Gunung Ijen Turun Status dari Siaga ke Waspada
Kamis, 09/02/2012 11:22 WIB
Jakarta
Pertengahan Desember 2011 lalu, Gunung Ijen di Banyuwangi, Jawa Timur, statusnya dinaikkan dari Waspada (level II) menjadi Siaga (level III). Syukurlah kini status bahaya gunung itu diturunkan, kembali ke level Waspada.
Penurunan status gunung itu dipublikasikan Pusat Vulkanologi Mitigasi dan Bencana Geologi (PVBMG) di vsi.esdm.go.id pada Rabu (8/2/2012).
Berdasar pemantauan visual tangal 5 Februari 2012, cuaca di Gunung Ijen cerah, angin bertiup sedang dari utara-timur laut. Pada pengamatan yang dilakukan di lokasi sublimasi belerang, terlihat endapan belerang cukup banyak dan sebagian terbakar, tercium tajam gas belerang. Dari pengukuran air danau permukaan diketahui suhunya 19,4 derajat C pada suhu udara 18,2 derajat C.
Selain itu diketahui pula suhu solfatara (hembusan gas gunung berapi yang banyak mengandung belerang) yang terukur 247 derajat C. Unsur-unsur kimia seperti H2S, CO2, CO tidak terdeteksi. Solfatara kawah Ijen dipenuhi belerang berwarna kuning keemasan, asap tebal dan berbau belerang sangat tajam.
Untuk melihat aktivitas gunung juga dilakukan pemantauan suhu air danau kawah ijen. Berdasar pengukuran pada 2 Februari 2012, suhu air danau terukur 19,3 derajat C, pada suhu udara 16 derajat C dan pH 2,2. Sedangkan pada 5 Februari 2012 di suhu udara 18,2 derajat C terukur suhu permukaan air danau 19,4 derajat C.
PVMBG menengarai terjadi perubahan suhu air danau kawah sejak tanggal 20 Januari 2012 dari 42 derajat C pada tanggal 2 Februari 2012 menjadi 37 derajat C.
Selain itu, aktivitas kegempaan di Gunung Ijen juga mengalami penurunan dibanding pada pertengahan Desember 2011 lalu. Tiltmeter yang dipasang pada 10 Januari lalu untuk mengetahui deformasi gunung, awalnya merekam data yang tidak stabil. Namun sejak 16 Januari data Tilt untuk komponen radial dan tangensial mulai stabil.
Data-data itu menunjukkan penurunan aktivitas vulkanis, sehingga status bahaya gunung ini diturunkan. "Berdasarkan hasil pengamatan visual dan kegempaan serta analisis data tersebut maka terhitung tanggal 8 Februari 2012 pukul 13.00 WIB status kegiatan Gunung Ijen diturunkan dari Siaga (Level III) menjadi Waspada (Level II)," demikian tulis PVMBG.
Meski status bahayanya turun, namun tetap ada potensi bahaya yang harus diwaspadai. Potensi bahaya erupsi Gunung Ijen pada Kawasan Rawan Bencana (KRB) III adalah di sekitar danau kawah yang bisa terlanda ancaman aliran gas racun, aliran awan panas, lumpur panas, aliran lava, hujan abu lebat dan lahar letusan.
Sedangkan di KRB II berpotensi terlanda aliran awan panas, lahar letusan, lahar hujan, hujan abu lebat, kemungkinan longsoran puing vulkanik dan lontaran batu pijar.
Lalu di KRB I ada potensi terlanda aliran lahar hujan, kemungkinan perluasan awan panas atau lahar letusan, hujan abu lebat, kemungkinan dapat terkena lontaran batu pijar.
Potensi bahaya aktivitas Gunung Ijen saat ini adalah semburan lumpur di sekitar kawah, munculnya gas di sekitar kawah, dan meluapnya air danau kawah. Masyarakat di sekitar Gunung Ijen dan pengunjung atau penambang tidak diperbolehkan mendekati kawah yang ada di puncak gunung itu dalam radius 1 km dari kawah aktif.
Masyarakat yang bertempat tinggal di sekitar Gunung Ijen dalam KRB II pun diminta selalu waspada dan tetap memperhatikan perkembangan kegiatan gunung yang dikeluarkan oleh BPBD setempat. Sedangkan masyarakat yang tinggal di sepanjang bantaran Sungai Banyuputih yang berhulu di danau Kawah Ijen diminta untuk tetap waspada terhadap kemungkinan terjadinya luapan air danau kawah ijen apabila terjadi letusan Gunung Ijen.
(vit/nrl)
Penurunan status gunung itu dipublikasikan Pusat Vulkanologi Mitigasi dan Bencana Geologi (PVBMG) di vsi.esdm.go.id pada Rabu (8/2/2012).
Berdasar pemantauan visual tangal 5 Februari 2012, cuaca di Gunung Ijen cerah, angin bertiup sedang dari utara-timur laut. Pada pengamatan yang dilakukan di lokasi sublimasi belerang, terlihat endapan belerang cukup banyak dan sebagian terbakar, tercium tajam gas belerang. Dari pengukuran air danau permukaan diketahui suhunya 19,4 derajat C pada suhu udara 18,2 derajat C.
