detikcom

Ratusan Sopir Truk di Asahan Mogok, Minta Penampungan CPO Ilegal Diberantas

Chaidir Anwar Tanjung - detikNews
Selasa, 07/02/2012 16:32 WIB
Truk CPO Mogok Massal/ Chaidir Tandjung-Detikcom
Pekanbaru Pemilik gudang crude palm oil (CPO) ilegal di Kabupaten Asahan kerap memaksa sopir truk untuk ‘kencing’ di suatu penampungan. Bila tidak mau, para sopir diaiaya dan diancam bunuh. Buntutnya, ratusan sopir truk pengangkut CPO mogok massal.

Ratusan sopir pengangkut CPO mendatangi Mapolres Asahan di Kisaran, Selasa (7/2/2012). Mereka menuntut aparat kepolisian melindungi para sopir dari ganasnya preman dari penampungan CPO ilegal yang berada di sepanjang Jalinsum Asahan - Batubara, Sumut.

Ratusan kendaraan pengangkut CPO ini diparkir di depan Markas Polres Asahan yang memanjang sekitar 3 km. Di dinding truk CPO itu dipajang berbagai poster. "Gudang penampungan CPO Ilegal Harus Ditutup", "Kapolres, Jangan karena para pemilik gudang CPO ilegal memberikan setoran kepada instansimu, kami para sopir teraniaya".

Namun aksi demo mereka ini tidak mendapat tanggapan dari pihak kepolisian. Pihak Polres Asahan terkesan cuek. Salah seorang sopir, Sinulingga, mengatakan, selama ini para sopir truk CPO kerap mendapat perlakuan kasar dari mafia CPO di Asahan. Mafia CPO yang dibekingi oknum aparat, selalu memberhentikan paksa para sopir. Mereka dipaksa menurunkan sebagian minyak CPO ke gudang ilegal tersebut.

"Kalau kita tidak mau, maka kita akan menjadi bulan-bulanan preman. Sudah sering teman-teman kita dianiaya para preman bila tidak mau menurunkan CPO. Kalau istilah kami truk CPO diwajibkan 'kencing' ke gudang ilegal," kata Sinulingga.

Sinulingga menceritakan, setiap gudang CPO memaksa untuk menurunkan minimal 100 kg. Di sepanjang jalan lintas Asahan-Kabupaten Batubara ada 8 penampung CPO ilegal. Seluruhnya memaksa para sopir untuk 'kencing'.

"Sedangkan kami dari lokasi pabrik sudah jelas volumenya yang dibawa. Kalau sampai ke Medan volume CPO kami berkurang, maka kami tidak mendapat uang jalan. Pemilik CPO itu main paksa, karena mereka dibeking aparat," kata Sinulingga.

Manahor, sopir lainnya, menuturkan, setiap kali dipaksa 'kencing', di dalam gudang sudah ada aparat berseragam berikut senjata. Ini belum lagi preman-preman yang mengancam para sopir.

"Kalau kami tidak berhenti, maka truk kami ditandai, dan nanti kami akan dicari lantas dipukuli belasan orang. Kami sudah tidak tahan, saban hari harus menerima teror dari mafia CPO ini," kata Manahor.

Mereka berharap, Mabes Polri menertibkan aksi mafia CPO yang dibekingi oknum aparat. "Kami melakukan aksi mogok ini, agar di pusat sana tahu, bahwa kami para sopir jadi bulan-bulanan mafia CPO yang dibekingi aparat," kata Manahor.

(try/nrl)

Share:


Komentar (0 Komentar)

    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    Lapsus Index »
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel