KPI: Program Sinetron Paling Banyak Dikeluhkan Masyarakat
Selasa, 07/02/2012 16:53 WIB
Jakarta
Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) menerima 3.856 pengaduan dari masyarakat sepanjang 2011. Rata-rata masyarakat mengeluhkan tayangan tidak mendidik seperti sinetron di stasiun televisi.
"Pengaduan yang terbanyak adalah sinetron. Pengaduannya yang terbanyak menyangkut tema, alur, dan durasi. Jadi mereka mengeluhkan siaran tidak mendidik dan memberi manfaat tidak bagus," kata Komisioner KPI Bidang Isi Penyiaran, Nina Mutmainnah.
Hal itu ia sampaikan usai raker dengan Komisi I DPR tentang laporan pelanggaran lembaga penyiaran sepanjang 2011 di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (7/2/2012).
Nina menjelaskan dari 3.856 pengaduan tersebut terdiri dari 2.206 melalui SMS, melalui email sebanyak 1.860, telepon sebanyak 119, dan surat sebanyak 10 pengaduan.
"Kalau siaran nggak mendidik, ya kami kasih masukan ke mereka (lembaga penyiaran)," ujarnya.
Selain mengenai tema, alur, dan format siaran acara, pengaduan juga terkait dengan tayangan kekerasan, jam tayang program acara tersebut, bermuatan seks, busana, pelecehan, kata-kata kasar, SARA, norma kesopanan, dan kesusilaan.
Untuk jenis acara yang diadukan selain sinetron, KPI juga menerima aduan mengenai tayangan iklan, variety show, musik, berita, komedi, program anak, dan lainnya.
Dari pengaduan tersebut, KPI sudah mengirimkan imbauan ke stasiun televisi terkait. Bahkan jika pengaduan itu hanya 1 pun, KPI tetap menindaklanjutinya. KPI sudah mengeluarkan 10 imbauan, 31 peringatan, dan 55 sanksi terhadap lembaga penyiaran.
Nina mengatakan tayangan iklan sedang dianalisis KPI. Seperti iklan mi yang menggambarkan seorang anak mencari ayam dan ayam tersebut bertengger di kepala seorang guru. Iklan ini sudah ditegur KPI dan sudah direvisi.
"Intinya banyak iklan yang kami beri teguran dan mereka telah merevisi atau menghentikan tayangan iklan tersebut," jelasnya.
Nina meminta setiap lembaga penyiaran mendengarkan masukan berdasarkan pemantauan rutin KPI dan masyarakat. Tapi stasiun TV dinilai cukup pintar dengan memanfaatkan celah yang ada.
"Memanfaatkan celah sampai mereka nggak kena aturan karena frekuensi milik mereka. Karena nggak ada aturan KPI yang mengatur durasi, alur, dan tema acara. Ini menjadi celah," katanya.
(gus/nrl)
"Pengaduan yang terbanyak adalah sinetron. Pengaduannya yang terbanyak menyangkut tema, alur, dan durasi. Jadi mereka mengeluhkan siaran tidak mendidik dan memberi manfaat tidak bagus," kata Komisioner KPI Bidang Isi Penyiaran, Nina Mutmainnah.
Hal itu ia sampaikan usai raker dengan Komisi I DPR tentang laporan pelanggaran lembaga penyiaran sepanjang 2011 di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (7/2/2012).
Nina menjelaskan dari 3.856 pengaduan tersebut terdiri dari 2.206 melalui SMS, melalui email sebanyak 1.860, telepon sebanyak 119, dan surat sebanyak 10 pengaduan.
"Kalau siaran nggak mendidik, ya kami kasih masukan ke mereka (lembaga penyiaran)," ujarnya.
Selain mengenai tema, alur, dan format siaran acara, pengaduan juga terkait dengan tayangan kekerasan, jam tayang program acara tersebut, bermuatan seks, busana, pelecehan, kata-kata kasar, SARA, norma kesopanan, dan kesusilaan.
Untuk jenis acara yang diadukan selain sinetron, KPI juga menerima aduan mengenai tayangan iklan, variety show, musik, berita, komedi, program anak, dan lainnya.
Dari pengaduan tersebut, KPI sudah mengirimkan imbauan ke stasiun televisi terkait. Bahkan jika pengaduan itu hanya 1 pun, KPI tetap menindaklanjutinya. KPI sudah mengeluarkan 10 imbauan, 31 peringatan, dan 55 sanksi terhadap lembaga penyiaran.
Nina mengatakan tayangan iklan sedang dianalisis KPI. Seperti iklan mi yang menggambarkan seorang anak mencari ayam dan ayam tersebut bertengger di kepala seorang guru. Iklan ini sudah ditegur KPI dan sudah direvisi.
"Intinya banyak iklan yang kami beri teguran dan mereka telah merevisi atau menghentikan tayangan iklan tersebut," jelasnya.
Nina meminta setiap lembaga penyiaran mendengarkan masukan berdasarkan pemantauan rutin KPI dan masyarakat. Tapi stasiun TV dinilai cukup pintar dengan memanfaatkan celah yang ada.
"Memanfaatkan celah sampai mereka nggak kena aturan karena frekuensi milik mereka. Karena nggak ada aturan KPI yang mengatur durasi, alur, dan tema acara. Ini menjadi celah," katanya.
(gus/nrl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Minggu, 27/05/2012 15:31 WIB
Salut! 100 Persen Siswa di Pulau Terluar Indonesia Lulus UN
-
Minggu, 27/05/2012 15:03 WIB
Karyawan Terlibat Perampokan Alfamart di Depan PN Tangerang
-
Minggu, 27/05/2012 15:01 WIB
Masyarakat Kecewa 6 Cagub DKI Tak Seperti Ali Sadikin
-
Minggu, 27/05/2012 14:58 WIB
Eksekutor Penembak Kamerawan TVRI Ditetapkan Sebagai DPO
-
Minggu, 27/05/2012 14:56 WIB
3 Tewas dan 3 Kritis Dalam Pesta Miras Oplosan di Indramayu
-
Minggu, 27/05/2012 14:26 WIB
Survei LSI, Foke dan Jokowi Masih Cagub Terkuat
-
Minggu, 27/05/2012 12:45 WIB
Kisah Hasidah di Pulau Terluar Indonesia, 1 Rumah 2 Negara
-
Minggu, 27/05/2012 13:40 WIB
Corby Diusulkan Jadi Duta Anti Narkoba
-
Minggu, 27/05/2012 13:23 WIB
Komisi III DPR: Konser Lady Gaga Batal Terganjal Persyaratan
-
669 Komentar
-
288 Komentar
-
255 Komentar
-
224 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 901.000
- Rp 575.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
