Pendiri PD Tak Tampik Money Politics di Kongres, Tapi Belum Tentu dari Anas
Kamis, 09/02/2012 16:37 WIB
Jakarta
Salah satu pendiri Partai Demokrat (PD) Reza Ali tidak menampik adanya praktek money politics dalam pemilihan ketua umum partainya yang dimenangkan Anas Urbaningrum dalam Kongres PD II tahun 2010 di Bandung. Namun belum tentu itu berasal dari Anas.
"Harus jelas siapa yang memberi, apakah yang memberi uangnya Anas langsung, apa motivasi pemberiannya. Kalau pun ada yang menerima, susah mengakunya dan dibuktikannya," ujar Reza saat dijumpai detikcom, di Hotel Horison, Jalan Jenderal Sudirman, Makassar, Kamis (9/2/2012).
Anggota DPR asal Sulsel ini menambahkan rekan-rekannya di partai biasa saling bantu atau mensponsori pencalonan bilamana ada yang memiliki kelebihan dana. Untuk kegiatan tertentu, para kader sering sumbang-menyumbang.
"Saya saja waktu pencalonan caleg DPR, saya tidak tahu siapa yang membuatkan baliho, mungkin dari teman saya yang mau membantu saya, dalam suasana pesta demokrasi pastilah itu terjadi," ujar Reza yang sebelumnya menilai Sutan Bathoegana dan Ruhut Sitompul lebih tepat dimundurkan dibandingkan Anas.
Reza menyarankan pihak-pihak yang menerima dana suap melapor ke Dewan Kehormatan Partai Demokrat, bukan ke media massa. Ini dilakukan agar isu tersebut tidak liar dan bisa diselesaikan sesuai mekanisme partai.
Isu suap mencuat kembali setelah mantan Ketua DPC Demokrat Minahasa Tenggara, Diana Maringka, mengaku menerima uang sekitar Rp 100 juta dalam pecahan rupiah dollar dan BlackBerry dalam Kongres PD di Bandung yang dimenangkan Anas. Dia siap mengembalikannya ke kubu Anas. Isu ini diusulkan dibahas Dewan Kehormatan dan Dewan Pengawas agar ke depan partai tidak diisi orang bermasalah.
(try/nrl)
"Harus jelas siapa yang memberi, apakah yang memberi uangnya Anas langsung, apa motivasi pemberiannya. Kalau pun ada yang menerima, susah mengakunya dan dibuktikannya," ujar Reza saat dijumpai detikcom, di Hotel Horison, Jalan Jenderal Sudirman, Makassar, Kamis (9/2/2012).
Anggota DPR asal Sulsel ini menambahkan rekan-rekannya di partai biasa saling bantu atau mensponsori pencalonan bilamana ada yang memiliki kelebihan dana. Untuk kegiatan tertentu, para kader sering sumbang-menyumbang.
"Saya saja waktu pencalonan caleg DPR, saya tidak tahu siapa yang membuatkan baliho, mungkin dari teman saya yang mau membantu saya, dalam suasana pesta demokrasi pastilah itu terjadi," ujar Reza yang sebelumnya menilai Sutan Bathoegana dan Ruhut Sitompul lebih tepat dimundurkan dibandingkan Anas.
Reza menyarankan pihak-pihak yang menerima dana suap melapor ke Dewan Kehormatan Partai Demokrat, bukan ke media massa. Ini dilakukan agar isu tersebut tidak liar dan bisa diselesaikan sesuai mekanisme partai.
Isu suap mencuat kembali setelah mantan Ketua DPC Demokrat Minahasa Tenggara, Diana Maringka, mengaku menerima uang sekitar Rp 100 juta dalam pecahan rupiah dollar dan BlackBerry dalam Kongres PD di Bandung yang dimenangkan Anas. Dia siap mengembalikannya ke kubu Anas. Isu ini diusulkan dibahas Dewan Kehormatan dan Dewan Pengawas agar ke depan partai tidak diisi orang bermasalah.
(try/nrl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Minggu, 27/05/2012 15:53 WIB
Merampas Motor di 21 Lokasi, Briptu Dirwanto Ditangkap di Indramayu
-
Minggu, 27/05/2012 15:48 WIB
Mercy Terbakar di Depan PIM 2, Lalin Sempat Macet
-
Minggu, 27/05/2012 15:43 WIB
Jelang Pilkada DKI, Foke Minta Petuah Jusuf Kalla
-
Minggu, 27/05/2012 15:39 WIB
Antrean Mobil Masuk ke Mal Macetkan Jalan Margonda Depok
-
Minggu, 27/05/2012 15:31 WIB
Salut! 100 Persen Siswa di Pulau Terluar Indonesia Lulus UN
-
Minggu, 27/05/2012 14:26 WIB
Survei LSI, Foke dan Jokowi Masih Cagub Terkuat
-
Minggu, 27/05/2012 15:43 WIB
Jelang Pilkada DKI, Foke Minta Petuah Jusuf Kalla
-
Minggu, 27/05/2012 14:56 WIB
3 Orang Tewas & 3 Kritis Dalam Pesta Miras Oplosan di Indramayu
-
Minggu, 27/05/2012 12:45 WIB
Kisah Hasidah di Pulau Terluar Indonesia, 1 Rumah 2 Negara
-
680 Komentar
-
288 Komentar
-
255 Komentar
-
224 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 901.000
- Rp 6,047.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
