Heboh Gunung Sadahurip, Mungkinkah Ada Piramida di Indonesia?
Selasa, 07/02/2012 19:11 WIB
Jakarta
Gunung Sadahurip di Garut, Jawa Barat, mencuri perhatian publik. Apalagi kalau bukan 'harta karun' berupa piramida berusia ribuan tahun yang katanya berada di dalam gunung tersebut. Mungkinkah ada piramida seperti Piramida Giza yang ada di Mesir sana?
"Mungkin dan ada. Orang pada umumnya menganggap piramida adalah seperti piramida di Mesir yang banyak bertebaran di tepi barat Sungai Nil," ujar interpreter Geotrek Indonesia, Awang Harun Satyana, dalam diskusi bertajuk 'Menguak tabir peradaban dan bencana katastropik purba di nusantara untuk memperkuat karakter dan ketahanan nasional' di Gedung Krida Bakti, Jl Veteran, Jakarta, Selasa (7/2/2012).
Dijelaskan dia, piramida seperti yang ada di Mesir adalah square pyramid karena mempunyai alas persegi empat dengan empat dinding berbentuk segitiga yang di puncaknya bertemu membentuk dinding sekitar 52 derajat. Nah, piramida di Mesir juga mengalami perubahan bentuk dari masa ke masa. Yang juga dominan tetapi kurang dikenal adalah piramida dengan bentuk berundak atau step pyramid.
Selain di Mesir, Piramida juga ditemukan di beberapa negara lain seperti Persia, Amerika tengah, Spanyol, Nigeria, Yunani dan sebagainya. Nah, di Indonesia dalam sejarah kebudayaannya dikenal bentuk bangunan prasejarah dan sejarah dengan ciri piramida yang disebut punden berundak. Menurut Awang, punden berundak merupakan variasi dari step pyramid.
"Punden berundak dalam skala besar pada masa prasejarah adalah situs megalitik Gunung Padang di Cianjur yang diperkirakan situs megalitik terbesar di Asia Tenggara," terangnya.
Selain itu ada Candi Borobudur di Jawa Tengah. Karena itu, tradisi piramida atau dalam bentuk step pyramid bukanlah tradisi yang asing bagi Indonesia. Sebab semua candi dan situs punden berundak dibangun dengan gaya piramidal.
Dari penampakan, sekitar 90 persen bentuk Sadahurip menyerupai piramida. Faktanya, Sadahurip merupakan bukit setinggi 1463 meter dpl yang berdekatan dengan Gunungapi Talagabodas dan Gunung Galunggung. Beberapa batuan yang tersingkap di dindingnya atau di sekitarnya menunjukkan bukit ini disusun oleh batuan beku andesitik atau variasinya. Di Sadahurip juga tidak dilaporkan keberadaan kawah di puncak atau di dindingnya. Selain itu terdapat punggungan Baturahong yang hilang setengah masa batuannya.
"Tanpa data penelitian yang cukup, kontroversi Sadahurip tidak bisa diselesaikan dengan cepat," sambung Awang.
Disampaikan dia, dari bebrapa fakta yang ada dapat diindikasikan bahwa Sadahurip adalah semacam volcanic mound atau gumuk (gundukan) piroklastika atau bahan muntahan gunung api tanpa pipa di dalamnya. Apakah gumuk piroklastika tak bisa dimanfaatkan untuk pembangunan piramida? Menurut Awang, berkaca dari ditemukannya situs di Gunung Padang, Cianjur, maka tak bisa dinafikkan hal itu terjadi pula di Sadahurip.
"Walaupun mungkin bukan dalam bentuk arsitektur piramida yang persis seperti di Mesir, sebab setiap negara punya bentuk variasi piramidanya sendiri," tambah Awang.
Punggungan Baturahong yang hilang, lanjut dia, dapat mengarah bahwa pernah terjadi penggalian batuan skala besar untuk membuat sesuatu. Pernah ditafsirkan hilangnya setengah punggungan Baturohang ini akibat amblesan oleh patahan normal yang bidangnya membentuk tebing curam Baturahong. Mengingat pada masa kini mata pencaharian penduduk Sadahurip adalah bertani dan berladang, dan menurut keterangan masyarakat tidak pernah ada sejarah penambangan, maka jika benar ada penambangan batuan berskala besar di sana, terjadi di masa sejarah atau prasejarah.
"Jika ini benar, untuk apa penambangan batuan ini? Apa dipakai membangun piramida Sadahurip, mengubah gumuk piroklastika Sadahurip menjadi punden berunden seperti di Gunung Padang," ujar Awang.
Menurut dia, untuk menginterpretasi Gunung Sadahurip harus menggunakan pendekatan multidimensi yang melibatkan berbagai keilmuan. Jika hanya mengupas dengan satu ilmu, alhasil terperangkap pada hal dogmatik.
(nvt/ndr)
"Mungkin dan ada. Orang pada umumnya menganggap piramida adalah seperti piramida di Mesir yang banyak bertebaran di tepi barat Sungai Nil," ujar interpreter Geotrek Indonesia, Awang Harun Satyana, dalam diskusi bertajuk 'Menguak tabir peradaban dan bencana katastropik purba di nusantara untuk memperkuat karakter dan ketahanan nasional' di Gedung Krida Bakti, Jl Veteran, Jakarta, Selasa (7/2/2012).
