detikcom
Rabu, 08/02/2012 06:30 WIB

Harifin Tumpa, Ketua MA yang 2 Kali Menangis di Depan Umum

Andi Saputra - detikNews
Halaman 1 dari 2
Jakarta - Menginjak usia 70 tahun, Harifin Tumpa mengakhiri pengabdianya sebagai hakim dengan karier tertinggi Ketua MA. Sepanjang menjabat Ketua Mahkamah Agung (MA), dia tercatat 2 kali menangis di depan umum.

Berikut rekam jejak suami dari Herawati Sikki yang diolah detikcom dari berbagai sumber, Rabu (8/2/2012):

23 Februari 1942
Harifin dilahirkan di Sulawesi Selatan. Pendidikan dasar di selesaikan di SRN Takalala pada 1955 lalu melanjutkan ke SMP Muhammadiyah Soppeng. Usai menyelesaikan SMP, ayah dari A Hartati, AJ Cakrawala, dan Rizki Ichsanudin melanjutkan ke SHDN Makassar pada 1963.

1972
Harifin menyelesaikan pendidikan S1 FH Universitas Hasanuddin (Unhas), Makassar. Untuk pendidikan S2 dia selesaikan di Magister Hukum Unkris Jakarta tahun 2000 dan program doktor diselesaikan di UGM pada 2006.

1969
Dia menjadi hakim di PN Takalar. Lantas kariernya moncer dengan menjadi Ketua Pengadilan Negeri (PN) dari 1969 hingga 1996. Yaitu di PN Mamuju, PN Bantaeng, PN Watansoppeng, PN Jakarta Barat dan Ketua PN Mataram, NTB.

Lantas kariernya naik menjadi Hakim Tinggi di Pengadilan Tinggi (PT) Ujungpandang dari 1996-1997. Memasuki tahun 1997, dia menjadi Direktur Perdata MA selama 3 tahun. Lalu dia ditempatkan berturut-turut sebagai Wakil Ketua PT Palembang, Ketua PN Palu, Ketua PN Makassar, dan Ketua PT Jakarta.

Pada 2004, Harifin kembali menginjak ke MA sebagai Hakim Agung. Kariernya tidak terbendung dengan ditandai sebagai Ketua Muda Perdata dan Wakil Ketua MA Bidang Non Yudisial.Next

Halaman 1 2

Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(asp/did)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Harga BBM Harus Naik

Terbatasanya kuota BBM bersubsidi berimbas pada langkanya BBM di sejumlah SPBU plus antrean panjang kendaraan. Presiden terpilih Jokowi mengusulkan pada Presiden SBY agar harga BBM dinaikkan. Jokowi mengatakan subsidi BBM itu harus dialihkan pada usaha produktif, ditampung di desa, UMKM, nelayan. Menurutnya anggaran subsidi jangan sampai untuk hal-hal konsumtif seperti mobil-mobil pribadi. Bila Anda setuju dengan Jokowi bahwa harga BBM harus naik, pilih Pro!
Pro
45%
Kontra
55%