detikcom

LSM Kritik Proses Seleksi Calon Anggota KPU-Bawaslu yang Tak Transparan

Lia Harahap - detikNews
Kamis, 09/02/2012 13:15 WIB
Jakarta Tim Seleksi Calon Anggota KPU-Bawaslu telah mengumumkan nama-nama anggota yang lolos tahap kedua sebanyak 48 orang. Terdiri dari 30 orang untuk calon anggota KPU dan 18 orang untuk Bawaslu.

Koalisi Pemilu Berintegrasi yang terdiri dari ICW, IBC, FORMAPPI dan beberapa LSM lainnya menganggap proses seleksi yang telah sampai tahap kedua ini tidak berjalan transparan.

"Kita melihat ada proses yang ditutupi dalam tahapan proses seleksi KPU dan Bawaslu kali ini," kata Koordinator ICW, Danang Widoyoko, dalam jumpa pers di Jakarta Pusat, Kamis (9/2/2012).

Danang menambahkan, harusnya Pansel menyediakan akses yang luas pada publik untuk memberikan masukan baik pada proses seleksi maupun pada calon-calon yang mendaftar. Karena masukan dari masyarakat tentu sangat penting untuk menghasilkan susunan KPU-Bawaslu yang memiliki integritas terlebih menghadapi Pemilu 2014.

"Hanya umumkan nama, tanpa memberikan penjelasan mengenai latar belakang dan rekam jejak calon tersebut," tambahnya.

Lebih jauh ia menjelaskan, nama-nama yang lolos menjadi anggota memang cukup baik karena berasal dari berbagai profesi. Namun, visi dan misi para anggota diharapkan juga menjadi fokus perhatian pansel.

"Harus memiliki visi kepemiluan dan demokrasi, aspek integritas dan independensi. Untuk membangun kualitas kepemiluan dan demokrasi," tambahnya.

Visi misi itu penting dimiliki para calon. Tujuannya, agar tidak ada lagi kasus yang melibatkan anggota KPU karena diintervensi oleh partai.

"Tapi yang kita lihat, tim seleksi tidak mendapatkan dukungan maksimal dari Kemendagri, tidak ada dukungan serius yang membuat tim ini bekerja maksimal, buktinya saja anggaran terbatas dan proses seleksinya tidak transparan," kritiknya.

"Kalau itu terjadi kita takutkan independensi KPU dan Bawaslu akan dipertanyakan, dan KPU akan memihak pada kepentingan partai-partai tertentu," tandasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Eksekutif IBC, Arif Nuralam juga mengkritik, sebenarnya Pansel yang dibentuk untuk memilih anggota KPU-Bawaslu tidak dari lingkungan birokrasi.

"Karena akan menghasilkan anggota yang integritasnya dipertanyakan juga," kata Arif.

Di tahap seleksi ketiga ini, koalisi berharap ada satu akses yang disediakan pansel agar publik bisa memantau siapa anggota KPU-Bawaslu yang cocok untuk menghasilkan Pemilu yang berkualitas ke depan. Tidak menyisakan permasalahan yang berhubungan dengan sebuah partai.

"Kita minta ada akses internet agar profil calon bisa dipantau publik, tapi sampai sekarang belum disediakan oleh pansel padahal itu penting untuk kontrol publik, karena mungkin ada rekam jejak mereka yang tidak bersinergi dengan tugas mereka nantinya," tandas Arif.

Sebelumnya Pansel sudah mengumukan nama-nama yang lolos dalam seleksi calon anggota KPU-Bawaslu. Untuk anggota KPU, 30 calon lolos seleksi tahap kedua dari 106 calon yang lolos tahap pertama. Sedangkan untuk calon anggota Bawaslu, 18 orang dinyatakan lulus seleksi tahap kedua dari 61 orang calon lolos tahap pertama.

Berikut ini nama-nama anggota KPU yang lolos tahap kedua. Ikhwaluddin Simatupang, Ferry Kurnia Rizkiyansyah, Abdul Haeba Ramli, Ida Budhiati, Arief Budiman, Tjiptogoro Dinaryo, Husni Kamil Manik, Hemat Dwi Nuryanto, Sapardiyono, Bosman, Evie Ariadne Shinta Dewi, Hadar Nafis Gumay, Luqman Hakim, dan Nurliah Nurdin.

Selanjutnya yakni Mohammad Adhy Syahputra Aman, Ari Darmastuti, Enny Nurbaningsih, Ummi Azizah Rachmawati, Mohammad Najib, Juri Ardiantoro, Sigit Pamungkas, Ilham Saputra, Lukman Hakim, Agus Machfud Fauzi, Didik Prasetiyono, Ketut Udi Prayudi, Zainal Abidin, Mareska Mantik dan Nurazizah.

(lia/lh)

Share:


Komentar (0 Komentar)

    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    Lapsus Index »
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel