Detik.com News
Detik.com

Rabu, 08/02/2012 15:20 WIB

Gondola yang Jatuh di Multivision Tower Rusak Parah

Anes Saputra - detikNews
Gondola yang Jatuh di Multivision Tower Rusak Parah
Jakarta - Petugas kepolisian memasang garis polisi di lokasi jatuhnya gondola di Gedung Multivision Tower, Kuningan, Jakarta Selatan. Gondola yang yang terjatuh itu rusak parah dan berada sekitar 1,5 meter dari pintu masuk utama gedung itu.

Pantuan detikcom, Rabu (8/2/2012), gondola berwarna abu-abu itu sudah tidak berbentuk lagi. Besi-besi penyangga gondola penyok. Tanah tempat jatuhnya gondola sedikit ambles. Garis polisi sudah mengelilingi gondola itu.

Untungnya tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Dua pekerja di gondola selamat meskipun terluka. Terlihat juga ada kaca di lantai 23 yang pecah akibat terkena gondola ini.

"Tadi ada salah seorang pekerja yang gelantungan di gondola itu sebelum bisa diselamatkan," kata salah seorang saksi mata di lokasi.

Pekerja ini tergantung di atas gondola karena menggunakan sabuk pengaman yang dipasangkan ke sisi gondola tersebut. Sampai saat ini lokasi jatuhnya gondola itu masih dipenuhi warga sekitar yang ingin menyaksikan.



Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(nal/nrl)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Jumat, 17/04/2015 20:40 WIB
    Wawancara
    Luhut Panjaitan: Persiapan KAA Super Singkat
    Luhut Panjaitan: Persiapan KAA Super Singkat Kepala Staf Kepresidenan Jenderal (Purn) Luhut Binsar Panjaitan ditunjuk sebagai penanggung jawab peringatan 60 tahun KAA. Hanya tersedia waktu kurang lebih 6 minggu bagi panitia untuk mengadakan persiapan.
ProKontra Index »

Jokowi Presiden Pilihan Rakyat, Bukan Presiden Partai!

Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri mengungkap hukum demokrasilah yang mengatur presiden dan wapres ikut garis politik partai. Namun pengamat politik Universitas Paramadina Hendri Satrio membantah pernyataan Mega, karena presiden adalah pilihan rakyat, bukan presiden partai. Bila Anda setuju dengan pendapat Hendri Satrio, pilih Pro!
Pro
94%
Kontra
6%