DPD PD Serang Anggota Dewan Pembina PD yang Sudutkan Anas
Rabu, 08/02/2012 17:22 WIB
Hayono Isman
Jakarta
Ketua Umum PD Anas Urbaningrum masih mendapat dukungan kuat dari DPD dan DPC PD di beberapa wilayah di Indonesia. DPD PD DKI Jakarta bahkan menyerang balik anggota Dewan Pembina PD yang terus menyudutkan Anas.
Sejumlah anggota Dewan Pembina PD memang terus menyarankan Anas mundur dan fokus pada penuntasan kasus Nazaruddin. Anggota Dewan Pembina PD Ventje Rumangkang misalnya meminta Anas bersikap ksatria mundur demi cinta kepada PD.
Sementara anggota Dewan Pembina PD Ajeng Ratna Suminar bahkan berani menyebut adanya nama-nama pengganti Anas. Lain lagi anggota Dewan pembina PD Hayono Isman yang pertamakali menyarankan Anas mundur. Hayono bahkan menuding Anas tak optimal memimpin PD sehingga popularitas PD terus turun dalam delapan bulan terakhir.
Sekretaris DPD PD DKI Jakarta Irfan Gani menilai pandangan negatif seperti ini tak pantas diucapkan anggota Dewan Pembina PD. Harusnya, menurut Irfan, anggota Dewan Pembina PD menghormati upaya DPP PD untuk mengembalikan citra PD yang terus runtuh diterjang kasus Nazaruddin.
"Ini pernyataan yang keliru yang disampaikan Hayono Isman dari sisi organisasi. Hayono selaku dewan pembina jangan terlalu banyak omong. Biarkan DPP bekerja lebih intens. Karena perintah Ketua Dewan Pembina bahwa semua pihak harus menghormati proses hukumnya," tutur Irfan kepada detikcom, Rabu (8/2/2012).
Irfan kembali mengingatkan bahwa Ketua Umum PD sampai saat ini masih Anas Urbaningrum. Tak ada alasan bagi anggota Dewan Pembina PD untuk terus mendiskreditkan Anas.
"DPP hal ini dalam hal ini nahkodanya Anas Urbaningrum. Selaku kader PD saya mempertanyakan Hayono Isman yang tak lain sebagai anggota DPR RI dari PD. Kunjungan konstituen itu pun tak pernah dia lakukan. Hayono Isman memperkeruh suasana. Buruk rupa cermin dibelah. Yang buruh kinerjanya dia kemudian menyalahkan orang lain," protes Irfan.
Irfan bahkan berani meminta kepada Presiden SBY untuk mengevaluasi anggota Dewan Pembina yang terus menyudutkan Anas. "Ketua Dewan Pembina agar mengevaluasi Hayono Isman dan anggota dewan pembina lain yang tidak sesuai arahan SBY. Kondisi terbaik saat ini adalah menahan diri,"tandasnya.
Sebelumnya diberitakan Hayono yang pernah meminta Anas mundur mengungkit turunnya citra PD selama delapan bulan terakhir. Hayono pun mengimbau Anas memimpin DPP segera melakukan penyelamatan partai. Kalau tidak, maka penyelamatan partai akan diambil alih oleh Dewan Pembina PD.
"DPP kita pantau dan hasil survei selama delapan bulan kita sudah turun hampir delapan poin. DPP harus segera ambil langkah penyelamatan caranya bagaimana terserah DPP jangan sampai di bawah 10 persen," tegas anggota Dewan Pembina PD Hayono Isman di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (6/2) lalu.
Hayono mengatakan pernyataan Ketua Dewan Pembina PD SBY terkait penurunan elektabilitas PD dari berbagai survei adalah sebuah instruksi untuk DPP. "Kalau tidak ada tindakan konkrit bisa menurun terus dan masalah ini diserahkan pada DPP kalau DPP tak mampu maka Dewan Pembina turun tangan," jelasnya.
Menurut Hayono jika elektabiltas partai sudah turun akan sulit untuk bangkit kembali. Hayono sendiri menilai batas psikologis penurunan elektabilitas partai adalah 10 persen. "Kita harapkan DPP cari solusinya. Kalau DPP membiarkan terus maka tidak bertanggungjawab namanya," katanya.
(van/gun)
Sejumlah anggota Dewan Pembina PD memang terus menyarankan Anas mundur dan fokus pada penuntasan kasus Nazaruddin. Anggota Dewan Pembina PD Ventje Rumangkang misalnya meminta Anas bersikap ksatria mundur demi cinta kepada PD.
Sementara anggota Dewan Pembina PD Ajeng Ratna Suminar bahkan berani menyebut adanya nama-nama pengganti Anas. Lain lagi anggota Dewan pembina PD Hayono Isman yang pertamakali menyarankan Anas mundur. Hayono bahkan menuding Anas tak optimal memimpin PD sehingga popularitas PD terus turun dalam delapan bulan terakhir.
Sekretaris DPD PD DKI Jakarta Irfan Gani menilai pandangan negatif seperti ini tak pantas diucapkan anggota Dewan Pembina PD. Harusnya, menurut Irfan, anggota Dewan Pembina PD menghormati upaya DPP PD untuk mengembalikan citra PD yang terus runtuh diterjang kasus Nazaruddin.
"Ini pernyataan yang keliru yang disampaikan Hayono Isman dari sisi organisasi. Hayono selaku dewan pembina jangan terlalu banyak omong. Biarkan DPP bekerja lebih intens. Karena perintah Ketua Dewan Pembina bahwa semua pihak harus menghormati proses hukumnya," tutur Irfan kepada detikcom, Rabu (8/2/2012).
Irfan kembali mengingatkan bahwa Ketua Umum PD sampai saat ini masih Anas Urbaningrum. Tak ada alasan bagi anggota Dewan Pembina PD untuk terus mendiskreditkan Anas.
"DPP hal ini dalam hal ini nahkodanya Anas Urbaningrum. Selaku kader PD saya mempertanyakan Hayono Isman yang tak lain sebagai anggota DPR RI dari PD. Kunjungan konstituen itu pun tak pernah dia lakukan. Hayono Isman memperkeruh suasana. Buruk rupa cermin dibelah. Yang buruh kinerjanya dia kemudian menyalahkan orang lain," protes Irfan.
Irfan bahkan berani meminta kepada Presiden SBY untuk mengevaluasi anggota Dewan Pembina yang terus menyudutkan Anas. "Ketua Dewan Pembina agar mengevaluasi Hayono Isman dan anggota dewan pembina lain yang tidak sesuai arahan SBY. Kondisi terbaik saat ini adalah menahan diri,"tandasnya.
Sebelumnya diberitakan Hayono yang pernah meminta Anas mundur mengungkit turunnya citra PD selama delapan bulan terakhir. Hayono pun mengimbau Anas memimpin DPP segera melakukan penyelamatan partai. Kalau tidak, maka penyelamatan partai akan diambil alih oleh Dewan Pembina PD.
"DPP kita pantau dan hasil survei selama delapan bulan kita sudah turun hampir delapan poin. DPP harus segera ambil langkah penyelamatan caranya bagaimana terserah DPP jangan sampai di bawah 10 persen," tegas anggota Dewan Pembina PD Hayono Isman di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (6/2) lalu.
Hayono mengatakan pernyataan Ketua Dewan Pembina PD SBY terkait penurunan elektabilitas PD dari berbagai survei adalah sebuah instruksi untuk DPP. "Kalau tidak ada tindakan konkrit bisa menurun terus dan masalah ini diserahkan pada DPP kalau DPP tak mampu maka Dewan Pembina turun tangan," jelasnya.
Menurut Hayono jika elektabiltas partai sudah turun akan sulit untuk bangkit kembali. Hayono sendiri menilai batas psikologis penurunan elektabilitas partai adalah 10 persen. "Kita harapkan DPP cari solusinya. Kalau DPP membiarkan terus maka tidak bertanggungjawab namanya," katanya.
(van/gun)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Minggu, 27/05/2012 15:43 WIB
Jelang Pilkada DKI, Foke Minta Petuah Jusuf Kalla
-
Minggu, 27/05/2012 15:39 WIB
Antrean Mobil Masuk ke Mal Macetkan Jalan Margonda Depok
-
Minggu, 27/05/2012 15:31 WIB
Salut! 100 Persen Siswa di Pulau Terluar Indonesia Lulus UN
-
Minggu, 27/05/2012 15:03 WIB
Karyawan Terlibat Perampokan Alfamart di Depan PN Tangerang
-
Minggu, 27/05/2012 15:01 WIB
Masyarakat Kecewa 6 Cagub DKI Tak Seperti Ali Sadikin
-
Minggu, 27/05/2012 14:26 WIB
Survei LSI, Foke dan Jokowi Masih Cagub Terkuat
-
Minggu, 27/05/2012 12:45 WIB
Kisah Hasidah di Pulau Terluar Indonesia, 1 Rumah 2 Negara
-
Minggu, 27/05/2012 13:40 WIB
Corby Diusulkan Jadi Duta Anti Narkoba
-
Minggu, 27/05/2012 13:23 WIB
Komisi III DPR: Konser Lady Gaga Batal Terganjal Persyaratan
-
672 Komentar
-
288 Komentar
-
255 Komentar
-
224 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 901.000
- Rp 575.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
