Ketua Tim Mediasi: Sengketa Lahan di Pulau Padang Harus Sesuai Aturan Hukum
Jumat, 10/02/2012 10:04 WIB
Aksi Jahit Mulut - (Dok. Detikcom)
Pekanbaru
Polemik lahan di Pulau Padang, Kabupaten Meranti, Riau, masih terus menuai protes. Segelintir warga tetap ngotot agar izin PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) dicabut. Solusi terbaik adalah harus ada upaya penegakan aturan dan hukum.
Demikian disampaikan anggota DPR RI Firman Subagyo ketua tim penyelesaian konflik di Pulau Padang dalam perbincangan dengan detikcom, Jumat (10/2/2012). Politikus Golkar menyatakan, penyampaian aspirasi yang dilakukan sekelompok warga sah-sah saja di alam demokrasi.
"Namun bukan berarti segala tuntutan mereka harus dikabulkan. Penyelesaian masalah Pulau Padang, harus berdiri di atas aturan perundangan dan hukum yang berlaku. Kemenhut dengan jelas menyebut izin RAPP tetap berjalan, dengan solusi tanah warga yang ada di dalam konsesi izin HTI akan dikeluarkan," kata Firman.
Wakil Ketua Komisi IV DPR ini menjelaskan, jika tuntutan sekelompok warga di Pulau Padang selalu dituruti Kemenhut, maka ini akan menjadi preseden buruk ke depan dalam iklim investasi di tanah air.
"Saya sudah bicara ke Menteri Kehutanan, kasus sengketa Pulau Padang harus disikapi dengan bijak. Jangan tuntutan segelintir warga yang memaksakan kehendaknya itu lantas dikabulkan tanpa alasan yang jelas. Kalau semua tuntutan kelompok orang dikabulkan tanpa ada proses hukum yang pasti, negara ini bisa kacau," kata Firman.
Menurut Firman, Menteri Kehutanan telah sepakat RAPP di Pulau Padang tetap berjalan sesuai dengan izin HTI yang telah diberikan. Soal sengketa lahan, tim mediasi sudah merekomendasikan, tanah warga yang berada di dalam kawasan konsesi akan diganti rugi.
"Kami mengindikasikan, kelompok warga yang terus ngotot minta cabut izin perusahaan itu ditunggangi perambah hutan di kawasan Pulau Padang. Para cukong kayu ini melibatkan pemodal asing yang menampung hasil kayu curian yang diekspor ilegal ke Malaysia," kata Firman.
Sebagaimana diketahui, sekelompok warga di Pulau Padang saat ini terus memaksa Kemenhut untuk mencabut izin HTI PT RAPP. Mereka sempat melakukan aksi jahit mulut di Jakarta. Malah saat ini, segelintir warga masih membuat kemah di sekitar Kementerian Kehutanan.
(try/nrl)
Demikian disampaikan anggota DPR RI Firman Subagyo ketua tim penyelesaian konflik di Pulau Padang dalam perbincangan dengan detikcom, Jumat (10/2/2012). Politikus Golkar menyatakan, penyampaian aspirasi yang dilakukan sekelompok warga sah-sah saja di alam demokrasi.
"Namun bukan berarti segala tuntutan mereka harus dikabulkan. Penyelesaian masalah Pulau Padang, harus berdiri di atas aturan perundangan dan hukum yang berlaku. Kemenhut dengan jelas menyebut izin RAPP tetap berjalan, dengan solusi tanah warga yang ada di dalam konsesi izin HTI akan dikeluarkan," kata Firman.
Wakil Ketua Komisi IV DPR ini menjelaskan, jika tuntutan sekelompok warga di Pulau Padang selalu dituruti Kemenhut, maka ini akan menjadi preseden buruk ke depan dalam iklim investasi di tanah air.
"Saya sudah bicara ke Menteri Kehutanan, kasus sengketa Pulau Padang harus disikapi dengan bijak. Jangan tuntutan segelintir warga yang memaksakan kehendaknya itu lantas dikabulkan tanpa alasan yang jelas. Kalau semua tuntutan kelompok orang dikabulkan tanpa ada proses hukum yang pasti, negara ini bisa kacau," kata Firman.
Menurut Firman, Menteri Kehutanan telah sepakat RAPP di Pulau Padang tetap berjalan sesuai dengan izin HTI yang telah diberikan. Soal sengketa lahan, tim mediasi sudah merekomendasikan, tanah warga yang berada di dalam kawasan konsesi akan diganti rugi.
"Kami mengindikasikan, kelompok warga yang terus ngotot minta cabut izin perusahaan itu ditunggangi perambah hutan di kawasan Pulau Padang. Para cukong kayu ini melibatkan pemodal asing yang menampung hasil kayu curian yang diekspor ilegal ke Malaysia," kata Firman.
Sebagaimana diketahui, sekelompok warga di Pulau Padang saat ini terus memaksa Kemenhut untuk mencabut izin HTI PT RAPP. Mereka sempat melakukan aksi jahit mulut di Jakarta. Malah saat ini, segelintir warga masih membuat kemah di sekitar Kementerian Kehutanan.
(try/nrl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Minggu, 27/05/2012 16:26 WIB
Tabrak Jakmania di Dekat Halte Halimun, TransJ Diamuk Massa
-
Minggu, 27/05/2012 16:24 WIB
Pemprov Sumut Inventarisir 5 Calon Nama Bandara Kualanamu
-
Minggu, 27/05/2012 15:58 WIB
Jusuf Kalla: Soal Capres, Tunggu Saja!
-
Minggu, 27/05/2012 15:53 WIB
Merampas Motor di 21 Lokasi, Briptu Dirwanto Ditangkap di Indramayu
-
Minggu, 27/05/2012 15:48 WIB
Mercy Terbakar di Depan PIM 2, Lalin Sempat Macet
-
Minggu, 27/05/2012 14:26 WIB
Survei LSI, Foke dan Jokowi Masih Cagub Terkuat
-
Minggu, 27/05/2012 15:43 WIB
Jelang Pilkada DKI, Foke Minta Petuah Jusuf Kalla
-
Minggu, 27/05/2012 14:56 WIB
3 Orang Tewas & 3 Kritis Dalam Pesta Miras Oplosan di Indramayu
-
Minggu, 27/05/2012 12:45 WIB
Kisah Hasidah di Pulau Terluar Indonesia, 1 Rumah 2 Negara
-
686 Komentar
-
288 Komentar
-
255 Komentar
-
224 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 6,047.000
- Rp 901.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
