Kasus Jembatan Kukar, Kabareskrim: Unsur Korupsi Sudah Jelas
Rabu, 08/02/2012 15:41 WIB
Jakarta
Polri sudah menetapkan tiga tersangka dalam kasus runtuhnya Jembatan Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Polri juga melihat ada indikasi korupsi dalam kasus yang menewaskan 24 orang tersebut.
"Saya kira unsur korupsi sudah jelas, unsur merugikan negara. Saya kira itu masalah yang terkait dengan policy atau kebijakan, itu adalah ranah politik," kata Kabareskrim Komjen Sutarman di sela-sela rapat kerja dengan Komisi V DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (8/2/2012).
Sutarman mengatakan Polri mengusut kasus tersebut dari aspek ranah penegakan hukum. Ia berjanji akan menindak tegas siapa pun yang bersalah dalam kasus tersebut.
"Apapun pelanggaran yang terjadi untuk penegakan hukum mulai dari kalau itu untuk kepentingan perawatan tapi tidak digunakan apa pelanggarannya, tentu akan kita tindak," ujarnya.
Meski menemukan indikasi korupsi, Polri belum menyimpulkan bahwa secara keseluruhan terjadi tindak pidana korupsi dalam kasus tersebut.
"Kita tidak serta merta menuduh itu. Kita lihat kesalahannya ada dimana. Dari kesalahan perencanaan itu, kita lihat kesalahannya seperti apa. Kalau tadi disebutkan peralatan yang ditentukan harga penawaran dan ditentukan alatnya seperti itu, kemudian dipenuhi seperti itu, tidak ada masalah. Tapi alatnya jelek, tapi kesepakatannya seperti itu, ya tidak ada masalah," ungkap mantan Kapolda Metro ini.
Berarti indikasi korupsi ada diperencanaan? "Mestinya diperencanaan. Kawat yang getas itu tidak boleh digunakan mestinya. Ini adalah ranah pemilihan barang. Kalau misalnya dalam kesepakatan disepakati barang A, tapi digunakannya C, itu yang harus kita lakukan penyelidikan," tegasnya.
Polri masih melakukan penyelidikan lebih lanjut dalam kasus ini. Belum ada penetapan tersangka baru dalam waktu dekat.
"Tergantung perkembangan penyelidikan. Kalau nanti kita akan memperoleh bukti yang cukup, mulai dari aspek perencanaan, pembangunan pada tahun 1995, kemudian aspek perawatannya, aspek pengoperasional dan seluruhnya, kan kita mulai dari pengencangan baut, chamber yang tengah tadi dan beban itu bertumpu pd satu chamber (hanger) yang naiknya dari 5 cm, 10 cm, dan seterusnya, itu adalah bagian informasi yang kita gunakan untuk pintu masuk terhadap penyidikan yang kita lakukan, hingga kita menetapkan 3 orang tersangka tadi," paparnya.
(mpr/aan)
"Saya kira unsur korupsi sudah jelas, unsur merugikan negara. Saya kira itu masalah yang terkait dengan policy atau kebijakan, itu adalah ranah politik," kata Kabareskrim Komjen Sutarman di sela-sela rapat kerja dengan Komisi V DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (8/2/2012).
Sutarman mengatakan Polri mengusut kasus tersebut dari aspek ranah penegakan hukum. Ia berjanji akan menindak tegas siapa pun yang bersalah dalam kasus tersebut.
"Apapun pelanggaran yang terjadi untuk penegakan hukum mulai dari kalau itu untuk kepentingan perawatan tapi tidak digunakan apa pelanggarannya, tentu akan kita tindak," ujarnya.
Meski menemukan indikasi korupsi, Polri belum menyimpulkan bahwa secara keseluruhan terjadi tindak pidana korupsi dalam kasus tersebut.
"Kita tidak serta merta menuduh itu. Kita lihat kesalahannya ada dimana. Dari kesalahan perencanaan itu, kita lihat kesalahannya seperti apa. Kalau tadi disebutkan peralatan yang ditentukan harga penawaran dan ditentukan alatnya seperti itu, kemudian dipenuhi seperti itu, tidak ada masalah. Tapi alatnya jelek, tapi kesepakatannya seperti itu, ya tidak ada masalah," ungkap mantan Kapolda Metro ini.
Berarti indikasi korupsi ada diperencanaan? "Mestinya diperencanaan. Kawat yang getas itu tidak boleh digunakan mestinya. Ini adalah ranah pemilihan barang. Kalau misalnya dalam kesepakatan disepakati barang A, tapi digunakannya C, itu yang harus kita lakukan penyelidikan," tegasnya.
Polri masih melakukan penyelidikan lebih lanjut dalam kasus ini. Belum ada penetapan tersangka baru dalam waktu dekat.
"Tergantung perkembangan penyelidikan. Kalau nanti kita akan memperoleh bukti yang cukup, mulai dari aspek perencanaan, pembangunan pada tahun 1995, kemudian aspek perawatannya, aspek pengoperasional dan seluruhnya, kan kita mulai dari pengencangan baut, chamber yang tengah tadi dan beban itu bertumpu pd satu chamber (hanger) yang naiknya dari 5 cm, 10 cm, dan seterusnya, itu adalah bagian informasi yang kita gunakan untuk pintu masuk terhadap penyidikan yang kita lakukan, hingga kita menetapkan 3 orang tersangka tadi," paparnya.
(mpr/aan)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Minggu, 27/05/2012 15:43 WIB
Jelang Pilkada DKI, Foke Minta Petuah Jusuf Kalla
-
Minggu, 27/05/2012 15:39 WIB
Antrean Mobil Masuk ke Mal Macetkan Jalan Margonda Depok
-
Minggu, 27/05/2012 15:31 WIB
Salut! 100 Persen Siswa di Pulau Terluar Indonesia Lulus UN
-
Minggu, 27/05/2012 15:03 WIB
Karyawan Terlibat Perampokan Alfamart di Depan PN Tangerang
-
Minggu, 27/05/2012 15:01 WIB
Masyarakat Kecewa 6 Cagub DKI Tak Seperti Ali Sadikin
-
Minggu, 27/05/2012 14:26 WIB
Survei LSI, Foke dan Jokowi Masih Cagub Terkuat
-
Minggu, 27/05/2012 12:45 WIB
Kisah Hasidah di Pulau Terluar Indonesia, 1 Rumah 2 Negara
-
Minggu, 27/05/2012 13:40 WIB
Corby Diusulkan Jadi Duta Anti Narkoba
-
Minggu, 27/05/2012 13:23 WIB
Komisi III DPR: Konser Lady Gaga Batal Terganjal Persyaratan
-
672 Komentar
-
288 Komentar
-
255 Komentar
-
224 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 901.000
- Rp 575.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
