detikcom

Mengembalikan Kejayaan Pesisir Timur Harus Pertahankan Lingkungan

Taufik Wijaya - detikNews
Kamis, 09/02/2012 12:19 WIB
Palembang Konsep pembangunan yang akan dijalankan pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, di wilayah pesisir timur, merupakan konsep yang menarik dan harus didukung. Tetapi, belajar dari sejarah masa lalu, pembangunan tersebut harus tetap menjaga kondisi lingkungan.

"Menjaga lingkungan itu berupa mempertahankan daerah resapan air dan sungai yang ada. Jangan melakukan penimbunan, kecuali membuat akses jalan darat. Tapi yang terpenting merevitalisasi sungai yang saat ini menyempit atau tertimbun akibat proyek transmigrasi. Sebab sebagian besar sungai tersebut merupakan sentra aktifitas di masa lalu. Banyak
ditemukan bukti-bukti sejarah di sekitar sungai yang hilang itu," kata Kepala Balai Arkeologi Palembang Nurhadi Rangkuti kepada detik.com, Kamis (09/02/2012).

Dijelaskan Nurhadi, pada awal Masehi wilayah pesisir timur Sumatera Selatan merupakan wilayah yang hidup secara ekonomi di kawasan Asia Tenggara. Semua aktifitas ekonomi berkembang karena didukung oleh lingkungan, yakni selain dekat dengan pantai, juga memiliki ratusan sungai.

"Diyakini pula wilayah ini yang berperan besar dalam melahirkan Kerajaan Sriwijaya," kata Nurhadi.

Berbagai bukti sejarah, kata Nurhadi, banyak ditemukan di pesisir Timur Sumatera Selatan. Misalnya di daerah Air Sugihan, ditemukan sedikitnya 20 situs sejarah. Dari situs itu ditemukan tembikar, keramik Cina, bangkai perahu, manik-manik dari India, serta sisa pemukiman penduduk berupa tiang-tiang rumah. Bukti-bukti sejarah tersebut berasal dari awal Masehi.

Sementara di Tulungselapan ditemukan sisa perahu beserta isinya dari masa Kerajaan Sriwijaya, yakni berkisar abad ke-8.
Bahkan, di masa lalu Kayuagung merupakan sentra produksi tembikar berupa tungku perahu di Nusantara. Artinya di masa lalu, produksi tungku perahu telah menyebar ke berbagai wilayah di Nusantara, termasuk pula hingga ke Semenanjung Malaya dan Asia Tenggara.

"Kayuagung juga merupakan sentra produksi perahu kijing yang saat ini sudah sulit ditemukan di Sumatera Selatan," katanya.

Terhadap bukti-bukti sejarah tersebut, Nurhadi berharap pemerintah OKI, termasuk pemerintah yang wilayah pesisir timur masuk ke kabupaten lain seperti Banyuasin dan Musi Banyuasin, harus dijaga dan dilestarikan. “Sehingga dapat menjadi objek wisata dan ilmu pengetahuan, serta menjadi simbol spirit masyarakat dalam mengembangkan kawasan tersebut menjadi pusat ekonomi seperti di masa lalu," katanya.

"Saya percaya Ishak Mekki (Bupati OKI) sangat tahu dan mengerti soal sejarah ini," kata Nurhadi.

"Terhadap konsep yang dijalankannya itu, saya setuju dan sangat memungkinkan wilayah pesisir timur menjadi pusat bisnis atau perdagangan, sebab di masa lalu pernah mengalami kejayaan," imbuhnya.

(tw/try)

Share:


Komentar (0 Komentar)

    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    Lapsus Index »
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel