suka naik ke atap KRL. Misalnya saja dengan menggunakan cat semprot, anjing pelacak, ustaz dan marawis untuk merayu atapers turun dari atap kereta. Namun semuanya tak efektif mengusir atapers. Alat bola-bola beton sukses untuk menghalau atapers kereta diesel rute Cikampek-Bekasi.
(nik/nvt)
"Dulu waktu pintu koboi dipasang di KRL Bogor-Jakarta, kita tiduran dan tendang-tendang. Soalnya pintu koboinya nggak terlalu tinggi karena mentok kena pantograph kalau ketinggian," ujar atapers, Agung (bukan nama sebenarnya), kepada detikcom, Jumat (10/2/2012).
Agung naik di atap KRL dari Cilebut hingga Pasarminggu . Namun kini dia sudah tidak naik hingga Pasarminggu lagi.
Agung menilai, apapun cara PT KAI menghalau atapers tidak akan efektif. Selama KRL ekonomi tidak ditambah, maka akan sia-sia tindakan PT KAI.
"Kalau mau atapers takut naik di atap, tembak di tempat. Baru bakal efektif," kata dia.
Agung beralasan, aksi PT KAI menghalau atapers melanggar HAM. Toh, para atapers membeli tiket.
"Cuma keadaan kereta saja yang bikin kayak gini. Seharusnya atapers dikasih fasilitas. Bukan malah dibikin celaka kayak gitu," ucap Agung.
Pintu koboi sebelumnya dipasang PT KAI pada awal Juni 201. Pintu koboi ini terbuat dari fiber glass dengan tebal 1 cm, panjang 1,5-2 m, dan lebar 10 cm yang ditempel pada tiang listrik. Alat ini baru dipasang di jalur kereta dari Bogor ke Jakarta.
Pemasangan dilakukan di Stasiun Pasar Minggu, Duren Kalibata dan Tebet. Nah, mulai Kamis (9/2) kemarin hingga hari ini, PT KAI memasang lagi pintu koboi dari Jakarta ke Bogor di Pasarminggu Baru-Kalibata.
Dengan alat ini, penumpang akan terkena tamparan. PT KAI mengklaim dengan alat ini, penumpang atapers berkurang hingga 45 persen.
Sementara itu, soal pemasangan sapu-sapu atap untuk menghalau atapers juga terus dipasang. PT KAI menghalau atapers bervariasi yakni antara sapu-sapu atap dengan pintu koboi.
Sebelumnya, PT KAI telah melakukan berbagai cara untuk mengusir atapers alias orang yang suka naik ke atap KRL. Misalnya saja dengan menggunakan cat semprot, anjing pelacak, ustaz dan marawis untuk merayu atapers turun dari atap kereta. Namun semuanya tak efektif mengusir atapers. Alat bola-bola beton sukses untuk menghalau atapers kereta diesel rute Cikampek-Bekasi.
(nik/nvt)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Minggu, 27/05/2012 16:30 WIB
Survei: Mayoritas Warga DKI Tak Yakin Banjir Bisa Selesai dalam 3 Tahun
-
Minggu, 27/05/2012 16:26 WIB
Tabrak Jakmania di Dekat Halte Halimun, TransJ Diamuk Massa
-
Minggu, 27/05/2012 16:24 WIB
Pemprov Sumut Inventarisir 5 Calon Nama Bandara Kualanamu
-
Minggu, 27/05/2012 15:58 WIB
Jusuf Kalla: Soal Capres, Tunggu Saja!
-
Minggu, 27/05/2012 15:53 WIB
Merampas Motor di 21 Lokasi, Briptu Dirwanto Ditangkap di Indramayu
-
Minggu, 27/05/2012 14:26 WIB
Survei LSI, Foke dan Jokowi Masih Cagub Terkuat
-
Minggu, 27/05/2012 15:43 WIB
Jelang Pilkada DKI, Foke Minta Petuah Jusuf Kalla
-
Minggu, 27/05/2012 14:56 WIB
3 Orang Tewas & 3 Kritis Dalam Pesta Miras Oplosan di Indramayu
-
Minggu, 27/05/2012 12:45 WIB
Kisah Hasidah di Pulau Terluar Indonesia, 1 Rumah 2 Negara
-
686 Komentar
-
288 Komentar
-
255 Komentar
-
224 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 901.000
- Rp 575.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
