Australia Serukan Presiden Suriah Mundur
Selasa, 07/02/2012 14:48 WIB
aksi demo di Suriah (AFP)
Canberra
Bertambah lagi negara yang menjatuhkan sanksi terhadap rezim Suriah. Pemerintah Australia memutuskan untuk menerapkan sanksi finansial dan larangan bepergian bagi para pemimpin Suriah.
Menteri Luar Negeri (Menlu) Australia Kevin Rudd pun menyerukan Presiden Suriah Bashar al-Assad untuk mengundurkan diri.
"Assad harus mundur. Kekerasan oleh rezim Assad harus berakhir," kata Rudd di depan parlemen Australia seperti dilansir kantor berita Reuters, Selasa (7/2/2012).
Menurut Rudd, Assad telah menunjukkan ketidakpedulian penuh akan hak-hak dan kesejahteraan rakyat Suriah.
Sebagai sanksi untuk rezim Assad, Australia akan memperluas larangan bepergian dan sanksi-sanksi finansial untuk 75 orang dan 27 lembaga di Suriah. Australia pun akan bekerja sama dengan negara-negara lain untuk membahas kemungkinan sanksi-sanksi lainnya.
Sebelum ini pemerintah Australia menetapkan sanksi larangan bepergian bagi 34 orang dan 13 lembaga di Suriah.
Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memperkirakan, lebih dari 5 ribu orang telah tewas sejak aksi demonstrasi besar-besaran melanda Suriah. Dalam aksinya, warga menuntut pengunduran diri Presiden Assad. Namun tuntutan itu tak dihiraukan Assad yang malah kian gencar memerintahkan kekerasan terhadap para demonstran.
(ita/nrl)
Menteri Luar Negeri (Menlu) Australia Kevin Rudd pun menyerukan Presiden Suriah Bashar al-Assad untuk mengundurkan diri.
"Assad harus mundur. Kekerasan oleh rezim Assad harus berakhir," kata Rudd di depan parlemen Australia seperti dilansir kantor berita Reuters, Selasa (7/2/2012).
Menurut Rudd, Assad telah menunjukkan ketidakpedulian penuh akan hak-hak dan kesejahteraan rakyat Suriah.
Sebagai sanksi untuk rezim Assad, Australia akan memperluas larangan bepergian dan sanksi-sanksi finansial untuk 75 orang dan 27 lembaga di Suriah. Australia pun akan bekerja sama dengan negara-negara lain untuk membahas kemungkinan sanksi-sanksi lainnya.
Sebelum ini pemerintah Australia menetapkan sanksi larangan bepergian bagi 34 orang dan 13 lembaga di Suriah.
Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memperkirakan, lebih dari 5 ribu orang telah tewas sejak aksi demonstrasi besar-besaran melanda Suriah. Dalam aksinya, warga menuntut pengunduran diri Presiden Assad. Namun tuntutan itu tak dihiraukan Assad yang malah kian gencar memerintahkan kekerasan terhadap para demonstran.
(ita/nrl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Sabtu, 26/05/2012 17:28 WIB
Media Iran Serukan Hentikan Negosiasi Nuklir dengan Barat
-
Sabtu, 26/05/2012 17:09 WIB
Banjir Renggut 50 Nyawa di Afghanistan, 59.000 Orang Kehilangan Rumah
-
Sabtu, 26/05/2012 16:47 WIB
Michelle Obama Ingin Menjadi Beyonce!
-
Sabtu, 26/05/2012 14:43 WIB
Duh! Kondisi Kemanusiaan di Suriah Kian Memburuk
-
Sabtu, 26/05/2012 14:16 WIB
110 Orang Tewas dalam Serangan Pasukan Suriah
-
Minggu, 27/05/2012 14:26 WIB
Survei LSI, Foke dan Jokowi Masih Cagub Terkuat
-
Minggu, 27/05/2012 12:45 WIB
Kisah Hasidah di Pulau Terluar Indonesia, 1 Rumah 2 Negara
-
Minggu, 27/05/2012 13:40 WIB
Corby Diusulkan Jadi Duta Anti Narkoba
-
Minggu, 27/05/2012 13:23 WIB
Komisi III DPR: Konser Lady Gaga Batal Terganjal Persyaratan
-
669 Komentar
-
288 Komentar
-
255 Komentar
-
224 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 575.000
- Rp 2,847.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
