Bangun Altar untuk Mendiang Kim Jong-il, Aktivis Korsel Ditahan
Rabu, 08/02/2012 20:10 WIB
Seoul
Seorang aktivis Korea Selatan (Korsel) kepergok mendirikan altar untuk berkabung bagi pemimpin Korea Utara (Korut), mendiang Kim Jong-Il. Aktivis berusia 53 tahun itu pun kini ditahan dan diadili.
Aktivis pro-reunifikasi Korea tersebut diketahui bernama Yoon. Oleh pengadilan, dia juga dijerat atas pembuatan dan distribusi selebaran pro-Korut dan mengunggah artikel di internet yang isinya memuji-muji rezim komunis Korut.
Demikian seperti dilansir oleh kantor berita AFP, Rabu (8/2/2012).
UU Keamanan Nasional Korsel memang mengatur soal pelarangan bagi warga Korsel untuk memuji ataupun mendukung rezim Korut dalam bentuk apapun. Seperti diketahui, hubungan kedua negara di Semenanjung Korea tersebut terus menegang sejak perang antar keduanya yang terjadi pada 1950-1953 silam.
Yoon ditahan oleh pihak berwenang pasca dikeluarkannya surat perintah penangkapan oleh pengadilan setempat.
Sikap pemerintah seperti bukan yang pertama kali terjadi di Korsel. Bulan lalu, polisi menutup sebuah gedung di dekat balaikota Seoul karena digunakan sebagai tempat penghormatan bagi Kim Jong-il. Polisi menangkap sekelompok orang yang berusaha memasang foto Jong-il dan meletakkan bunga di altar untuk mendiang pemimpin Korut tersebut.
Saat Jong-il meninggal pada 17 Desember 2011 lalu, pemerintah Korsel hanya menyampaikan bela sungkawa kepada warga Korut, tapi tidak kepada pemerintahnya. Korsel bahkan hanya mengizinkan 2 tokoh ternama untuk menyampaikan bela sungkawa langsung dan melayat Jong-il ke Pyongyang.
Sikap pemerintah Korsel ini memicu kemarahan Korut. Otoritas Korut bahkan menyebut Korsel tidak menghormati mereka dan mengancam akan melakukan aksi balas dendam.
Terhadap kasus penahan aktivis ini, organisasi HAM, Amnesty International mengkritisi pemerintah Korsel dengan menyebutnya terlalu berlebihan dalam menerapkan Undang-undang Keamanan Nasional. Menurut mereka, apa yang dilakukan oleh pemerintah Korsel merupakan bentuk pelanggaran terhadap kebebasan berekspresi yang dimiliki setiap orang.
(nvc/mok)
Aktivis pro-reunifikasi Korea tersebut diketahui bernama Yoon. Oleh pengadilan, dia juga dijerat atas pembuatan dan distribusi selebaran pro-Korut dan mengunggah artikel di internet yang isinya memuji-muji rezim komunis Korut.
Demikian seperti dilansir oleh kantor berita AFP, Rabu (8/2/2012).
UU Keamanan Nasional Korsel memang mengatur soal pelarangan bagi warga Korsel untuk memuji ataupun mendukung rezim Korut dalam bentuk apapun. Seperti diketahui, hubungan kedua negara di Semenanjung Korea tersebut terus menegang sejak perang antar keduanya yang terjadi pada 1950-1953 silam.
Yoon ditahan oleh pihak berwenang pasca dikeluarkannya surat perintah penangkapan oleh pengadilan setempat.
Sikap pemerintah seperti bukan yang pertama kali terjadi di Korsel. Bulan lalu, polisi menutup sebuah gedung di dekat balaikota Seoul karena digunakan sebagai tempat penghormatan bagi Kim Jong-il. Polisi menangkap sekelompok orang yang berusaha memasang foto Jong-il dan meletakkan bunga di altar untuk mendiang pemimpin Korut tersebut.
Saat Jong-il meninggal pada 17 Desember 2011 lalu, pemerintah Korsel hanya menyampaikan bela sungkawa kepada warga Korut, tapi tidak kepada pemerintahnya. Korsel bahkan hanya mengizinkan 2 tokoh ternama untuk menyampaikan bela sungkawa langsung dan melayat Jong-il ke Pyongyang.
Sikap pemerintah Korsel ini memicu kemarahan Korut. Otoritas Korut bahkan menyebut Korsel tidak menghormati mereka dan mengancam akan melakukan aksi balas dendam.
Terhadap kasus penahan aktivis ini, organisasi HAM, Amnesty International mengkritisi pemerintah Korsel dengan menyebutnya terlalu berlebihan dalam menerapkan Undang-undang Keamanan Nasional. Menurut mereka, apa yang dilakukan oleh pemerintah Korsel merupakan bentuk pelanggaran terhadap kebebasan berekspresi yang dimiliki setiap orang.
(nvc/mok)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Sabtu, 26/05/2012 17:28 WIB
Media Iran Serukan Hentikan Negosiasi Nuklir dengan Barat
-
Sabtu, 26/05/2012 17:09 WIB
Banjir Renggut 50 Nyawa di Afghanistan, 59.000 Orang Kehilangan Rumah
-
Sabtu, 26/05/2012 16:47 WIB
Michelle Obama Ingin Menjadi Beyonce!
-
Sabtu, 26/05/2012 14:43 WIB
Duh! Kondisi Kemanusiaan di Suriah Kian Memburuk
-
Sabtu, 26/05/2012 14:16 WIB
110 Orang Tewas dalam Serangan Pasukan Suriah
-
Minggu, 27/05/2012 14:26 WIB
Survei LSI, Foke dan Jokowi Masih Cagub Terkuat
-
Minggu, 27/05/2012 12:45 WIB
Kisah Hasidah di Pulau Terluar Indonesia, 1 Rumah 2 Negara
-
Minggu, 27/05/2012 13:40 WIB
Corby Diusulkan Jadi Duta Anti Narkoba
-
Minggu, 27/05/2012 13:23 WIB
Komisi III DPR: Konser Lady Gaga Batal Terganjal Persyaratan
-
677 Komentar
-
288 Komentar
-
255 Komentar
-
224 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 6,047.000
- Rp 901.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
