Pembunuhan Bos PT Sanex Steel Diduga Terencana
Kamis, 09/02/2012 19:31 WIB
Jakarta
Polisi masih mendalami kasus pembunuhan Ayung alias Tan Hari Tantono (50) di kamar 2701 Swiss-Belhotel, Sawah Besar, Jakarta Pusat, Selasa (27/1) lalu. Diduga, pembunuhan tersebut telah terencana.
Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Rikwanto menjelaskan, dugaan perencanaan pembunuhan itu terindikasi dari pemesanan kamar hotel dan pertemuan korban dengan para pelaku di kamar tersebut.
"Indikasinya memesan hotel, kita mempelajari, apa ada hubungannya pemesan itu dengan pembunuhan itu, ataukah hanya tempat pertemuan saja," jelas Rikwanto di kantornya, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Kamis (9/2/2012).
Rikwanto mengatakan, dalam pertemuan tersebut, belum jelas apa isi pembicaraan antara korban dan para pelaku. Namun, korban dan pelaku sempat beradu mulut.
"Yang jelas dari keterangan yang ditangkap itu, mereka sempat ada cekcok," ujarnya.
Sementara itu, Rikwanto mengatakan, pihak penyidik masih memburu belasan pria yang terekan CCTV (Circuit Closed Television) hotel dan si pemesan kamar 2701.
"Sekarang petugas sedang mencari tahu keberadaan mereka-mereka yang di dalam video itu, termasuk SM (pemesan hotel-red)," tutupnya.
Seperti diketahui, Ayung ditemukan tewas di kamar 2701 Swiss-Belhotel pada Kamis (26/1) malam lalu. Saat ditemukan, korban sudah tewas dengan kondisi leher tergorok dan luka tusukan pada perutnya.
Sudah lima tersangka yang diamankan polisi yakni C, A, T, DN dan KP. Motif sementara, diduga penagihan upah para pelaku atas jasa mereka yang membantu Ayung menagihkan utang.
(mei/mad)
Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Rikwanto menjelaskan, dugaan perencanaan pembunuhan itu terindikasi dari pemesanan kamar hotel dan pertemuan korban dengan para pelaku di kamar tersebut.
"Indikasinya memesan hotel, kita mempelajari, apa ada hubungannya pemesan itu dengan pembunuhan itu, ataukah hanya tempat pertemuan saja," jelas Rikwanto di kantornya, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Kamis (9/2/2012).
Rikwanto mengatakan, dalam pertemuan tersebut, belum jelas apa isi pembicaraan antara korban dan para pelaku. Namun, korban dan pelaku sempat beradu mulut.
"Yang jelas dari keterangan yang ditangkap itu, mereka sempat ada cekcok," ujarnya.
Sementara itu, Rikwanto mengatakan, pihak penyidik masih memburu belasan pria yang terekan CCTV (Circuit Closed Television) hotel dan si pemesan kamar 2701.
"Sekarang petugas sedang mencari tahu keberadaan mereka-mereka yang di dalam video itu, termasuk SM (pemesan hotel-red)," tutupnya.
Seperti diketahui, Ayung ditemukan tewas di kamar 2701 Swiss-Belhotel pada Kamis (26/1) malam lalu. Saat ditemukan, korban sudah tewas dengan kondisi leher tergorok dan luka tusukan pada perutnya.
Sudah lima tersangka yang diamankan polisi yakni C, A, T, DN dan KP. Motif sementara, diduga penagihan upah para pelaku atas jasa mereka yang membantu Ayung menagihkan utang.
(mei/mad)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Minggu, 27/05/2012 16:24 WIB
Pemprov Sumut Inventarisir 5 Calon Nama Bandara Kualanamu
-
Minggu, 27/05/2012 15:58 WIB
Jusuf Kalla: Soal Capres, Tunggu Saja!
-
Minggu, 27/05/2012 15:53 WIB
Merampas Motor di 21 Lokasi, Briptu Dirwanto Ditangkap di Indramayu
-
Minggu, 27/05/2012 15:48 WIB
Mercy Terbakar di Depan PIM 2, Lalin Sempat Macet
-
Minggu, 27/05/2012 15:43 WIB
Jelang Pilkada DKI, Foke Minta Petuah Jusuf Kalla
-
Minggu, 27/05/2012 14:26 WIB
Survei LSI, Foke dan Jokowi Masih Cagub Terkuat
-
Minggu, 27/05/2012 15:43 WIB
Jelang Pilkada DKI, Foke Minta Petuah Jusuf Kalla
-
Minggu, 27/05/2012 14:56 WIB
3 Orang Tewas & 3 Kritis Dalam Pesta Miras Oplosan di Indramayu
-
Minggu, 27/05/2012 12:45 WIB
Kisah Hasidah di Pulau Terluar Indonesia, 1 Rumah 2 Negara
-
686 Komentar
-
288 Komentar
-
255 Komentar
-
224 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 6,047.000
- Rp 575.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
