Ledakan Pabrik Tewaskan 11 Orang di Pakistan
Selasa, 07/02/2012 16:41 WIB
Lahore
Sebuah bangunan pabrik terbesar kedua di Kota Lahore, Pakistan runtuh akibat ledakan. Sedikitnya 11 orang tewas dan puluhan orang lainnya terperangkap dalam bangunan tersebut.
Menurut Wakil Komisaris Kepolisian Lahore, Ahad Cheema, diduga ada sekitar 62 orang yang berada di pabrik tersebut saat kejadian. Mereka termasuk sejumlah perempuan dan anak-anak. Sejauh ini 14 orang telah berhasil dikeluarkan. Tim penyelamat masih berusaha menyelamatkan 40 korban lainnya yang masih terjebak.
Dua rumah yang berada di dekat pabrik itu juga roboh setelah ledakan yang meruntuhkan gedung pabrik tersebut. Para petugas penyelamat bersama-sama warga setempat dan pihak yang berwenang saat ini berusaha mendatangkan crane ke lokasi kejadian.
"Saya berada di dalam gedung ketika ledakan itu terjadi," kata seorang korban yang selamat, Assad, seperti diberitakan Al-Jazeera, Selasa (7/2/2012).
"Ada dua pria yang bersama saya dan mereka mencoba melarikan diri. Saya tidak tahu mereka ada di mana dan apakah masih hidup," tambahnya.
Para relawan dan petugas penyelamat menggunakan palu, kapak, pahat dan sekop untuk menggeser reruntuhan bangunan dan mengeluarkan para korban.
Menurut Ahad Cheema, pabrik itu sebelumnya pernah ditutup sebanyak tiga kali tetapi tetap dibuka kembali. Polisi menyebut runtuhnya pabrik itu disebabkan oleh ledakan gas. Seorang warga setempatlokal, Munawar Ali mengatakan, pabrik tersebut dimiliki oleh seorang politisi lokal Pakistan. Dia telah menggunakan pengaruhnya untuk membuka kembali pabrik itu meski mendapatkan teguran dari para tetangga pabrik.
(fiq/ita)
Menurut Wakil Komisaris Kepolisian Lahore, Ahad Cheema, diduga ada sekitar 62 orang yang berada di pabrik tersebut saat kejadian. Mereka termasuk sejumlah perempuan dan anak-anak. Sejauh ini 14 orang telah berhasil dikeluarkan. Tim penyelamat masih berusaha menyelamatkan 40 korban lainnya yang masih terjebak.
Dua rumah yang berada di dekat pabrik itu juga roboh setelah ledakan yang meruntuhkan gedung pabrik tersebut. Para petugas penyelamat bersama-sama warga setempat dan pihak yang berwenang saat ini berusaha mendatangkan crane ke lokasi kejadian.
"Saya berada di dalam gedung ketika ledakan itu terjadi," kata seorang korban yang selamat, Assad, seperti diberitakan Al-Jazeera, Selasa (7/2/2012).
"Ada dua pria yang bersama saya dan mereka mencoba melarikan diri. Saya tidak tahu mereka ada di mana dan apakah masih hidup," tambahnya.
Para relawan dan petugas penyelamat menggunakan palu, kapak, pahat dan sekop untuk menggeser reruntuhan bangunan dan mengeluarkan para korban.
Menurut Ahad Cheema, pabrik itu sebelumnya pernah ditutup sebanyak tiga kali tetapi tetap dibuka kembali. Polisi menyebut runtuhnya pabrik itu disebabkan oleh ledakan gas. Seorang warga setempatlokal, Munawar Ali mengatakan, pabrik tersebut dimiliki oleh seorang politisi lokal Pakistan. Dia telah menggunakan pengaruhnya untuk membuka kembali pabrik itu meski mendapatkan teguran dari para tetangga pabrik.
(fiq/ita)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Sabtu, 26/05/2012 17:28 WIB
Media Iran Serukan Hentikan Negosiasi Nuklir dengan Barat
-
Sabtu, 26/05/2012 17:09 WIB
Banjir Renggut 50 Nyawa di Afghanistan, 59.000 Orang Kehilangan Rumah
-
Sabtu, 26/05/2012 16:47 WIB
Michelle Obama Ingin Menjadi Beyonce!
-
Sabtu, 26/05/2012 14:43 WIB
Duh! Kondisi Kemanusiaan di Suriah Kian Memburuk
-
Sabtu, 26/05/2012 14:16 WIB
110 Orang Tewas dalam Serangan Pasukan Suriah
-
Minggu, 27/05/2012 14:26 WIB
Survei LSI, Foke dan Jokowi Masih Cagub Terkuat
-
Minggu, 27/05/2012 12:45 WIB
Kisah Hasidah di Pulau Terluar Indonesia, 1 Rumah 2 Negara
-
Minggu, 27/05/2012 13:40 WIB
Corby Diusulkan Jadi Duta Anti Narkoba
-
Minggu, 27/05/2012 13:23 WIB
Komisi III DPR: Konser Lady Gaga Batal Terganjal Persyaratan
-
669 Komentar
-
288 Komentar
-
255 Komentar
-
224 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 901.000
- Rp 575.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
