22 Januari Diusulkan Sebagai Hari Pejalan Kaki
Jumat, 10/02/2012 10:01 WIB
Jakarta
22 Januari lalu menjadi hari yang kelam bagi pejalan kaki. Betapa tidak, 9 nyawa melayang akibat tertabrak mobil yang dikemudikan oleh seseorang dalam pengaruh narkotika di Tugu Tani, Jakarta Pusat. 22 Januari pun diusulkan sebagai Hari Pejalan Kaki.
Usulan itu dilontarkan oleh Koalisi Pejalan Kaki (KPK), sebuah gerakan yang terbentuk pada tahun 2011. Hari pejalan kaki diusulkan sebagai wujud keprihatinan atas kecelakaan maut. Hal ini sekaligus untuk mengingatkan bahwa kecelakaan pada 22 Januari lalu itu terjadi karena fasilitas yang kurang bagi pejalan kaki.
Koordinator aksi, Anthony Ladjar, menyebutkan alasan kegiatan tersebut untuk memunculkan keberpihakan pemerintah kepada para pejalan kaki. Usulan ini juga dimunculkan untuk mengenang korban sopir maut di Tugu Tani.
"Paling tidak seperti munculnya keberpihakan pemerintah dalam memperhatikan para pejalan kaki, dan untuk mengenang teman-teman kita yang kurang beruntung dari peristiwa Tugu Tani," ucap Anthony kepada detikcom, Jumat (10/2/2012).
Anthony menuntut dipenuhinya hak-hak pejalan kaki dan kepedulian dari pemerintah melalui keinginan untuk melihat Presiden SBY berjalan kaki. "Hak-hak pejalan kaki juga harus dipenuhi, inginnya dari Presiden berjalan kaki, yang penting masyarakat melihat, yang menunjukkan kepedulian dari pemerintah," ujar dia.
Untuk diketahui, Anthony pernah tidur telentang untuk menghalangi pengendara motor melintas di trotoar.
Kegiatan KPK ini berawal dari media sosial Twitter berakun @jalankaki. Rencananya, pencanangan 22 Januari sebagai Hari Pejalan Kaki akan digelar hari ini.
Sore nanti juga akan dilakukan sosialisasi agar pengendara sepeda motor tidak memacu kendaraannya di trotoar atau jalur khusus pejalan kaki. Kegiatan akan digelar di kawasan Kuningan, tepatnya di Jl Prof Dr Satrio, pada saat jam pulang kantor. Pertimbangannya, daerah tersebut sering digunakan untuk parkiran sepeda motor dan dilintasi kendaraan bermotor.
"Kami sengaja memilih jam pulang kantor, karena trotoar daerah itu sering digunakan parkiran dan pengendara motor. Yang penting kami ingin trotoar dikembalikan sebagai jalur khusus pejalan kaki," tambah Anthony.
Anthony mengingatkan masyarakat turut menjaga trotoar. Sebab trotoar merupakan hak para pejalan kaki. Untuk itu pula, pengendara sepeda motor tidak selayaknya berkendara di atas trotoar.
"Saya harap agar gerakan ini dapat mendorong masyarakat menjaga trotoar yang merupakan hak-hak mereka ini. Dan pengguna motor, tolong jangan menggunakan trotoar, karena kami jalan saja sudah susah," harap Anthony.
(vit/nrl)
Usulan itu dilontarkan oleh Koalisi Pejalan Kaki (KPK), sebuah gerakan yang terbentuk pada tahun 2011. Hari pejalan kaki diusulkan sebagai wujud keprihatinan atas kecelakaan maut. Hal ini sekaligus untuk mengingatkan bahwa kecelakaan pada 22 Januari lalu itu terjadi karena fasilitas yang kurang bagi pejalan kaki.
Koordinator aksi, Anthony Ladjar, menyebutkan alasan kegiatan tersebut untuk memunculkan keberpihakan pemerintah kepada para pejalan kaki. Usulan ini juga dimunculkan untuk mengenang korban sopir maut di Tugu Tani.
"Paling tidak seperti munculnya keberpihakan pemerintah dalam memperhatikan para pejalan kaki, dan untuk mengenang teman-teman kita yang kurang beruntung dari peristiwa Tugu Tani," ucap Anthony kepada detikcom, Jumat (10/2/2012).
Anthony menuntut dipenuhinya hak-hak pejalan kaki dan kepedulian dari pemerintah melalui keinginan untuk melihat Presiden SBY berjalan kaki. "Hak-hak pejalan kaki juga harus dipenuhi, inginnya dari Presiden berjalan kaki, yang penting masyarakat melihat, yang menunjukkan kepedulian dari pemerintah," ujar dia.
Untuk diketahui, Anthony pernah tidur telentang untuk menghalangi pengendara motor melintas di trotoar.
Kegiatan KPK ini berawal dari media sosial Twitter berakun @jalankaki. Rencananya, pencanangan 22 Januari sebagai Hari Pejalan Kaki akan digelar hari ini.
Sore nanti juga akan dilakukan sosialisasi agar pengendara sepeda motor tidak memacu kendaraannya di trotoar atau jalur khusus pejalan kaki. Kegiatan akan digelar di kawasan Kuningan, tepatnya di Jl Prof Dr Satrio, pada saat jam pulang kantor. Pertimbangannya, daerah tersebut sering digunakan untuk parkiran sepeda motor dan dilintasi kendaraan bermotor.
"Kami sengaja memilih jam pulang kantor, karena trotoar daerah itu sering digunakan parkiran dan pengendara motor. Yang penting kami ingin trotoar dikembalikan sebagai jalur khusus pejalan kaki," tambah Anthony.
Anthony mengingatkan masyarakat turut menjaga trotoar. Sebab trotoar merupakan hak para pejalan kaki. Untuk itu pula, pengendara sepeda motor tidak selayaknya berkendara di atas trotoar.
"Saya harap agar gerakan ini dapat mendorong masyarakat menjaga trotoar yang merupakan hak-hak mereka ini. Dan pengguna motor, tolong jangan menggunakan trotoar, karena kami jalan saja sudah susah," harap Anthony.
(vit/nrl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Minggu, 27/05/2012 16:26 WIB
Tabrak Jakmania di Dekat Halte Halimun, TransJ Diamuk Massa
-
Minggu, 27/05/2012 16:24 WIB
Pemprov Sumut Inventarisir 5 Calon Nama Bandara Kualanamu
-
Minggu, 27/05/2012 15:58 WIB
Jusuf Kalla: Soal Capres, Tunggu Saja!
-
Minggu, 27/05/2012 15:53 WIB
Merampas Motor di 21 Lokasi, Briptu Dirwanto Ditangkap di Indramayu
-
Minggu, 27/05/2012 15:48 WIB
Mercy Terbakar di Depan PIM 2, Lalin Sempat Macet
-
Minggu, 27/05/2012 14:26 WIB
Survei LSI, Foke dan Jokowi Masih Cagub Terkuat
-
Minggu, 27/05/2012 15:43 WIB
Jelang Pilkada DKI, Foke Minta Petuah Jusuf Kalla
-
Minggu, 27/05/2012 14:56 WIB
3 Orang Tewas & 3 Kritis Dalam Pesta Miras Oplosan di Indramayu
-
Minggu, 27/05/2012 12:45 WIB
Kisah Hasidah di Pulau Terluar Indonesia, 1 Rumah 2 Negara
-
686 Komentar
-
288 Komentar
-
255 Komentar
-
224 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 6,047.000
- Rp 901.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
