Keliling Kampus, Mahasiswa ISI Yogya Tolak Ganti Nama Jadi ISBI
Kamis, 09/02/2012 11:51 WIB
Jakarta
Seratusan mahasiswa Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta menolak pergantian nama kampus menjadi Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI). Alasannya penggantian nama tersebut tanpa ada sosialisasi dan pemerintah/ Kementerian Pendidikan dan Budaya terkesan memaksakan.
Aksi tersebut digelar di Kampus ISI Jl Parangtritis Km 5,5, Sewon, Bantul, Kamis (9/2/2012). Mahasiswa menggelar aksi di depan pintu masuk kampus dengan mencopot spanduk bertuliskan penolakan ISBI.
"Biarkan ISI tetap menjadi Institut Seni Indonesia bukan Institut Seni Budaya Indonesia," kata Arief salah seorang peserta aksi.
Mereka kemudian berkeliling kampus untuk mengajak mahasiswa berbagai fakultas untuk mengikuti aksi penolakan tersebut dan menuju kantor rektor ISI.
Salah seorang staf pengajar ISI, Prof Dr Dwi Marianto mengatakan penolakan penggantian nama ISI menjadi ISBI tidak hanya dilakukan di Yogyakarta saja. Namun juga institut lain seperti ISI Solo, ISI Denpasar, ITB, UNJ, Universitas Trisakti Jakarta, Universitas Kristen Petra Surabaya dll.
Menurut Dwi, pemerintah melakukan penggantian nama tersebut dengan cepat tanpa melakukan sosialisasi atau public hearing di tingkat bawah. Apabila ada pergantian nama seharusnya ada kajian akademis dalam waktu lama. Sementara itu kajian akademis yang mendasar berkaitan dengan esensi perubahan nama tidak jelas.
"Ini kesannnya tiba-tiba dan tanpa ada sosialisasi lebih dulu. Kami mulai mendengar ini pada awal bulan Januari kemarin sehingga menimbulkan keresahan bahkan konflik baik mahasiswa dan dosen," katanya.
Dwi menegaskan mengubah nama itu bukan hal mudah baik dari sisi administratif, branding, dan marketing. Sedangkan dari sisi konten atau mata kuliah, di ISI juga telah diajarkan berbagai mata kuliah yang berkaitan dengan cultural studies, sosiologi seni, semiotika, hermeneutika seni, filsafat dll.
Menurut dia, butuh biaya besar untuk mengubahnya serta penjelasan yang detil dari pemerintah. Saat ini hampir semua perguruan tinggi yang ada jurusan seni banyak yang tidak setuju. Sedangkan sikap pimpinan perguruan tinggi belum jelas dengan alasan menunggu perkembangan.
"Harus ada penjelasan dan kajian mendalam sehingga tidak salah tafsir," jelas Dwi Marianto.
(try/nrl)
Aksi tersebut digelar di Kampus ISI Jl Parangtritis Km 5,5, Sewon, Bantul, Kamis (9/2/2012). Mahasiswa menggelar aksi di depan pintu masuk kampus dengan mencopot spanduk bertuliskan penolakan ISBI.
"Biarkan ISI tetap menjadi Institut Seni Indonesia bukan Institut Seni Budaya Indonesia," kata Arief salah seorang peserta aksi.
Mereka kemudian berkeliling kampus untuk mengajak mahasiswa berbagai fakultas untuk mengikuti aksi penolakan tersebut dan menuju kantor rektor ISI.
Salah seorang staf pengajar ISI, Prof Dr Dwi Marianto mengatakan penolakan penggantian nama ISI menjadi ISBI tidak hanya dilakukan di Yogyakarta saja. Namun juga institut lain seperti ISI Solo, ISI Denpasar, ITB, UNJ, Universitas Trisakti Jakarta, Universitas Kristen Petra Surabaya dll.
Menurut Dwi, pemerintah melakukan penggantian nama tersebut dengan cepat tanpa melakukan sosialisasi atau public hearing di tingkat bawah. Apabila ada pergantian nama seharusnya ada kajian akademis dalam waktu lama. Sementara itu kajian akademis yang mendasar berkaitan dengan esensi perubahan nama tidak jelas.
"Ini kesannnya tiba-tiba dan tanpa ada sosialisasi lebih dulu. Kami mulai mendengar ini pada awal bulan Januari kemarin sehingga menimbulkan keresahan bahkan konflik baik mahasiswa dan dosen," katanya.
Dwi menegaskan mengubah nama itu bukan hal mudah baik dari sisi administratif, branding, dan marketing. Sedangkan dari sisi konten atau mata kuliah, di ISI juga telah diajarkan berbagai mata kuliah yang berkaitan dengan cultural studies, sosiologi seni, semiotika, hermeneutika seni, filsafat dll.
Menurut dia, butuh biaya besar untuk mengubahnya serta penjelasan yang detil dari pemerintah. Saat ini hampir semua perguruan tinggi yang ada jurusan seni banyak yang tidak setuju. Sedangkan sikap pimpinan perguruan tinggi belum jelas dengan alasan menunggu perkembangan.
"Harus ada penjelasan dan kajian mendalam sehingga tidak salah tafsir," jelas Dwi Marianto.
(try/nrl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Minggu, 27/05/2012 15:53 WIB
Merampas Motor di 21 Lokasi, Briptu Dirwanto Ditangkap di Indramayu
-
Minggu, 27/05/2012 15:48 WIB
Mercy Terbakar di Depan PIM 2, Lalin Sempat Macet
-
Minggu, 27/05/2012 15:43 WIB
Jelang Pilkada DKI, Foke Minta Petuah Jusuf Kalla
-
Minggu, 27/05/2012 15:39 WIB
Antrean Mobil Masuk ke Mal Macetkan Jalan Margonda Depok
-
Minggu, 27/05/2012 15:31 WIB
Salut! 100 Persen Siswa di Pulau Terluar Indonesia Lulus UN
-
Minggu, 27/05/2012 14:26 WIB
Survei LSI, Foke dan Jokowi Masih Cagub Terkuat
-
Minggu, 27/05/2012 14:56 WIB
3 Orang Tewas & 3 Kritis Dalam Pesta Miras Oplosan di Indramayu
-
Minggu, 27/05/2012 12:45 WIB
Kisah Hasidah di Pulau Terluar Indonesia, 1 Rumah 2 Negara
-
Minggu, 27/05/2012 13:40 WIB
Corby Diusulkan Jadi Duta Anti Narkoba
-
677 Komentar
-
288 Komentar
-
255 Komentar
-
224 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 575.000
- Rp 2,847.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
