Harta Ketua MA Hatta Ali Rp 2,7 Miliar
Rabu, 08/02/2012 12:09 WIB
Rachman Haryanto/detikcom
Jakarta
Ketua MA terpilih, Hatta Ali, akan memimpin lembaga peradilan tertinggi tersebut selama 5 tahun ke depan. Menurut Laporan Harta Kekayaan Pejabat Negara (LKHPN) 2010, dia memiliki harta sebesar Rp 2,7 miliar.
Dalam penelusuran detikcom, selain memiliki harta Rp 2,7 miliar, dia juga memiliki uang dalam bentuk dolar AS sebesar 28 ribu atau setara dengan Rp 252 juta. Kekayaan tersebut diperoleh dari warisan keluarga, gaji dan tunjangan sebagai hakim agung.
Kekayaannya meningkat 2 kali lipat dibanding sebelum menjadi hakim agung. Pada 2006 kekayaannya Rp 1,4 miliar saat dia menjadi Dirjen Peradilan Umum MA. Saat menjabat Dirjen, penghasilanyaRp 8 juta per bulan.
Dalam sambutan usai terpilih sebagai Ketua MA, Hatta Ali tidak ingin mendengar ada hakim terlibat kasus suap dan pelanggaran kode etik hakim. Dia mengajak seluruh hakim dan hakim agung membangun peradilan yang lurus.
"Tentunya ke depan kami tidak ingin mendengar lagi ada hakim yang melakukan penyimpangan-penyimpangan yang tidak sesuai kode etik hakim," beber Hatta.
Ke depan, dia berharap peradilan di Indonesia bisa melayani masyarakat dengan maksimal serta menumbuhkan kepercayaan masyarakat kepada pengadilan.
"Percepatan penyelesaian perkara menyangkut rasa keadilan yang belum mencerminkan keadilan seperti yang diharapkan. Sumber daya manusia perlu kita tingkatkan. Selain itu masalah yang perlu dijunjung tinggi adalah masalah intergritas," ungkap pria kelahiran Pare-pare tahun 1950 ini.
(asp/nrl)
Dalam penelusuran detikcom, selain memiliki harta Rp 2,7 miliar, dia juga memiliki uang dalam bentuk dolar AS sebesar 28 ribu atau setara dengan Rp 252 juta. Kekayaan tersebut diperoleh dari warisan keluarga, gaji dan tunjangan sebagai hakim agung.
Kekayaannya meningkat 2 kali lipat dibanding sebelum menjadi hakim agung. Pada 2006 kekayaannya Rp 1,4 miliar saat dia menjadi Dirjen Peradilan Umum MA. Saat menjabat Dirjen, penghasilanyaRp 8 juta per bulan.
Dalam sambutan usai terpilih sebagai Ketua MA, Hatta Ali tidak ingin mendengar ada hakim terlibat kasus suap dan pelanggaran kode etik hakim. Dia mengajak seluruh hakim dan hakim agung membangun peradilan yang lurus.
"Tentunya ke depan kami tidak ingin mendengar lagi ada hakim yang melakukan penyimpangan-penyimpangan yang tidak sesuai kode etik hakim," beber Hatta.
Ke depan, dia berharap peradilan di Indonesia bisa melayani masyarakat dengan maksimal serta menumbuhkan kepercayaan masyarakat kepada pengadilan.
"Percepatan penyelesaian perkara menyangkut rasa keadilan yang belum mencerminkan keadilan seperti yang diharapkan. Sumber daya manusia perlu kita tingkatkan. Selain itu masalah yang perlu dijunjung tinggi adalah masalah intergritas," ungkap pria kelahiran Pare-pare tahun 1950 ini.
(asp/nrl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Minggu, 27/05/2012 15:43 WIB
Jelang Pilkada DKI, Foke Minta Petuah Jusuf Kalla
-
Minggu, 27/05/2012 15:39 WIB
Antrean Mobil Masuk ke Mal Macetkan Jalan Margonda Depok
-
Minggu, 27/05/2012 15:31 WIB
Salut! 100 Persen Siswa di Pulau Terluar Indonesia Lulus UN
-
Minggu, 27/05/2012 15:03 WIB
Karyawan Terlibat Perampokan Alfamart di Depan PN Tangerang
-
Minggu, 27/05/2012 15:01 WIB
Masyarakat Kecewa 6 Cagub DKI Tak Seperti Ali Sadikin
-
Minggu, 27/05/2012 14:26 WIB
Survei LSI, Foke dan Jokowi Masih Cagub Terkuat
-
Minggu, 27/05/2012 12:45 WIB
Kisah Hasidah di Pulau Terluar Indonesia, 1 Rumah 2 Negara
-
Minggu, 27/05/2012 13:40 WIB
Corby Diusulkan Jadi Duta Anti Narkoba
-
Minggu, 27/05/2012 13:23 WIB
Komisi III DPR: Konser Lady Gaga Batal Terganjal Persyaratan
-
672 Komentar
-
288 Komentar
-
255 Komentar
-
224 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 2,847.000
- Rp 901.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
