Advokat: Ketua MA Baru Harus Bisa Mengobati Hukum yang Sakit
Selasa, 07/02/2012 18:14 WIB
Jakarta
Harapan besar ditumpukan kepada Ketua Mahkamah Agung (MA) baru yang akan dipilih esok. Apalagi di tengah kondisi hukum yang sakit, Ketua MA baru harus bisa mengobati secara cepat dan tepat.
"Malah saya berpikir hukum ini bukan sakit, tapi mati. Mengapa? Karena kita hampir tidak bisa melihat apa yang harus kita lakukan pada saat ini," kata advokat Humphrey Djemat.
Hal ini disampaikan dalam diskusi menjelang pemilihan Ketua MA oleh Kelompok Lintas Hukum di Gedung Annex, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Selasa (7/2/2012).
Padahal Indonesia telah berulang kali berganti pemimpin, dari Kapolri, Jaksa Agung hingga Ketua MA. Dari banyaknya carut marutnya permasalahan hukum, maka MA menjadi benteng terakhir dari berbagai praktek buruk penegakan hukum.
"Perubahan itu harus kita mulai dari atas yaitu Ketua MA. Tidak bisa kalau tidak dari atas. Lalu dari atas akan berdampak di lingkungannya ke bawah," terang Humphrey.
Sebagai benteng terakhir, maka MA menjadi motor penggerak yang sangat penting. Karena institusinya penting, maka Ketua MA menjadi sangat penting kedudukannya dalam pembenahan hukum. Untuk itu, kalangan advokat berharap Ketua MA harus punya keberanian moral untuk mengubah aktivitas hakim yang 'komersial' menjadi profesional.
"Dan besok ada keputusan besar. Kita tidak perlu hakim yang pro komersial. Tentunya kita butuh hakim yang anti korupsi,anti suap," papar Ketua Ikatan Advokat Indonesia (Ikadin) Frans Hendra Winata di tempat yang sama.
(asp/nrl)
"Malah saya berpikir hukum ini bukan sakit, tapi mati. Mengapa? Karena kita hampir tidak bisa melihat apa yang harus kita lakukan pada saat ini," kata advokat Humphrey Djemat.
Hal ini disampaikan dalam diskusi menjelang pemilihan Ketua MA oleh Kelompok Lintas Hukum di Gedung Annex, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Selasa (7/2/2012).
Padahal Indonesia telah berulang kali berganti pemimpin, dari Kapolri, Jaksa Agung hingga Ketua MA. Dari banyaknya carut marutnya permasalahan hukum, maka MA menjadi benteng terakhir dari berbagai praktek buruk penegakan hukum.
"Perubahan itu harus kita mulai dari atas yaitu Ketua MA. Tidak bisa kalau tidak dari atas. Lalu dari atas akan berdampak di lingkungannya ke bawah," terang Humphrey.
Sebagai benteng terakhir, maka MA menjadi motor penggerak yang sangat penting. Karena institusinya penting, maka Ketua MA menjadi sangat penting kedudukannya dalam pembenahan hukum. Untuk itu, kalangan advokat berharap Ketua MA harus punya keberanian moral untuk mengubah aktivitas hakim yang 'komersial' menjadi profesional.
"Dan besok ada keputusan besar. Kita tidak perlu hakim yang pro komersial. Tentunya kita butuh hakim yang anti korupsi,anti suap," papar Ketua Ikatan Advokat Indonesia (Ikadin) Frans Hendra Winata di tempat yang sama.
(asp/nrl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Minggu, 27/05/2012 15:31 WIB
Salut! 100 Persen Siswa di Pulau Terluar Indonesia Lulus UN
-
Minggu, 27/05/2012 15:03 WIB
Karyawan Terlibat Perampokan Alfamart di Depan PN Tangerang
-
Minggu, 27/05/2012 15:01 WIB
Masyarakat Kecewa 6 Cagub DKI Tak Seperti Ali Sadikin
-
Minggu, 27/05/2012 14:58 WIB
Eksekutor Penembak Kamerawan TVRI Ditetapkan Sebagai DPO
-
Minggu, 27/05/2012 14:56 WIB
3 Tewas dan 3 Kritis Dalam Pesta Miras Oplosan di Indramayu
-
Minggu, 27/05/2012 14:26 WIB
Survei LSI, Foke dan Jokowi Masih Cagub Terkuat
-
Minggu, 27/05/2012 12:45 WIB
Kisah Hasidah di Pulau Terluar Indonesia, 1 Rumah 2 Negara
-
Minggu, 27/05/2012 13:40 WIB
Corby Diusulkan Jadi Duta Anti Narkoba
-
Minggu, 27/05/2012 13:23 WIB
Komisi III DPR: Konser Lady Gaga Batal Terganjal Persyaratan
-
669 Komentar
-
288 Komentar
-
255 Komentar
-
224 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 901.000
- Rp 575.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
