Jaga Ketersediaan Pangan, SBY Ajak Masyarakat Bercocok Tanam di Rumah
Selasa, 07/02/2012 13:20 WIB
Jakarta
Seiring bertambahnya jumlah penduduk muncul kekhawatiran soal ketersediaan pangan. Untuk mencegah kelaparan, perlu dilakukan semangat bercocok tanam di lingkungan masyarakat. Langkah itu bisa dimulai di pekarangan rumah sendiri.
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memaparkan persoalan itu di depan ratusan peserta seminar Jakarta Food Security Summit yang digagas KADIN di JCC, Senayan, Jakarta, Selasa (7/2/2012).
Menurut SBY, angka pertumbuhan penduduk harus juga dibarengi dengan sistem ketahanan yang mumpuni.
Berdasarkan data FAO, penduduk dunia saat ini berjumlah 7 miliar dan diprediksi akan bertambah hingga 9 miliar di tahun 2045. Dengan angka tersebut, Indonesia setidaknya harus bisa meningkatkan produksi pangannya hingga 60 persen dari jumlah sekarang.
Bagaimana mencukupinya? SBY memberi contoh kondisi masyarakat di Pacitan, Jawa Timur. Di kampung halaman SBY tersebut, masyarakat sudah aktif bercocok tanam untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya mulai di rumah sendiri.
"Di sana rumahnya kecil-kecil, tapi sudah menanaman tanaman pangan seperti tomat, cabai dan sayuran," ucap SBY.
"Kalau rumah tangga didorong seperti ini, bisa berkaitan dengan ketahanan pangan atau food security," sambungnya.
Selain itu, SBY juga mencontohkan beberapa kondisi di daerah lain, seperti Yahukimo, Papua, kampung nelayan, hingga nasib para petani bawang di Brebes. SBY menyimpulkan, perlu ada perbaikan teknologi dalam bercocok tanam, khususnya untuk daerah yang memiliki persoalan cuaca.
Tidak hanya itu, insentif bagi para petani juga harus menjadi perhatian penting. Bila itu tidak dilakukan, maka mau tidak mau, permintaan dan ketersediaan barang bakal tidak seimbang.
"Kalau insentif kecil, petani tak mau menanam. Ini mempengaruhi supply," tegasnya.
Karena itu, SBY kembali mengingatkan pentingnya menjaga ketersediaan pangan di Indonesia. Kalangan pengusaha yang tergabung di KADIN juga diminta supaya terus memperhatikan sektor agribisnis.
"Marilah kita tidak lengah dan sungguh serius untuk menemukan cara efektif untuk mengatasi masalah itu. Jadikan krisis sebagai peluang," pesan SBY yang tampil berbatik ini.
(mad/aan)
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memaparkan persoalan itu di depan ratusan peserta seminar Jakarta Food Security Summit yang digagas KADIN di JCC, Senayan, Jakarta, Selasa (7/2/2012).
Menurut SBY, angka pertumbuhan penduduk harus juga dibarengi dengan sistem ketahanan yang mumpuni.
Berdasarkan data FAO, penduduk dunia saat ini berjumlah 7 miliar dan diprediksi akan bertambah hingga 9 miliar di tahun 2045. Dengan angka tersebut, Indonesia setidaknya harus bisa meningkatkan produksi pangannya hingga 60 persen dari jumlah sekarang.
Bagaimana mencukupinya? SBY memberi contoh kondisi masyarakat di Pacitan, Jawa Timur. Di kampung halaman SBY tersebut, masyarakat sudah aktif bercocok tanam untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya mulai di rumah sendiri.
"Di sana rumahnya kecil-kecil, tapi sudah menanaman tanaman pangan seperti tomat, cabai dan sayuran," ucap SBY.
"Kalau rumah tangga didorong seperti ini, bisa berkaitan dengan ketahanan pangan atau food security," sambungnya.
Selain itu, SBY juga mencontohkan beberapa kondisi di daerah lain, seperti Yahukimo, Papua, kampung nelayan, hingga nasib para petani bawang di Brebes. SBY menyimpulkan, perlu ada perbaikan teknologi dalam bercocok tanam, khususnya untuk daerah yang memiliki persoalan cuaca.
Tidak hanya itu, insentif bagi para petani juga harus menjadi perhatian penting. Bila itu tidak dilakukan, maka mau tidak mau, permintaan dan ketersediaan barang bakal tidak seimbang.
"Kalau insentif kecil, petani tak mau menanam. Ini mempengaruhi supply," tegasnya.
Karena itu, SBY kembali mengingatkan pentingnya menjaga ketersediaan pangan di Indonesia. Kalangan pengusaha yang tergabung di KADIN juga diminta supaya terus memperhatikan sektor agribisnis.
"Marilah kita tidak lengah dan sungguh serius untuk menemukan cara efektif untuk mengatasi masalah itu. Jadikan krisis sebagai peluang," pesan SBY yang tampil berbatik ini.
(mad/aan)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Minggu, 27/05/2012 15:03 WIB
Karyawan Terlibat Perampokan Alfamart di Depan PN Tangerang
-
Minggu, 27/05/2012 15:01 WIB
Masyarakat Kecewa 6 Cagub DKI Tak Seperti Ali Sadikin
-
Minggu, 27/05/2012 14:58 WIB
Eksekutor Penembak Kamerawan TVRI Ditetapkan Sebagai DPO
-
Minggu, 27/05/2012 14:56 WIB
3 Tewas dan 3 Kritis Dalam Pesta Miras Oplosan di Indramayu
-
Minggu, 27/05/2012 14:54 WIB
Jual Beli Mobil Hasil Curian Digagalkan, 4 Senpi Disita
-
Minggu, 27/05/2012 14:26 WIB
Survei LSI, Foke dan Jokowi Masih Cagub Terkuat
-
Minggu, 27/05/2012 12:45 WIB
Kisah Hasidah di Pulau Terluar Indonesia, 1 Rumah 2 Negara
-
Minggu, 27/05/2012 13:40 WIB
Corby Diusulkan Jadi Duta Anti Narkoba
-
Minggu, 27/05/2012 13:23 WIB
Komisi III DPR: Konser Lady Gaga Batal Terganjal Persyaratan
-
669 Komentar
-
288 Komentar
-
255 Komentar
-
224 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 575.000
- Rp 2,847.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