Selain itu diketahui pula suhu solfatara (hembusan gas gunung berapi yang banyak mengandung belerang) yang terukur 247 derajat C. Unsur-unsur kimia seperti H2S, CO2, CO tidak terdeteksi. Solfatara kawah Ijen dipenuhi belerang berwarna kuning keemasan, asap tebal dan berbau belerang sangat tajam.
Untuk melihat aktivitas gunung juga dilakukan pemantauan suhu air danau kawah ijen. Berdasar pengukuran pada 2 Februari 2012, suhu air danau terukur 19,3 derajat C, pada suhu udara 16 derajat C dan pH 2,2. Sedangkan pada 5 Februari 2012 di suhu udara 18,2 derajat C terukur suhu permukaan air danau 19,4 derajat C.
PVMBG menengarai terjadi perubahan suhu air danau kawah sejak tanggal 20 Januari 2012 dari 42 derajat C pada tanggal 2 Februari 2012 menjadi 37 derajat C.
Selain itu, aktivitas kegempaan di Gunung Ijen juga mengalami penurunan dibanding pada pertengahan Desember 2011 lalu. Tiltmeter yang dipasang pada 10 Januari lalu untuk mengetahui deformasi gunung, awalnya merekam data yang tidak stabil. Namun sejak 16 Januari data Tilt untuk komponen radial dan tangensial mulai stabil.
Data-data itu menunjukkan penurunan aktivitas vulkanis, sehingga status bahaya gunung ini diturunkan. "Berdasarkan hasil pengamatan visual dan kegempaan serta analisis data tersebut maka terhitung tanggal 8 Februari 2012 pukul 13.00 WIB status kegiatan Gunung Ijen diturunkan dari Siaga (Level III) menjadi Waspada (Level II)," demikian tulis PVMBG.
Meski status bahayanya turun, namun tetap ada potensi bahaya yang harus diwaspadai. Potensi bahaya erupsi Gunung Ijen pada Kawasan Rawan Bencana (KRB) III adalah di sekitar danau kawah yang bisa terlanda ancaman aliran gas racun, aliran awan panas, lumpur panas, aliran lava, hujan abu lebat dan lahar letusan.
Sedangkan di KRB II berpotensi terlanda aliran awan panas, lahar letusan, lahar hujan, hujan abu lebat, kemungkinan longsoran puing vulkanik dan lontaran batu pijar.
Lalu di KRB I ada potensi terlanda aliran lahar hujan, kemungkinan perluasan awan panas atau lahar letusan, hujan abu lebat, kemungkinan dapat terkena lontaran batu pijar.
Potensi bahaya aktivitas Gunung Ijen saat ini adalah semburan lumpur di sekitar kawah, munculnya gas di sekitar kawah, dan meluapnya air danau kawah. Masyarakat di sekitar Gunung Ijen dan pengunjung atau penambang tidak diperbolehkan mendekati kawah yang ada di puncak gunung itu dalam radius 1 km dari kawah aktif.
Masyarakat yang bertempat tinggal di sekitar Gunung Ijen dalam KRB II pun diminta selalu waspada dan tetap memperhatikan perkembangan kegiatan gunung yang dikeluarkan oleh BPBD setempat. Sedangkan masyarakat yang tinggal di sepanjang bantaran Sungai Banyuputih yang berhulu di danau Kawah Ijen diminta untuk tetap waspada terhadap kemungkinan terjadinya luapan air danau kawah ijen apabila terjadi letusan Gunung Ijen.
(vit/nrl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Minggu, 27/05/2012 15:53 WIB
Merampas Motor di 21 Lokasi, Briptu Dirwanto Ditangkap di Indramayu
-
Minggu, 27/05/2012 15:48 WIB
Mercy Terbakar di Depan PIM 2, Lalin Sempat Macet
-
Minggu, 27/05/2012 15:43 WIB
Jelang Pilkada DKI, Foke Minta Petuah Jusuf Kalla
-
Minggu, 27/05/2012 15:39 WIB
Antrean Mobil Masuk ke Mal Macetkan Jalan Margonda Depok
-
Minggu, 27/05/2012 15:31 WIB
Salut! 100 Persen Siswa di Pulau Terluar Indonesia Lulus UN
-
Minggu, 27/05/2012 14:26 WIB
Survei LSI, Foke dan Jokowi Masih Cagub Terkuat
-
Minggu, 27/05/2012 14:56 WIB
3 Orang Tewas & 3 Kritis Dalam Pesta Miras Oplosan di Indramayu
-
Minggu, 27/05/2012 12:45 WIB
Kisah Hasidah di Pulau Terluar Indonesia, 1 Rumah 2 Negara
-
Minggu, 27/05/2012 13:40 WIB
Corby Diusulkan Jadi Duta Anti Narkoba
-
677 Komentar
-
288 Komentar
-
255 Komentar
-
224 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 575.000
- Rp 2,847.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
