4 Pria Masuk Kamar Hotel Sebelum Bos Sanex Steel Datang
Selasa, 07/02/2012 19:41 WIB
Jakarta
Sedikit demi sedikit, misteri tewasnya Ayung alias Tan Hari Tantono (50) di Swiss-Belhotel, Sawah Besar, Jakarta Pusat, terkuak. Penyidik menemukan petunjuk lain yang menunjukkan adanya 4 pria lain, masuk ke dalam kamar sebelum kejadian.
Kepala Subdit Umum Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, AKBP Helmy Santika mengatakan, keempat pria tersebut terrekam dari CCTV (circuit closed television) hotel.
"Dari CCTV terekam ada 4 orang masuk lebih dulu. Kita masih dalami siapa saja orang-orang itu," ujar Helmy kepada detikcom di kantornya, Jakarta, Selasa (7/2/2012).
Helmy mengatakan, pihaknya masih menyelidiki identitas keempat pria tersebut. Namun ia memastikan, keempat pria itu bukan bagian dari lima tersangka yang saat ini sudah ditahan polisi.
"Bukan, bukan mereka," kata dia.
Kemudian selang beberapa saat, dari rekaman CCTV hotel, korban terlihat menaiki lift dan masuk kamar tersebut. Beberapa saat setelah korban masuk ke dalam kamar 2701, salah satu dari keempat pria itu kemudian keluar kamar.
"Orang itu keluar dan menjemput seorang lagi, lalu mereka masuk ke dalam kamar," imbuhnya.
Selang beberapa menit kemudian, sejumlah pria menaiki lift dan masuk ke dalam kamar. Dari rekaman CCTV menunjukkan total orang-orang yang masuk ada sekitar 16 orang.
"Faktanya dari yang tercover CCTV itu ada 16, tapi kita harus proporsional mana yang memenuhi pembuktian. Siapa yang menunggu di dalam, siapa yang menyuruh, siapa yang memukul, masih kita dalami," paparnya.
Helmy melanjutkan, pihaknya tidak mau gegabah dalam kasus itu. Penyidik masih mendalami peran masing-masing dalam pertemuan tersebut.
"Semuanya masih kita dalami, apa peran-perannya. Kalau cuma ngumpul-ngumpul di luar saja dan tidak ikut membunuh korban, tentu harus didalami lagi," jelasnya.
Seperti diketahui, Ayung ditemukan tewas di kamar 2701 Swiss-Belhotel pada Kamis (26/1) malam lalu. Saat ditemukan, korban sudah tewas dengan kondisi leher tergorok dan luka tusukan pada perutnya.
Lima tersangka ditahan terkait pembunuhan itu. Mereka mengaku membunuh korban lantaran fee atas jasa penagihan utang yang ditugaskan kepada tiga tersangka, tidak dibayarkan. Namun penyidik masih mendalami motif tersebut. Pembunuh, diduga lebih dari lima orang.
(mei/did)
Kepala Subdit Umum Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, AKBP Helmy Santika mengatakan, keempat pria tersebut terrekam dari CCTV (circuit closed television) hotel.
"Dari CCTV terekam ada 4 orang masuk lebih dulu. Kita masih dalami siapa saja orang-orang itu," ujar Helmy kepada detikcom di kantornya, Jakarta, Selasa (7/2/2012).
Helmy mengatakan, pihaknya masih menyelidiki identitas keempat pria tersebut. Namun ia memastikan, keempat pria itu bukan bagian dari lima tersangka yang saat ini sudah ditahan polisi.
"Bukan, bukan mereka," kata dia.
Kemudian selang beberapa saat, dari rekaman CCTV hotel, korban terlihat menaiki lift dan masuk kamar tersebut. Beberapa saat setelah korban masuk ke dalam kamar 2701, salah satu dari keempat pria itu kemudian keluar kamar.
