Kemenhub Harus Ikut Bertanggung Jawab Atas Kasus Pilot Nyabu
Selasa, 07/02/2012 10:43 WIB
ilustrasi
Jakarta
Kementerian Perhubungan (Kemenhub) tidak bisa lepas tangan atas kasus pilot nyabu. Salah satu tanggung jawab Kemenhub selain mengawasi kelaikan pesawat juga termasuk urusan awak pesawat.
"Kemenhub hanya fokus dari segi keselamatan dan kelaikan pesawat, tetapi dari segi pilot dilupakan," jelas pengurus harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi saat dihubungi detikcom, Selasa (7/2/2012).
Sebagai regulator, Kemenhub tidak bisa berpangku tangan saja. Keselamatan penumpang di pesawat itu bergantung juga pada pilot. Yang dikhawatirkan, apabila kasus sabu di kalangan pilot ini menjangkau wilayah yang lebih luas.
"Solusinya harus dibongkar jaringan pengguna sabu di pilot. Saya khawatir ini ada mafia, bukan hanya 1-2 kasus. Saya duga bukan hanya di Lion Air saja, tetapi ada yang lain," jelasnya.
Bisa dikatakan, untuk kasus Lion Air saja, Kemenhub tidak ada tindakan tegas. Awal Januari lalu, seorang pilot Lion ditangkap di Makassar, kemudian pekan lalu, pilot SS ditangkap di Surabaya, tetapi tidak ada sanksi atau tindakan apapun yang membuat jera dari Kemenhub kepada maskapai.
"Ini kok Kemenhub seperti setengah hati. Ini harus dicurigai mengapa tidak tegas sanksi yang diberikan kepada maskapai?" tuturnya.
Sebelumnya Dirjen Perhubungan Udara Herry Bhakti sudah memberi keterangan. Dia mengaku penangkapan yang dilakukan BNN sesuai MoU dengan pihak Kemenhub. Sementera itu pihak Lion Air menyerahkan sepenuhnya kasus pilotnya kepada proses hukum. Seorang pilot adalah seorang intelek yang mengerti hukum.
(ndr/nrl)
"Kemenhub hanya fokus dari segi keselamatan dan kelaikan pesawat, tetapi dari segi pilot dilupakan," jelas pengurus harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi saat dihubungi detikcom, Selasa (7/2/2012).
Sebagai regulator, Kemenhub tidak bisa berpangku tangan saja. Keselamatan penumpang di pesawat itu bergantung juga pada pilot. Yang dikhawatirkan, apabila kasus sabu di kalangan pilot ini menjangkau wilayah yang lebih luas.
"Solusinya harus dibongkar jaringan pengguna sabu di pilot. Saya khawatir ini ada mafia, bukan hanya 1-2 kasus. Saya duga bukan hanya di Lion Air saja, tetapi ada yang lain," jelasnya.
Bisa dikatakan, untuk kasus Lion Air saja, Kemenhub tidak ada tindakan tegas. Awal Januari lalu, seorang pilot Lion ditangkap di Makassar, kemudian pekan lalu, pilot SS ditangkap di Surabaya, tetapi tidak ada sanksi atau tindakan apapun yang membuat jera dari Kemenhub kepada maskapai.
"Ini kok Kemenhub seperti setengah hati. Ini harus dicurigai mengapa tidak tegas sanksi yang diberikan kepada maskapai?" tuturnya.
Sebelumnya Dirjen Perhubungan Udara Herry Bhakti sudah memberi keterangan. Dia mengaku penangkapan yang dilakukan BNN sesuai MoU dengan pihak Kemenhub. Sementera itu pihak Lion Air menyerahkan sepenuhnya kasus pilotnya kepada proses hukum. Seorang pilot adalah seorang intelek yang mengerti hukum.
(ndr/nrl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Minggu, 27/05/2012 15:01 WIB
Masyarakat Kecewa 6 Cagub DKI Tak Seperti Ali Sadikin
-
Minggu, 27/05/2012 14:58 WIB
Eksekutor Penembak Kamerawan TVRI Ditetapkan Sebagai DPO
-
Minggu, 27/05/2012 14:56 WIB
3 Tewas dan 3 Kritis Dalam Pesta Miras Oplosan di Indramayu
-
Minggu, 27/05/2012 14:54 WIB
Jual Beli Mobil Hasil Curian Digagalkan, 4 Senpi Disita
-
Minggu, 27/05/2012 14:43 WIB
4 Orang Ditangkap karena Mencuri 1,4 Ton Sawit di PT GGP Lampung
-
Minggu, 27/05/2012 14:26 WIB
Survei LSI, Foke dan Jokowi Masih Cagub Terkuat
-
Minggu, 27/05/2012 12:45 WIB
Kisah Hasidah di Pulau Terluar Indonesia, 1 Rumah 2 Negara
-
Minggu, 27/05/2012 13:23 WIB
Komisi III DPR: Konser Lady Gaga Batal Terganjal Persyaratan
-
Minggu, 27/05/2012 13:40 WIB
Corby Diusulkan Jadi Duta Anti Narkoba
-
669 Komentar
-
288 Komentar
-
255 Komentar
-
224 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 575.000
- Rp 2,847.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
