Pansel KPU-Bawaslu: Data Seleksi Sifatnya Rahasia
Kamis, 09/02/2012 20:37 WIB
Jakarta
Panitia Seleksi (Pansel) calon pimpinan KPU-Bawaslu tidak kaget dituding kurang transparan dalam proses seleksi. Sebab tidak semua pertimbangan mengenai putusan lolos atau tidaknya seorang kandidat, bisa dipaparkan ke ranah publik.
"Banyak sekali data yang confidential sehigga tidak tepat bila disampaikan ke publik," kata anggota Pansel KPU-Bawaslu, Imam B. Prasodjo, kepada detikcom, Kamis (9/2/2012).
Sosiolog senior ini menuturkan, setidaknya ada tujuh variabel yang menjadi tolak ukur Pansel KPU-Bawaslu terhadap para kandidat pimpinan KPU-Bawaslu 2012-2017 dalam seleksi tahap dua baru lalu. Yakni pengetahuan kepemiluan, integritas, pengalaman dalam organisasi kepemliluan, independensi dari kepentingan politik, kepempimpinan, kesehatan dan masukan dari masyarakat.
Tidak sedikit kandidat yang memenuhi mayoritas variabel yang diukur, namun jatuh pada gagal pada varibel lain sehingga tidak terpaksa tidak diluluskan. Terutama unsur kesehatan yang memang tidak bisa ditawar-tawar lagi dan informasinya sangat rahasia.
"Bahkan si kandidat juga tidak mendapat salinan hasil uji kesehatan sebab data itu menurut UU hanya ditujukan kepada Pansel KPU-Bawaslu. Kalau kemudian data itu kami umumkan ke publik, 'si A penyakitan', ya malah kami yang dituntut," ujar Imam beri ilustrasi.
"Belum lagi masukan dari masyarakat, meski belum tentu benar tapi dipertimbangkan juga. Singkatnya kami tidak mau membuka informasi yang justru bisa merugikan si kandidat bersangkutan ke depannya nanti," sambungnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, Koalisi Pemilu Berintegrasi yang terdiri dari ICW, IBC, FORMAPPI dan beberapa LSM lainnya mempertanyakan seleksi tahap 2 calon pimpinan KPU dan Bawaslu yang telah menghasilkan 48 orang kontestan. Proses seleksi mereka anggap tidak berjalan transparan.
"Kita melihat ada proses yang ditutupi dalam tahapan proses seleksi KPU dan Bawaslu kali ini," kata Koordinator ICW, Danang Widoyoko, dalam jumpa pers di Jakarta Pusat, Kamis (9/2/2012).
Danang menambahkan, harusnya Pansel menyediakan akses yang luas pada publik untuk memberikan masukan baik pada proses seleksi maupun pada calon-calon yang mendaftar. Karena masukan dari masyarakat tentu sangat penting untuk menghasilkan susunan KPU-Bawaslu yang memiliki integritas terlebih menghadapi Pemilu 2014.
"Hanya umumkan nama, tanpa memberikan penjelasan mengenai latar belakang dan rekam jejak calon tersebut," tambahnya.
(lh/mad)
"Banyak sekali data yang confidential sehigga tidak tepat bila disampaikan ke publik," kata anggota Pansel KPU-Bawaslu, Imam B. Prasodjo, kepada detikcom, Kamis (9/2/2012).
Sosiolog senior ini menuturkan, setidaknya ada tujuh variabel yang menjadi tolak ukur Pansel KPU-Bawaslu terhadap para kandidat pimpinan KPU-Bawaslu 2012-2017 dalam seleksi tahap dua baru lalu. Yakni pengetahuan kepemiluan, integritas, pengalaman dalam organisasi kepemliluan, independensi dari kepentingan politik, kepempimpinan, kesehatan dan masukan dari masyarakat.
Tidak sedikit kandidat yang memenuhi mayoritas variabel yang diukur, namun jatuh pada gagal pada varibel lain sehingga tidak terpaksa tidak diluluskan. Terutama unsur kesehatan yang memang tidak bisa ditawar-tawar lagi dan informasinya sangat rahasia.
"Bahkan si kandidat juga tidak mendapat salinan hasil uji kesehatan sebab data itu menurut UU hanya ditujukan kepada Pansel KPU-Bawaslu. Kalau kemudian data itu kami umumkan ke publik, 'si A penyakitan', ya malah kami yang dituntut," ujar Imam beri ilustrasi.
"Belum lagi masukan dari masyarakat, meski belum tentu benar tapi dipertimbangkan juga. Singkatnya kami tidak mau membuka informasi yang justru bisa merugikan si kandidat bersangkutan ke depannya nanti," sambungnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, Koalisi Pemilu Berintegrasi yang terdiri dari ICW, IBC, FORMAPPI dan beberapa LSM lainnya mempertanyakan seleksi tahap 2 calon pimpinan KPU dan Bawaslu yang telah menghasilkan 48 orang kontestan. Proses seleksi mereka anggap tidak berjalan transparan.
"Kita melihat ada proses yang ditutupi dalam tahapan proses seleksi KPU dan Bawaslu kali ini," kata Koordinator ICW, Danang Widoyoko, dalam jumpa pers di Jakarta Pusat, Kamis (9/2/2012).
Danang menambahkan, harusnya Pansel menyediakan akses yang luas pada publik untuk memberikan masukan baik pada proses seleksi maupun pada calon-calon yang mendaftar. Karena masukan dari masyarakat tentu sangat penting untuk menghasilkan susunan KPU-Bawaslu yang memiliki integritas terlebih menghadapi Pemilu 2014.
"Hanya umumkan nama, tanpa memberikan penjelasan mengenai latar belakang dan rekam jejak calon tersebut," tambahnya.
(lh/mad)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Minggu, 27/05/2012 16:26 WIB
Tabrak Jakmania di Dekat Halte Halimun, TransJ Diamuk Massa
-
Minggu, 27/05/2012 16:24 WIB
Pemprov Sumut Inventarisir 5 Calon Nama Bandara Kualanamu
-
Minggu, 27/05/2012 15:58 WIB
Jusuf Kalla: Soal Capres, Tunggu Saja!
-
Minggu, 27/05/2012 15:53 WIB
Merampas Motor di 21 Lokasi, Briptu Dirwanto Ditangkap di Indramayu
-
Minggu, 27/05/2012 15:48 WIB
Mercy Terbakar di Depan PIM 2, Lalin Sempat Macet
-
Minggu, 27/05/2012 14:26 WIB
Survei LSI, Foke dan Jokowi Masih Cagub Terkuat
-
Minggu, 27/05/2012 15:43 WIB
Jelang Pilkada DKI, Foke Minta Petuah Jusuf Kalla
-
Minggu, 27/05/2012 14:56 WIB
3 Orang Tewas & 3 Kritis Dalam Pesta Miras Oplosan di Indramayu
-
Minggu, 27/05/2012 12:45 WIB
Kisah Hasidah di Pulau Terluar Indonesia, 1 Rumah 2 Negara
-
686 Komentar
-
288 Komentar
-
255 Komentar
-
224 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 6,047.000
- Rp 901.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
