Dituduh Terlibat Kasus Wisma Atlet, Anas Didemo di Makassar
Rabu, 08/02/2012 14:52 WIB
Ari Saputra/detikcom
Makassar
Belasan aktivis Gerakan Mahasiswa Penggiat Revolusi (Gempar) berunjuk rasa menolak kedatangan Ketua Umum DPP Partai Demokrat, Anas Urbaningrum, ke Makassar. Mereka menuduh Anas terlibat dalam kasus tersebut dan harus bertanggung jawab.
Massa beraksi di bawah fly over Urip Sumoharjo, Makassar, Rabu (8/2/2012). Selain berorasi, mereka membakar beberapa bendera Partai Demokrat.
Untuk menarik perhatian pengguna jalan, mahasiswa menghentikan mobil dinas Pemkab Maros. Kemudian, beberapa orang naik ke atas mobil dan berorasi bergantian.
Koordinator aksi, Reza Ansari mengatakan, Anas harus bertanggung jawab terhadap kasus Wisma Atlet. Pasalnya, sejumlah kader Partai Demokrat terlibat dalam kasus tersebut. Bahkan beberapa di antaranya sudah resmi ditetapkan sebagai tersangka.
"Kami meminta kepada seluruh kader Partai Demokrat agar meminta maaf pada seluruh rakyat Indonesia, terkait kasus-kasus korupsi yang melibatkan kadernya," katanya.
Selain itu, Reza mendesak KPK segera menetapkan Anas sebagai tersangka. Sebab, sejumlah informasi atau keterangan menyebutkan Anas ikut terkait kasus tersebut.
Usai menggelar mimbar bebas di bawah kolong fly over, mahasiswa kemudian kembali ke kampusnya. Aksi berlangsung lancar, karena kader Demokrat yang terkonsentrasi di di Lapangan Karebosi, lokasi pelantikan pengurus DPC Demokrat Makassar.
Hari ini, Anas bertandang ke Sulawesi Selatan. Dia melantik pengurus DPC Partai Demokrat Gowa dan DPC Makassar. Oleh pendukungnya, Anas disambut meriah dengan seremoni adat setempat.
(try/nrl)
Massa beraksi di bawah fly over Urip Sumoharjo, Makassar, Rabu (8/2/2012). Selain berorasi, mereka membakar beberapa bendera Partai Demokrat.
Untuk menarik perhatian pengguna jalan, mahasiswa menghentikan mobil dinas Pemkab Maros. Kemudian, beberapa orang naik ke atas mobil dan berorasi bergantian.
Koordinator aksi, Reza Ansari mengatakan, Anas harus bertanggung jawab terhadap kasus Wisma Atlet. Pasalnya, sejumlah kader Partai Demokrat terlibat dalam kasus tersebut. Bahkan beberapa di antaranya sudah resmi ditetapkan sebagai tersangka.
"Kami meminta kepada seluruh kader Partai Demokrat agar meminta maaf pada seluruh rakyat Indonesia, terkait kasus-kasus korupsi yang melibatkan kadernya," katanya.
Selain itu, Reza mendesak KPK segera menetapkan Anas sebagai tersangka. Sebab, sejumlah informasi atau keterangan menyebutkan Anas ikut terkait kasus tersebut.
Usai menggelar mimbar bebas di bawah kolong fly over, mahasiswa kemudian kembali ke kampusnya. Aksi berlangsung lancar, karena kader Demokrat yang terkonsentrasi di di Lapangan Karebosi, lokasi pelantikan pengurus DPC Demokrat Makassar.
Hari ini, Anas bertandang ke Sulawesi Selatan. Dia melantik pengurus DPC Partai Demokrat Gowa dan DPC Makassar. Oleh pendukungnya, Anas disambut meriah dengan seremoni adat setempat.
(try/nrl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Minggu, 27/05/2012 15:43 WIB
Jelang Pilkada DKI, Foke Minta Petuah Jusuf Kalla
-
Minggu, 27/05/2012 15:39 WIB
Antrean Mobil Masuk ke Mal Macetkan Jalan Margonda Depok
-
Minggu, 27/05/2012 15:31 WIB
Salut! 100 Persen Siswa di Pulau Terluar Indonesia Lulus UN
-
Minggu, 27/05/2012 15:03 WIB
Karyawan Terlibat Perampokan Alfamart di Depan PN Tangerang
-
Minggu, 27/05/2012 15:01 WIB
Masyarakat Kecewa 6 Cagub DKI Tak Seperti Ali Sadikin
-
Minggu, 27/05/2012 14:26 WIB
Survei LSI, Foke dan Jokowi Masih Cagub Terkuat
-
Minggu, 27/05/2012 12:45 WIB
Kisah Hasidah di Pulau Terluar Indonesia, 1 Rumah 2 Negara
-
Minggu, 27/05/2012 13:40 WIB
Corby Diusulkan Jadi Duta Anti Narkoba
-
Minggu, 27/05/2012 13:23 WIB
Komisi III DPR: Konser Lady Gaga Batal Terganjal Persyaratan
-
672 Komentar
-
288 Komentar
-
255 Komentar
-
224 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 901.000
- Rp 575.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
