Mengerikan! Anak 14 Tahun Tewas Dicabik-cabik Macan Tutul
Kamis, 09/02/2012 18:12 WIB
Ilustrasi (AFP)
New Delhi
Mengerikan! Seekor macan tutul mencabik-cabik dan melahap tubuh seorang anak perempuan berumur 14 tahun di Nepal barat. Ini merupakan serangan mematikan kelima oleh macan tutul dalam dua bulan terakhir di Nepal.
Saat kejadian, gadis kecil tersebut sedang memotong rumput di hutan dekat rumahnya di Distrik Baitadi, di perbatasan dengan India.
"Warga setempat menemukan jasadnya robek terpotong-potong dan bagian bawah lehernya dimakan di kawasan hutan kemarin," kata Bishnu Bahadur Karki, seorang polisi setempat kepada kantor berita AFP, Kamis (9/2/2012).
Dikatakan Karki, sebelum kejadian pada Rabu, 8 Februari itu, tiga anak perempuan dan seorang wanita hamil berumur 35 tahun juga telah tewas diserang macan tutul tersebut.
"Macan tutul itu terus memakan korban dan meneror warga desa Pancheshwor. Kami meminta kantor kehutanan distrik untuk mengizinkan kami membunuh hewan tersebut. Tapi mereka menolak, dengan alasan bahwa tidak ada hukum yang memberikan izin tersebut," ujar Karki.
"Permintaan kami agar macan tutul tersebut diserahkan ke kebun binatang juga ditolak. Penduduk desa dan polisi sedang berusaha keras untuk menangkap macan tutul itu," imbuhnya.
Warga desa mengklaim, tiga orang lainnya telah tewas diserang macan tutul itu di pemukiman terdekat di daerah perbatasan India.
"Kami takut berjalan sendiri," tutur Shiva Singh Saud, kepala sekolah SD setempat, seperti dikutip surat kabar Republica yang berbasis di Kathmandu.
"Akan lebih banyak orang yang mungkin diserang jika macan tutul itu tidak dikendalikan secepatnya," cetusnya.
(ita/ita)
Saat kejadian, gadis kecil tersebut sedang memotong rumput di hutan dekat rumahnya di Distrik Baitadi, di perbatasan dengan India.
"Warga setempat menemukan jasadnya robek terpotong-potong dan bagian bawah lehernya dimakan di kawasan hutan kemarin," kata Bishnu Bahadur Karki, seorang polisi setempat kepada kantor berita AFP, Kamis (9/2/2012).
Dikatakan Karki, sebelum kejadian pada Rabu, 8 Februari itu, tiga anak perempuan dan seorang wanita hamil berumur 35 tahun juga telah tewas diserang macan tutul tersebut.
"Macan tutul itu terus memakan korban dan meneror warga desa Pancheshwor. Kami meminta kantor kehutanan distrik untuk mengizinkan kami membunuh hewan tersebut. Tapi mereka menolak, dengan alasan bahwa tidak ada hukum yang memberikan izin tersebut," ujar Karki.
"Permintaan kami agar macan tutul tersebut diserahkan ke kebun binatang juga ditolak. Penduduk desa dan polisi sedang berusaha keras untuk menangkap macan tutul itu," imbuhnya.
Warga desa mengklaim, tiga orang lainnya telah tewas diserang macan tutul itu di pemukiman terdekat di daerah perbatasan India.
"Kami takut berjalan sendiri," tutur Shiva Singh Saud, kepala sekolah SD setempat, seperti dikutip surat kabar Republica yang berbasis di Kathmandu.
"Akan lebih banyak orang yang mungkin diserang jika macan tutul itu tidak dikendalikan secepatnya," cetusnya.
(ita/ita)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Sabtu, 26/05/2012 17:28 WIB
Media Iran Serukan Hentikan Negosiasi Nuklir dengan Barat
-
Sabtu, 26/05/2012 17:09 WIB
Banjir Renggut 50 Nyawa di Afghanistan, 59.000 Orang Kehilangan Rumah
-
Sabtu, 26/05/2012 16:47 WIB
Michelle Obama Ingin Menjadi Beyonce!
-
Sabtu, 26/05/2012 14:43 WIB
Duh! Kondisi Kemanusiaan di Suriah Kian Memburuk
-
Sabtu, 26/05/2012 14:16 WIB
110 Orang Tewas dalam Serangan Pasukan Suriah
-
Minggu, 27/05/2012 14:26 WIB
Survei LSI, Foke dan Jokowi Masih Cagub Terkuat
-
Minggu, 27/05/2012 15:43 WIB
Jelang Pilkada DKI, Foke Minta Petuah Jusuf Kalla
-
Minggu, 27/05/2012 14:56 WIB
3 Orang Tewas & 3 Kritis Dalam Pesta Miras Oplosan di Indramayu
-
Minggu, 27/05/2012 12:45 WIB
Kisah Hasidah di Pulau Terluar Indonesia, 1 Rumah 2 Negara
-
680 Komentar
-
288 Komentar
-
255 Komentar
-
224 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 6,047.000
- Rp 575.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
