detikcom

Laporan dari Den Haag

Indonesia, Dari Sabuk Zamrud Sampai Superpower Regional

Eddi Santosa - detikNews
Rabu, 08/02/2012 08:39 WIB
Den Haag Indonesia terpilih menjadi destinasi lawatan akademik Belanda yang diselenggarakan oleh harian terkemuka NRC Handelsblad. Lawatan ini mengangkat tema Van Gordel van Smaragd tot Regionale Grootmacht (Dari Sabuk Zamrud Sampai Superpower Regional).

Menurut catatan detikcom, idiom Gordel van Smaragd untuk mengilustrasikan keindahan Indonesia pertama kali dicetuskan oleh Multatuli (nama samaran Eduard Douwes Dekker) dalam karya roman legendarisnya 'Max Havelaar', yang hingga kini menjadi textbook wajib untuk pelajaran sastra di SMA- SMA di Negeri Belanda.

"...dat zich daar slingert om de evenaar, als een gordel van smaragd, yang membentang di sekitar katulistiwa, laksana sabuk zamrud," (Max Havelaar, Bab 20, Halaman 313).

Seperti diketahui, zamrud adalah batu mulia dari mineral berilium (Be3Al2Si6O18, berilium aluminium silikat) berwarna hijau indah. Idiom Gordel van Smaragd di Indonesia kini telah mengalami bias makna dan latah menjadi Zamrud Katulistiwa. Padahal sumber awal dari Multatuli: gordel = sabuk, smaragd = zamrud.

Tujuan dari lawatan yang menyasar peminat kalangan intelek dan menengah atas di Negeri Belanda tersebut adalah untuk mengenalkan tahapan-tahapan sangat menarik dan kompleks yang dialami oleh Indonesia hingga menjadi negara seperti sekarang ini.

Indonesia kini duduk menjadi anggota 20 kekuatan ekonomi terbesar di dunia (G20), pemain penting di kawasan Asia Tenggara dan memiliki jumlah penduduk muslim terbesar sejagad. Semua itu menjadi hot ingredients dalam lawatan yang akan berlangsung selama 12 hari.

Selain itu disebutkan pula bahwa destinasi Indonesia menyajikan alam yang luarbiasa, kepadatan penduduk Jawa yang tak tertandingi, kota-kota metropolitan yang menggairahkan, di samping juga alam pedesaan yang tradisional.

Empat abad kolonisasi Belanda tampaknya hampir tidak meninggalkan bekas pengaruh pada budaya lokal yang menawan sekaligus misterius, demikian NRC Handelsblad dalam pariwara edisi Senin (6/2/2012).

Peserta lawatan dapat memperdalam wawasan mengenai masyarakat Indonesia saat ini, perkembangan sejarah dan aktual dalam bidang politik, ekonomi, arsitektur, agama, budaya, dan literatur melalui kuliah yang disampaikan oleh beberapa narasumber terkemuka.

Mereka antara lain Dr. Bernard Rudolf "Ben" Bot (diplomat, mantan Menlu, lahir di Batavia/Jakarta, 21/11/1937), Step Vaessen (koresponden Al Jazeera, tinggal di Jakarta), Bambang Harimurti (Grup Tempo), ekonom, guru besar, pengusaha, seniman, wartawan dan penulis.

Peserta diajak untuk menemukan kota tua Jakarta nan bersejarah. Di sini nuansa Den Haag yang megah, seperti diungkapkan dalam roman Van Oude Mensen - De Dingen die Voorbij Gaan (Dari Tetua - Hal-hal yang Berlalu) karya sastrawan Louis Couperus, masih tetap terasa pada tampilan bangunan-bangunan kolonial dari bekas kota Batavia tersebut.

Selanjutnya lawatan akan dilanjutkan ke Bogor dan Bandung, kemudian dari sana para peserta akan dibawa menuju jantung kebudayaan Jawa, yakni Yogyakarta dan Solo. Di dua kota ini para peserta pada satu sisi dapat mengenal kehidupan kota modern yang sangat sibuk, sementara pada sisi lain keindahan alam yang mempesona.

Sebelum keberangkatan lawatan akademik ke Indonesia, para peserta akan mendapat kuliah pengantar satu hari di Belanda pada 18/5/2012, disampaikan antara lain oleh Prof. Dr. Henk Schulte Nordholt (Universitas Leiden) dengan materi Jejak Modernisasi Kolonial di Indonesia.

Dr.Pauline van Roosmalen akan menyampaikan pengantar mengenai Arsitektur dan Rekayasa Kota di Sabuk Zamrud. Bagaimana bekas koloni dan bekas kolonisator memperlakukan warisan bangunan kolonial dan mengapa mereka melakukannya?

Sementara Dr. Margot Dijkgraaf akan membahas mengenai Indonesia dalam rangkaian karya novelis masyhur Belanda kelahiran Indonesia (Batavia), Hella S. Haasse. Apakah karya-karyanya juga dibaca di tanah kelahirannya? Dan apa arti jadi seorang penulis di Indonesia sekarang?

Kuliah pengantar ini akan dibuka oleh Deputy Chief of Mission KBRI Den Haag, Umar Hadi. Para peserta akan mendapat informasi-informasi praktis berkaitan dengan lawatan.
(es/es)

Share:


Komentar (0 Komentar)

    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    Lapsus Index »
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel