Polisi Pagari Kantor Mendagri dengan Kawat Berduri
Selasa, 07/02/2012 13:14 WIB
Ari Saputra/detikcom
Jakarta
Polisi memagari kantor Kemendagri di Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, dengan kawat berduri usai insiden kericuhan dengan warga Tanah Merah yang nekat membangun kakus. Kawat berduri ini dipasang di gerbang Kemendagri hingga trotoar.
Pantuan detikcom, Selasa (7/2/2012), sekitar 300 polisi masih menjaga ketat kantor yang terletak di ring I itu. Sekitar 50 orang demonstran masih berada di sekitar Kemendagri. Mereka duduk-duduk di depan jalur hijau yang ada di depan kantor Menteri Gamawan Fauzi itu.
Lalu lintas dari Jl Veteran menuju Gambir yang awalnya tidak bisa dilalui sekarang sudah mulai lancar kembali. Kendaraan sudah bisa melewati ruas jalan itu.
Sementara itu Ketua Forum Tanah Merah Bersatu M Huda menyatakan warga hanya ingin agar status penduduk mereka diakui dengan mendapatkan KTP. "Kenapa pemain sepakbola asing dengan mudah dapat kewarganegaraan sedangkan kami yang WNI, hafal Pancasila dan hafal Indonesia Raya tidak jelas kewarganegaraannya," keluhnya.
Sebelumnya, 300 personel gabungan Satpol PP dan Polres Metro Jakarta Pusat menyambangi lokasi tersebut pukul 10.30 WIB.
Petugas yang mengenakan tameng dan pentungan dengan sigap merobohkan tenda-tenda pendemo dan toilet permanen yang didirikan warga Tanah Merah dengan martil besar.
Aksi pembongkaran ini langsung mendapat perlawanan dari pendemo. Pendemo berusaha menyelamatkan barang-barang yang diambil petugas Satpol PP.
(nal/nrl)
Pantuan detikcom, Selasa (7/2/2012), sekitar 300 polisi masih menjaga ketat kantor yang terletak di ring I itu. Sekitar 50 orang demonstran masih berada di sekitar Kemendagri. Mereka duduk-duduk di depan jalur hijau yang ada di depan kantor Menteri Gamawan Fauzi itu.
Lalu lintas dari Jl Veteran menuju Gambir yang awalnya tidak bisa dilalui sekarang sudah mulai lancar kembali. Kendaraan sudah bisa melewati ruas jalan itu.
Sementara itu Ketua Forum Tanah Merah Bersatu M Huda menyatakan warga hanya ingin agar status penduduk mereka diakui dengan mendapatkan KTP. "Kenapa pemain sepakbola asing dengan mudah dapat kewarganegaraan sedangkan kami yang WNI, hafal Pancasila dan hafal Indonesia Raya tidak jelas kewarganegaraannya," keluhnya.
Sebelumnya, 300 personel gabungan Satpol PP dan Polres Metro Jakarta Pusat menyambangi lokasi tersebut pukul 10.30 WIB.
Petugas yang mengenakan tameng dan pentungan dengan sigap merobohkan tenda-tenda pendemo dan toilet permanen yang didirikan warga Tanah Merah dengan martil besar.
Aksi pembongkaran ini langsung mendapat perlawanan dari pendemo. Pendemo berusaha menyelamatkan barang-barang yang diambil petugas Satpol PP.
(nal/nrl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Minggu, 27/05/2012 15:03 WIB
Karyawan Terlibat Perampokan Alfamart di Depan PN Tangerang
-
Minggu, 27/05/2012 15:01 WIB
Masyarakat Kecewa 6 Cagub DKI Tak Seperti Ali Sadikin
-
Minggu, 27/05/2012 14:58 WIB
Eksekutor Penembak Kamerawan TVRI Ditetapkan Sebagai DPO
-
Minggu, 27/05/2012 14:56 WIB
3 Tewas dan 3 Kritis Dalam Pesta Miras Oplosan di Indramayu
-
Minggu, 27/05/2012 14:54 WIB
Jual Beli Mobil Hasil Curian Digagalkan, 4 Senpi Disita
-
Minggu, 27/05/2012 14:26 WIB
Survei LSI, Foke dan Jokowi Masih Cagub Terkuat
-
Minggu, 27/05/2012 12:45 WIB
Kisah Hasidah di Pulau Terluar Indonesia, 1 Rumah 2 Negara
-
Minggu, 27/05/2012 13:40 WIB
Corby Diusulkan Jadi Duta Anti Narkoba
-
Minggu, 27/05/2012 13:23 WIB
Komisi III DPR: Konser Lady Gaga Batal Terganjal Persyaratan
-
669 Komentar
-
288 Komentar
-
255 Komentar
-
224 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 575.000
- Rp 2,847.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