Dijelaskan dia, piramida seperti yang ada di Mesir adalah square pyramid karena mempunyai alas persegi empat dengan empat dinding berbentuk segitiga yang di puncaknya bertemu membentuk dinding sekitar 52 derajat. Nah, piramida di Mesir juga mengalami perubahan bentuk dari masa ke masa. Yang juga dominan tetapi kurang dikenal adalah piramida dengan bentuk berundak atau step pyramid.
Selain di Mesir, Piramida juga ditemukan di beberapa negara lain seperti Persia, Amerika tengah, Spanyol, Nigeria, Yunani dan sebagainya. Nah, di Indonesia dalam sejarah kebudayaannya dikenal bentuk bangunan prasejarah dan sejarah dengan ciri piramida yang disebut punden berundak. Menurut Awang, punden berundak merupakan variasi dari step pyramid.
"Punden berundak dalam skala besar pada masa prasejarah adalah situs megalitik Gunung Padang di Cianjur yang diperkirakan situs megalitik terbesar di Asia Tenggara," terangnya.
Selain itu ada Candi Borobudur di Jawa Tengah. Karena itu, tradisi piramida atau dalam bentuk step pyramid bukanlah tradisi yang asing bagi Indonesia. Sebab semua candi dan situs punden berundak dibangun dengan gaya piramidal.
Dari penampakan, sekitar 90 persen bentuk Sadahurip menyerupai piramida. Faktanya, Sadahurip merupakan bukit setinggi 1463 meter dpl yang berdekatan dengan Gunungapi Talagabodas dan Gunung Galunggung. Beberapa batuan yang tersingkap di dindingnya atau di sekitarnya menunjukkan bukit ini disusun oleh batuan beku andesitik atau variasinya. Di Sadahurip juga tidak dilaporkan keberadaan kawah di puncak atau di dindingnya. Selain itu terdapat punggungan Baturahong yang hilang setengah masa batuannya.
"Tanpa data penelitian yang cukup, kontroversi Sadahurip tidak bisa diselesaikan dengan cepat," sambung Awang.
Disampaikan dia, dari bebrapa fakta yang ada dapat diindikasikan bahwa Sadahurip adalah semacam volcanic mound atau gumuk (gundukan) piroklastika atau bahan muntahan gunung api tanpa pipa di dalamnya. Apakah gumuk piroklastika tak bisa dimanfaatkan untuk pembangunan piramida? Menurut Awang, berkaca dari ditemukannya situs di Gunung Padang, Cianjur, maka tak bisa dinafikkan hal itu terjadi pula di Sadahurip.
"Walaupun mungkin bukan dalam bentuk arsitektur piramida yang persis seperti di Mesir, sebab setiap negara punya bentuk variasi piramidanya sendiri," tambah Awang.
Punggungan Baturahong yang hilang, lanjut dia, dapat mengarah bahwa pernah terjadi penggalian batuan skala besar untuk membuat sesuatu. Pernah ditafsirkan hilangnya setengah punggungan Baturohang ini akibat amblesan oleh patahan normal yang bidangnya membentuk tebing curam Baturahong. Mengingat pada masa kini mata pencaharian penduduk Sadahurip adalah bertani dan berladang, dan menurut keterangan masyarakat tidak pernah ada sejarah penambangan, maka jika benar ada penambangan batuan berskala besar di sana, terjadi di masa sejarah atau prasejarah.
"Jika ini benar, untuk apa penambangan batuan ini? Apa dipakai membangun piramida Sadahurip, mengubah gumuk piroklastika Sadahurip menjadi punden berunden seperti di Gunung Padang," ujar Awang.
Menurut dia, untuk menginterpretasi Gunung Sadahurip harus menggunakan pendekatan multidimensi yang melibatkan berbagai keilmuan. Jika hanya mengupas dengan satu ilmu, alhasil terperangkap pada hal dogmatik.
(nvt/ndr)
Baca Juga
- Geolog Sujatmiko: Pakai Geologi Dasar, Tak Mungkin Ada Piramida di Bawah Gunung
- Direstui SBY, Gunung Sadahurip di Garut Bakal Dibor Maret
- 5 Alasan Mengapa Piramida di Garut Hanya Isapan Jempol
- Geolog: 'Harta Karun' Piramida di Garut Impossible!
- Diskusi 'Harta Karun' Sadahurip Bakal Tayang di Seluruh Dunia
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Minggu, 27/05/2012 15:31 WIB
Salut! 100 Persen Siswa di Pulau Terluar Indonesia Lulus UN
-
Minggu, 27/05/2012 15:03 WIB
Karyawan Terlibat Perampokan Alfamart di Depan PN Tangerang
-
Minggu, 27/05/2012 15:01 WIB
Masyarakat Kecewa 6 Cagub DKI Tak Seperti Ali Sadikin
-
Minggu, 27/05/2012 14:58 WIB
Eksekutor Penembak Kamerawan TVRI Ditetapkan Sebagai DPO
-
Minggu, 27/05/2012 14:56 WIB
3 Tewas dan 3 Kritis Dalam Pesta Miras Oplosan di Indramayu
-
Minggu, 27/05/2012 14:26 WIB
Survei LSI, Foke dan Jokowi Masih Cagub Terkuat
-
Minggu, 27/05/2012 12:45 WIB
Kisah Hasidah di Pulau Terluar Indonesia, 1 Rumah 2 Negara
-
Minggu, 27/05/2012 13:40 WIB
Corby Diusulkan Jadi Duta Anti Narkoba
-
Minggu, 27/05/2012 13:23 WIB
Komisi III DPR: Konser Lady Gaga Batal Terganjal Persyaratan
-
669 Komentar
-
288 Komentar
-
255 Komentar
-
224 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 901.000
- Rp 575.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
