detikcom

Dukung Ibas, PD Surakarta Hanya Terima Uang Transpor Saat Kongres

Muchus Budi R. - detikNews
Kamis, 09/02/2012 14:26 WIB
Solo Ketua DPC Partai Demokrat, Eddy Wirabhumi, mengaku tidak pernah menerima uang dari calon ketua umum dalam Kongres PD di Bandung tahun 2010. Dia hanya menerima uang dari panitia kongres sebagai ganti transportasi. Sedangkan dalam kongres, dia memilih calon yang didukung Ibas yang merupakan representasi SBY.

"Setidaknya saya tidak pernah menerima uang dari calon mana pun. Yang saya terima adalah uang dari panitia kongres sebagai uang pengganti transportasi. Sedangkan berapa jumlahnya saya sudah lupa, yang jelas hitung-hitungannya kami nombok," ujarnya, Kamis (9/2/2012).

Eddy lalu memaparkan bahwa saat itu yang dapat undangan untuk hadir ke kongres hanya Ketua dan Sekretaris DPC. Namun yang berangkat, selain dua orang itu juga semua anggota DPRD dari PD dan sejumlah pengurus DPC maupun PAC. Uang yang diberikan panitia itu selanjutnya digunakan bersama. Karena dana itu kurang maka selanjutnya dicukupi dari kocek pribadi.

Tentang kepada siapa itu dirinya menentukan pilihan ketika pemungutan suara untuk memilih ketua umum, Eddy enggan memberikan jawaban tegas. Dia hanya mengatakan dia sejak awal telah menegaskan tidak akan menjadi pendukung salah satu calon, namun berada pada posisi mendukung apa pun arahan Ketua Dewan Pembina PD, Susilo Bambang Yudhoyono.

"Saya sejak awal menegaskan berada pada posisi mendukung apa pun arahan yang dberikan oleh Ketua Dewan Pembina, yang saat itu direpresentasikan pada Mas Ibas (Edhie Baskoro Yudhoyo). Apa pun yang diarahkan oleh Mas Ibas saat itu adalah arahan yang harus saya laksanakan," ujarnya diplomatis. Sekadar diketahui, saat kongres, Ibas berada di kubu Andi Mallarang.

Isu suap mencuat saat sejumlah pengurus di daerah mengaku menerima dana saat kongres. Mantan Ketua DPC Demokrat Minahasa Tenggara, Diana Maringka, misalnya, mengaku menerima uang sekitar Rp 100 juta dalam pecahan rupiah dollar dan BlackBerry. Informasi ini tengah diusulkan dibahas Dewan Kehormatan dan Dewan Pengawas agar ke depan partai tidak diisi orang bermasalah.

(try/nrl)

Share:


Komentar (0 Komentar)

    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    Lapsus Index ยป
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel