Gara-gara Ikan Hiu 13 Meter, Warga Pakistan Ribut dengan Polisi
Jumat, 10/02/2012 02:57 WIB
AFP
Karachi
Penemuan ikan hius paus berukuran 13 meter di Pakistan rupanya berbuntut panjang. Seorang warga bernama Qasim Khan terlibat perkelahian dengan pihak berwenang Pakistan karena mengenakan biaya kepada pengunjung yang ingin melihat ikan tersebut.
Diberitakan ABC, Jumat (10/2/2012), awalnya Qasim mematok tarif sebesar 22 sen setiap melihat hiu paus raksasa yang dia beli dari nelayan itu. Qasim membeli ikan seberat 20 ton itu seharga US$ 2.200.
Para pengunjung berbondong-bondong untuk melihat itu. Mereka rela membayar untuk menyaksikan hiu coklat dan putih berbintik, yang diletakkan di bawah sebuah tenda kain di sebelah pelabuhan.
Orang-orang berkerumun di sekitar untuk menempatkan tangan mereka pada ikan besar tersebut, sambil memotretnya. Mereka mengabaikan bau menyengat ikan yang mulai membusuk.
Tapi rupanya polisi tidak suka dengan tarif yang dikenakan oleh Qasim. Alasannya, Dinas Perikanan Pakistan telah memutuskan bahwa semua orang harus diperbolehkan untuk melihat hiu secara gratis. Qasim pun menolak dan menyembunyikan hiu tersebut di bawah selembar kain raksasa warna hijau yang sebelumnya ia gunakan sebagai tenda.
Langkah ini memicu permainan kucing dan tikus ala komik antara Qasim dan polisi. Polisi memerintahkan dia untuk melepas penutup, yang dia turuti sebentar lalu dipasang kembali.
"Kita diminta untuk melindungi dan memfasilitasi setiap orang untuk melihat ikan langka ini, tetapi orang ini tidak mengizinkan," kata inspektur polisi Mohammad Aslam di lokasi kejadian.
Qasim pun membalas dengan mengatakan dia membayar mahal untuk itu. "Untuk mengembalikan uang saya, saya hanya mentarifkan 20 rupee per tiket, tetapi pihak dinas perikanan menarik dan telah merampas keberuntungan saya ini," katanya.
Pertengkaran itu membuat marah beberapa ratusan orang yang berkerumun di sekitar ikan.
"Kami datang ke sini untuk melihat ikan setelah pemberitaan media, tetapi kami kecewa mereka tidak memungkinkan kita untuk melihatnya," kata seorang pengusaha muda, Sohail Shah.
Hiu paus, yang diyakini tumbuh hingga 65 kaki (20 meter) panjangnya, adalah ikan terbesar di laut dan makanan utamanya adalah plankton, cumi-cumi dan ikan kecil. Mereka ditemukan di laut beriklim tropis dan hangat, dan tidak berbahaya bagi manusia.
(mad/mad)
Diberitakan ABC, Jumat (10/2/2012), awalnya Qasim mematok tarif sebesar 22 sen setiap melihat hiu paus raksasa yang dia beli dari nelayan itu. Qasim membeli ikan seberat 20 ton itu seharga US$ 2.200.
Para pengunjung berbondong-bondong untuk melihat itu. Mereka rela membayar untuk menyaksikan hiu coklat dan putih berbintik, yang diletakkan di bawah sebuah tenda kain di sebelah pelabuhan.
Orang-orang berkerumun di sekitar untuk menempatkan tangan mereka pada ikan besar tersebut, sambil memotretnya. Mereka mengabaikan bau menyengat ikan yang mulai membusuk.
Tapi rupanya polisi tidak suka dengan tarif yang dikenakan oleh Qasim. Alasannya, Dinas Perikanan Pakistan telah memutuskan bahwa semua orang harus diperbolehkan untuk melihat hiu secara gratis. Qasim pun menolak dan menyembunyikan hiu tersebut di bawah selembar kain raksasa warna hijau yang sebelumnya ia gunakan sebagai tenda.
Langkah ini memicu permainan kucing dan tikus ala komik antara Qasim dan polisi. Polisi memerintahkan dia untuk melepas penutup, yang dia turuti sebentar lalu dipasang kembali.
"Kita diminta untuk melindungi dan memfasilitasi setiap orang untuk melihat ikan langka ini, tetapi orang ini tidak mengizinkan," kata inspektur polisi Mohammad Aslam di lokasi kejadian.
Qasim pun membalas dengan mengatakan dia membayar mahal untuk itu. "Untuk mengembalikan uang saya, saya hanya mentarifkan 20 rupee per tiket, tetapi pihak dinas perikanan menarik dan telah merampas keberuntungan saya ini," katanya.
Pertengkaran itu membuat marah beberapa ratusan orang yang berkerumun di sekitar ikan.
"Kami datang ke sini untuk melihat ikan setelah pemberitaan media, tetapi kami kecewa mereka tidak memungkinkan kita untuk melihatnya," kata seorang pengusaha muda, Sohail Shah.
Hiu paus, yang diyakini tumbuh hingga 65 kaki (20 meter) panjangnya, adalah ikan terbesar di laut dan makanan utamanya adalah plankton, cumi-cumi dan ikan kecil. Mereka ditemukan di laut beriklim tropis dan hangat, dan tidak berbahaya bagi manusia.
(mad/mad)
Baca Juga
- Serangan Udara AS Tewaskan Pemimpin Al-Qaeda di Pakistan
- Lagi, Serangan Pesawat Tak Berawak AS Tewaskan 4 Orang di Pakistan
- Serangan Pesawat Tak Berawak AS Tewaskan 10 Orang di Pakistan
- Korban Tewas Akibat Ledakan Pabrik di Pakistan Jadi 21 Orang
- Wow! Ikan Raksasa Sepanjang 10 Meter Ditemukan di Pakistan
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Sabtu, 26/05/2012 17:28 WIB
Media Iran Serukan Hentikan Negosiasi Nuklir dengan Barat
-
Sabtu, 26/05/2012 17:09 WIB
Banjir Renggut 50 Nyawa di Afghanistan, 59.000 Orang Kehilangan Rumah
-
Sabtu, 26/05/2012 16:47 WIB
Michelle Obama Ingin Menjadi Beyonce!
-
Sabtu, 26/05/2012 14:43 WIB
Duh! Kondisi Kemanusiaan di Suriah Kian Memburuk
-
Sabtu, 26/05/2012 14:16 WIB
110 Orang Tewas dalam Serangan Pasukan Suriah
-
Minggu, 27/05/2012 14:26 WIB
Survei LSI, Foke dan Jokowi Masih Cagub Terkuat
-
Minggu, 27/05/2012 15:43 WIB
Jelang Pilkada DKI, Foke Minta Petuah Jusuf Kalla
-
Minggu, 27/05/2012 14:56 WIB
3 Orang Tewas & 3 Kritis Dalam Pesta Miras Oplosan di Indramayu
-
Minggu, 27/05/2012 12:45 WIB
Kisah Hasidah di Pulau Terluar Indonesia, 1 Rumah 2 Negara
-
686 Komentar
-
288 Komentar
-
255 Komentar
-
224 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 6,047.000
- Rp 901.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
