Dioplos dengan Obat Luka, Minuman Keras Renggut 30 Nyawa di India
Kamis, 09/02/2012 19:02 WIB
BBC
Bhubaneswar
Korban tewas akibat minuman keras oplosan di wilayah India bagian timur terus bertambah. Sejauh ini, 30 nyawa melayang akibat minuman yang dioplos dengan obat batuk dan obat luka tersebut.
Korban tewas sebagian besar berasal dari sejumlah desa yang berada di dekat kota Cuttack, sekitar 30 km dari kota Bhubaneswar, Orissa (biasa disebut juga Odisha).
"Sedikitnya 30 orang dipastikan tewas akibat minuman ini," tutur seorang pejabat setempat, Girish SN kepada kantor berita AFP, Kamis (9/2/2012).
Diyakini sebanyak 100 orang telah menenggak minuman keras oplosan yang beracun ini. Sebagian besar korban langsung sakit usai menenggak minuman ini. Mereka pun dilarikan ke rumah sakit setempat, SCB Medical College and Hospital di Cuttack.
Salah seorang dokter rumah sakit tersebut, Dr B Maharana menuturkan, sebanyak 61 pasien korban minuman oplosan tersebut saat ini masih dalam perawatan intensif. Bahkan 5 orang lainnya masih dalam kondisi kritis.
Sebagian besar korban merupakan buruh. Banyak warga dari luar daerah Cuttack yang membeli minuman keras tersebut pada Senin (6/2) malam.
Polisi setempat telah menahan 10 orang yang diduga terkait penjualan minuman keras beracun ini. Pejabat setempat menyatakan, akan bertindak tegas terhadap para pemasok minuman keras oplosan di India, yang biasa disebut 'moonshine' ini.
Kematian warga akibat minuman keras oplosan yang memang harganya murah ini, sering terjadi di India. Terakhir, sebanyak 170 orang di wilayah Benggala Barat, tewas akibat minuman keras oplosan pada tahun 2011 lalu.
(nvc/ita)
Korban tewas sebagian besar berasal dari sejumlah desa yang berada di dekat kota Cuttack, sekitar 30 km dari kota Bhubaneswar, Orissa (biasa disebut juga Odisha).
"Sedikitnya 30 orang dipastikan tewas akibat minuman ini," tutur seorang pejabat setempat, Girish SN kepada kantor berita AFP, Kamis (9/2/2012).
Diyakini sebanyak 100 orang telah menenggak minuman keras oplosan yang beracun ini. Sebagian besar korban langsung sakit usai menenggak minuman ini. Mereka pun dilarikan ke rumah sakit setempat, SCB Medical College and Hospital di Cuttack.
Salah seorang dokter rumah sakit tersebut, Dr B Maharana menuturkan, sebanyak 61 pasien korban minuman oplosan tersebut saat ini masih dalam perawatan intensif. Bahkan 5 orang lainnya masih dalam kondisi kritis.
Sebagian besar korban merupakan buruh. Banyak warga dari luar daerah Cuttack yang membeli minuman keras tersebut pada Senin (6/2) malam.
Polisi setempat telah menahan 10 orang yang diduga terkait penjualan minuman keras beracun ini. Pejabat setempat menyatakan, akan bertindak tegas terhadap para pemasok minuman keras oplosan di India, yang biasa disebut 'moonshine' ini.
Kematian warga akibat minuman keras oplosan yang memang harganya murah ini, sering terjadi di India. Terakhir, sebanyak 170 orang di wilayah Benggala Barat, tewas akibat minuman keras oplosan pada tahun 2011 lalu.
(nvc/ita)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Sabtu, 26/05/2012 17:28 WIB
Media Iran Serukan Hentikan Negosiasi Nuklir dengan Barat
-
Sabtu, 26/05/2012 17:09 WIB
Banjir Renggut 50 Nyawa di Afghanistan, 59.000 Orang Kehilangan Rumah
-
Sabtu, 26/05/2012 16:47 WIB
Michelle Obama Ingin Menjadi Beyonce!
-
Sabtu, 26/05/2012 14:43 WIB
Duh! Kondisi Kemanusiaan di Suriah Kian Memburuk
-
Sabtu, 26/05/2012 14:16 WIB
110 Orang Tewas dalam Serangan Pasukan Suriah
-
Minggu, 27/05/2012 14:26 WIB
Survei LSI, Foke dan Jokowi Masih Cagub Terkuat
-
Minggu, 27/05/2012 15:43 WIB
Jelang Pilkada DKI, Foke Minta Petuah Jusuf Kalla
-
Minggu, 27/05/2012 14:56 WIB
3 Orang Tewas & 3 Kritis Dalam Pesta Miras Oplosan di Indramayu
-
Minggu, 27/05/2012 12:45 WIB
Kisah Hasidah di Pulau Terluar Indonesia, 1 Rumah 2 Negara
-
680 Komentar
-
288 Komentar
-
255 Komentar
-
224 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 6,047.000
- Rp 575.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
