detikcom

Dewan Kehormatan Didesak Proses Dugaan Money Politics Kongres PD

Elvan Dany Sutrisno - detikNews
Kamis, 09/02/2012 12:14 WIB
Jakarta Mantan Ketua DPC Demokrat Minahasa Tenggara, Diana Maringka, buka suara terkait tudingan politik uang dalam pemilihan Ketua Umum Partai Demokrat. Dewan Kehormatan PD diminta memproses fakta ini.

"Ya informasi ini perlu dilanjutkan Dewan Kehormatan dan Dewan Pengawas bukan wilayahnya Dewan Pembina. Dewan Pembina lebih pada kebijakan partai kemudian masukan kebijakan kepada Ketua Dewan Pembina terkait dukungan publik kepada partai yang turun," kata anggota Dewan Pembina PD, Hayono Isman, kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (9/2/2012).

Hayono menuturkan di balik setiap permasalahan pasti ada berkah. Nantinya tak ada lagi kader PD yang bermasalah.

"Ya menurut saya di balik musibah selalu ada fitnah ada berkah. Selalu tidak ada tempat bagi partai yang kadernya yang melanggar. Hikmahnya kepada semua partai, akan ada sinyal yang jelas bagi pengurus partai yang melakukan pelanggaran," kata Hayono.

Namun Hayono mengaku tak meminta Anas mundur. Hanya meminta Anas memikirkan penyelamatan PD.

"Saya tidak pernah menyatakan Anas mundur atau nonaktif tapi faktanya citra partai turun drastis silahkan ini menjadi pertimbangan partai yang terbaik untuk partai,"tegasnya.

Mantan Ketua DPC Demokrat Minahasa Tenggara, Diana Maringka, buka suara terkait tudingan politik uang dalam pemilihan Ketua Umum Partai Demokrat. Dia siap mengembalikan uang sekitar Rp 100 juta dalam pecahan rupiah dollar serta BlackBerry, pemberian kubu Anas Urbaningrum.

Diana menceritakan bagaimana duit digelontorkan ke pihaknya dan juga seluruh DPC di Sulut saat menjelang pemilihan. "Sebelum kongres ke-2 di Bandung, dari Sulut sering melakukan pertemuan. Saya dipanggil teman-teman dari Sulut yang inti pertemuannya ingin memilih Anas dalam pemilihan nanti," tutur Diana kepada detikcom, sebelumnya.

Pertemuan sebelum kongres dilakukan intens dengan interval waktu cukup rapat antar pertemuan. Lokasi yang dipilih adalah Holten Sultan, Jakarta. Namun, Diana tidak mengingat tanggal setiap pertemuan. Dalam pertemuan tersebut membulatkan tekad untuk memilih Anas

Selanjutnya, saat kongres berlangsung di Bandung dia mengaku menerima sejumlah uang dalam bentuk pecahan rupiah dan dollar Amerika. "Pertama saya menerima Rp 30 juta, lalu ada US$ 2 ribu," terang Diana.

Duit tersebut diserahkan dengan cara memanggil satu per satu DPC dari Sulut oleh Tim Sukses Anas Urbaningrum. Setiap penerima hanya membubuhkan tanda tangan dari penerimaan uang sebagai bukti uang telah sampai ke penerima. Tidak hanya sampai di situ, duit kembali digelontorkan kepada para peserta kongres. Duit tersebut diserahkan pagi hari sekitar pukul 06.00 WIB sebelum waktu pemilihan dimulai. "Kita menerima US$ 5 ribu," ungkap Diana.

Bukan hanya duit dalam pecahan dollar dan rupiah, konstituen yang memilih Anas Urbaningrum juga diberikan gadget BlackBerry. "Saya tidak tahu berapa banyak jumlahnya, tapi semua dapat BlackBerry," kata Diana.

Diana mengaku siap mengembalikan duit dan BlackBerry yang diterima saat proses pemilihan Ketum PD. "Uangnya siap dikembalikan Rp 30 juta, BlacBerry, plus US$ 7 ribu, semua siap dikembalikan," tegasnya.
(van/gah)

Share:


Komentar (0 Komentar)

    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    Lapsus Index »
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel