Pedagang Baru Blokir Stasiun Cikini Bila Kesepakatan Buntu
Rabu, 08/02/2012 10:03 WIB
Jakarta
Ratusan pedagang dari Stasiun Cikini, Gondangdia, dan Juanda, mengancam akan memblokir tiga stasiun itu. Ancaman itu diwujudkan bila tuntutan mereka untuk kembali bisa berdagang tidak dipenuhi.
"Kami akan tutup rel di Stasun Cikini, dengan cara menduduki jalur rel," ujar Koordinator Aksi Zakarsih Damanik saat dihubungi detikcom, Rabu (8/2/2012) pukul 09.30 WIB.
Zakarsih bersama rekan-rekannya saat ini sedang melakukan long march menuju Gedung Kementerian BUMN, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat. Jumlah massa yang mengikuti aksi demo ini diperkirakan mencapai 600 orang.
Humas Daops I PT KA Mateta Rizalulhaq membantah akan menggusur para pedagang yang berada di sekitar Stasiun Gondangdia, Cikini, dan Juanda. Mateta mengklaim hanya melakukan pembenahan agar stasiun-stasiun tersebut lebih nyaman bagi para calon penumpang.
"Bukan penggusuran, tetapi di situ kami akan melakukan pembenahan. Nantinya akan disediakan satu tempat di mana mereka bisa menyewa dan menjajakan dagangannya di tempat yang sudah disediakan," tuturnya.
Sementara itu, pengamatan detikcom di Stasiun Cikini, tampak biasa-biasa saja. Perjalanan kereta tidak terhambat. Sejumlah pedagang masih tetap berjualan, sebagian turut long march. Stasiun ini merupakan titik kumpul aksi demonstrasi.
yang melakukan aksi demonstrasi ke Gedung Kementerian BUMN dan Kementerian Perhubungan, akan melakukan penutupan Stasiun Cikini. Mereka akan melakukan penutupan apabila tuntutan mereka untuk kembali bisa berdagang tidak dipenuhi.
(nrl/nrl)
"Kami akan tutup rel di Stasun Cikini, dengan cara menduduki jalur rel," ujar Koordinator Aksi Zakarsih Damanik saat dihubungi detikcom, Rabu (8/2/2012) pukul 09.30 WIB.
Zakarsih bersama rekan-rekannya saat ini sedang melakukan long march menuju Gedung Kementerian BUMN, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat. Jumlah massa yang mengikuti aksi demo ini diperkirakan mencapai 600 orang.
Humas Daops I PT KA Mateta Rizalulhaq membantah akan menggusur para pedagang yang berada di sekitar Stasiun Gondangdia, Cikini, dan Juanda. Mateta mengklaim hanya melakukan pembenahan agar stasiun-stasiun tersebut lebih nyaman bagi para calon penumpang.
"Bukan penggusuran, tetapi di situ kami akan melakukan pembenahan. Nantinya akan disediakan satu tempat di mana mereka bisa menyewa dan menjajakan dagangannya di tempat yang sudah disediakan," tuturnya.
Sementara itu, pengamatan detikcom di Stasiun Cikini, tampak biasa-biasa saja. Perjalanan kereta tidak terhambat. Sejumlah pedagang masih tetap berjualan, sebagian turut long march. Stasiun ini merupakan titik kumpul aksi demonstrasi.
yang melakukan aksi demonstrasi ke Gedung Kementerian BUMN dan Kementerian Perhubungan, akan melakukan penutupan Stasiun Cikini. Mereka akan melakukan penutupan apabila tuntutan mereka untuk kembali bisa berdagang tidak dipenuhi.
(nrl/nrl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Minggu, 27/05/2012 15:39 WIB
Antrean Mobil Masuk ke Mal Macetkan Jalan Margonda Depok
-
Minggu, 27/05/2012 15:31 WIB
Salut! 100 Persen Siswa di Pulau Terluar Indonesia Lulus UN
-
Minggu, 27/05/2012 15:03 WIB
Karyawan Terlibat Perampokan Alfamart di Depan PN Tangerang
-
Minggu, 27/05/2012 15:01 WIB
Masyarakat Kecewa 6 Cagub DKI Tak Seperti Ali Sadikin
-
Minggu, 27/05/2012 14:58 WIB
Eksekutor Penembak Kamerawan TVRI Ditetapkan Sebagai DPO
-
Minggu, 27/05/2012 14:26 WIB
Survei LSI, Foke dan Jokowi Masih Cagub Terkuat
-
Minggu, 27/05/2012 12:45 WIB
Kisah Hasidah di Pulau Terluar Indonesia, 1 Rumah 2 Negara
-
Minggu, 27/05/2012 13:40 WIB
Corby Diusulkan Jadi Duta Anti Narkoba
-
Minggu, 27/05/2012 13:23 WIB
Komisi III DPR: Konser Lady Gaga Batal Terganjal Persyaratan
-
672 Komentar
-
288 Komentar
-
255 Komentar
-
224 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 901.000
- Rp 575.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
