Komisi I Tak Mau RUU Kamnas Dibahas Lintas Komisi
Kamis, 09/02/2012 19:25 WIB
Jakarta
Badan Musyawarah (Bamus) DPR memutuskan RUU Kamnas dibahas lintas komisi dalam panitia khusus (pansus). Namun Komisi I berkeberatan terhadap keputusan tersebut, sebab mereka sejak awal RUU Kamnas.
"Kalau merujuk kepada keputusan Bamus lalu, yaitu menugaskan Komisi I membahasnya. Itu sudah kami laksanakan dengan sebaik mungkin," ujar Ketua Komisi I Mahfudz Siddiq di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (9/2/2012).
Mahfudz mengatakan selama dibahas di Komisi I, sudah banyak pihak yang diundang untuk merumuskan RUU Kamnas tersebut. Menurutnya pihak pemerintah juga memandang RUU Kamnas lebih tepat dibahas oleh Komisi I.
"Bahwa nanti Bamus putuskan di pansus itu urusan lain. Tapi yang kita inginkan siapapun yang melanjutkan pembahasan ini, secara subtansi RUU ini direvisi dulu. Jangan sampai nanti yang melanjutkan pembahasan ini berhadapan dengan banyak persoalan," ungkapnya.
Politisi PKS ini mengaku tidak tahu siapa yang mengusulkan kepada Bamus agar RUU Kamnas ini akan dibahas di pansus. Mafhudz mengaku Komisi I sebenarnya tidak ingin dibahas di komisi lain dan tetap dibahas dikomisinya.
"Kita sebenarnya lebih senang kalau penyelesaian ini tetap di Komisi I. Saya juga nggak ngerti Bamuns membahasnya, entah ada usulan dari siapa, ada angin dari mana, lalu diputuskan jadi pansus gabungan. Yang jelas komisi I tidak pernah usulkan ke pimpinan ini dibahas di pansus, tidak pernah menyatakan ini perlu gabungan," keluhnya.
Komisi I sepakat RUU Kamnas ini dikembalikan ke pemerintah untuk melakukan konsolidasi dan revisi. Perlu konsolidasi agar RUU yang melibatkan banyak stakeholder tidak ada tarik menarik kepentingan.
"Yang kedua ada revisi, perbaikan-perbaikan secara substansi sesuai dengan masukan yang sudah dikompilasi di Komisi I,"
Sebelumnya Ketua Komisi III DPR Benny K Harman mengatakan Bamus DPR sepakat membahas RUU Kamnas dibahas di panitia khusus (pansus) yang terdiri dari Komisi I, II dan III DPR.
Menurut Benny, pertimbangan Bamus membahas RUU Kamnas di pansus adalah karena menyangkut kepentingan keamanan yang lebih luas. Terutama kepentingan stabilitas keamaan nasional, kebebasan ekspersi dan demokrasi.
(mpr/lh)
"Kalau merujuk kepada keputusan Bamus lalu, yaitu menugaskan Komisi I membahasnya. Itu sudah kami laksanakan dengan sebaik mungkin," ujar Ketua Komisi I Mahfudz Siddiq di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (9/2/2012).
Mahfudz mengatakan selama dibahas di Komisi I, sudah banyak pihak yang diundang untuk merumuskan RUU Kamnas tersebut. Menurutnya pihak pemerintah juga memandang RUU Kamnas lebih tepat dibahas oleh Komisi I.
"Bahwa nanti Bamus putuskan di pansus itu urusan lain. Tapi yang kita inginkan siapapun yang melanjutkan pembahasan ini, secara subtansi RUU ini direvisi dulu. Jangan sampai nanti yang melanjutkan pembahasan ini berhadapan dengan banyak persoalan," ungkapnya.
Politisi PKS ini mengaku tidak tahu siapa yang mengusulkan kepada Bamus agar RUU Kamnas ini akan dibahas di pansus. Mafhudz mengaku Komisi I sebenarnya tidak ingin dibahas di komisi lain dan tetap dibahas dikomisinya.
"Kita sebenarnya lebih senang kalau penyelesaian ini tetap di Komisi I. Saya juga nggak ngerti Bamuns membahasnya, entah ada usulan dari siapa, ada angin dari mana, lalu diputuskan jadi pansus gabungan. Yang jelas komisi I tidak pernah usulkan ke pimpinan ini dibahas di pansus, tidak pernah menyatakan ini perlu gabungan," keluhnya.
Komisi I sepakat RUU Kamnas ini dikembalikan ke pemerintah untuk melakukan konsolidasi dan revisi. Perlu konsolidasi agar RUU yang melibatkan banyak stakeholder tidak ada tarik menarik kepentingan.
"Yang kedua ada revisi, perbaikan-perbaikan secara substansi sesuai dengan masukan yang sudah dikompilasi di Komisi I,"
Sebelumnya Ketua Komisi III DPR Benny K Harman mengatakan Bamus DPR sepakat membahas RUU Kamnas dibahas di panitia khusus (pansus) yang terdiri dari Komisi I, II dan III DPR.
Menurut Benny, pertimbangan Bamus membahas RUU Kamnas di pansus adalah karena menyangkut kepentingan keamanan yang lebih luas. Terutama kepentingan stabilitas keamaan nasional, kebebasan ekspersi dan demokrasi.
(mpr/lh)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Minggu, 27/05/2012 16:24 WIB
Pemprov Sumut Inventarisir 5 Calon Nama Bandara Kualanamu
-
Minggu, 27/05/2012 15:58 WIB
Jusuf Kalla: Soal Capres, Tunggu Saja!
-
Minggu, 27/05/2012 15:53 WIB
Merampas Motor di 21 Lokasi, Briptu Dirwanto Ditangkap di Indramayu
-
Minggu, 27/05/2012 15:48 WIB
Mercy Terbakar di Depan PIM 2, Lalin Sempat Macet
-
Minggu, 27/05/2012 15:43 WIB
Jelang Pilkada DKI, Foke Minta Petuah Jusuf Kalla
-
Minggu, 27/05/2012 14:26 WIB
Survei LSI, Foke dan Jokowi Masih Cagub Terkuat
-
Minggu, 27/05/2012 15:43 WIB
Jelang Pilkada DKI, Foke Minta Petuah Jusuf Kalla
-
Minggu, 27/05/2012 14:56 WIB
3 Orang Tewas & 3 Kritis Dalam Pesta Miras Oplosan di Indramayu
-
Minggu, 27/05/2012 12:45 WIB
Kisah Hasidah di Pulau Terluar Indonesia, 1 Rumah 2 Negara
-
686 Komentar
-
288 Komentar
-
255 Komentar
-
224 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 6,047.000
- Rp 575.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