"Orang itu keluar dan menjemput seorang lagi, lalu mereka masuk ke dalam kamar," imbuhnya.
Selang beberapa menit kemudian, sejumlah pria menaiki lift dan masuk ke dalam kamar. Dari rekaman CCTV menunjukkan total orang-orang yang masuk ada sekitar 16 orang.
"Faktanya dari yang tercover CCTV itu ada 16, tapi kita harus proporsional mana yang memenuhi pembuktian. Siapa yang menunggu di dalam, siapa yang menyuruh, siapa yang memukul, masih kita dalami," paparnya.
Helmy melanjutkan, pihaknya tidak mau gegabah dalam kasus itu. Penyidik masih mendalami peran masing-masing dalam pertemuan tersebut.
"Semuanya masih kita dalami, apa peran-perannya. Kalau cuma ngumpul-ngumpul di luar saja dan tidak ikut membunuh korban, tentu harus didalami lagi," jelasnya.
Seperti diketahui, Ayung ditemukan tewas di kamar 2701 Swiss-Belhotel pada Kamis (26/1) malam lalu. Saat ditemukan, korban sudah tewas dengan kondisi leher tergorok dan luka tusukan pada perutnya.
Lima tersangka ditahan terkait pembunuhan itu. Mereka mengaku membunuh korban lantaran fee atas jasa penagihan utang yang ditugaskan kepada tiga tersangka, tidak dibayarkan. Namun penyidik masih mendalami motif tersebut. Pembunuh, diduga lebih dari lima orang.
(mei/did)
Baca Juga
- Polisi: Sopir Angkot yang Tewas Saat Ditangkap karena Jatuh di Trotoar
- Sopir Angkot yang Tewas di Tahanan Polres Depok Diduga Pencuri Brankas
- Perempuan Muda Tanpa Identitas Ditemukan Tewas di Sungai Depok
- Tersangka Pembunuhan Bos PT Sanex Steel Bertambah 2 Orang
- Polisi Telusuri Komunikasi Terakhir Bos PT Sanex Steel
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Sabtu, 19/05/2012 23:20 WIB
Long Weekend, Pelabuhan Gilimanuk Macet Hingga 3 Km
-
Sabtu, 19/05/2012 23:18 WIB
4 Mobil Tabrakan Beruntun di Tol Kuningan, Tidak Ada Korban Jiwa
-
Sabtu, 19/05/2012 23:07 WIB
TNI-Polri Amankan Perkebunan Sawit Milik Bakrie Group Pasca Diamuk Massa
-
Sabtu, 19/05/2012 21:59 WIB
Pengunjung Meradang Dituding Ambil Handuk Kamar Hotel di Simalungun
-
Sabtu, 19/05/2012 21:10 WIB
60 Camp Karyawan Perkebunan Sawit Bakrie Group di Jambi Dirusak Warga
-
Sabtu, 19/05/2012 13:09 WIB
Ini Komentar Denny Indrayana Soal Kemenangan Yusril
-
Sabtu, 19/05/2012 18:10 WIB
Nyolong Spion Mobil Alphard, 2 Pemuda Ditabrak Polisi
-
Sabtu, 19/05/2012 06:04 WIB
Kesal Dimintai Uang untuk Beli Alkohol, Wanita Ini Gigit Penis Suaminya
-
Sabtu, 19/05/2012 08:28 WIB
Arkeolog: Piramid di Situs Gunung Padang Luar Biasa Besar!
-
590 Komentar
-
464 Komentar
-
392 Komentar
-
334 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 16/05/2012 08:50 WIB
Jualan Sukhoi dari Pasar Asemka
-
Selasa, 15/05/2012 08:57 WIB
Yang Mistis & Yang Ilmiah di Gunung Salak
-
Selasa, 15/05/2012 13:59 WIB
Presiden IATCA: Kekurangan Pengelolaan Udara Sekarang Akumulasi Masa Lalu
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 2,776.000
- Rp 5,978.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer



.jpg)


Sending your message



_(baru).gif)

_2.gif)

(2).gif)
