Sistem Absen Finger Print Juga Mau Diakali Anggota DPR

Elvan Dany Sutrisno - detikNews
Selasa, 07/02/2012 09:16 WIB
foto: detikcom
Jakarta Usaha meningkatkan tingkat kehadiran anggota DPR tidaklah mudah. Sistem absen finger print yang akan diterapkan bahkan tetap saja mau diakali oleh anggota DPR.

"Itu mau dijadikan bohong-bohongan saja, hanya untuk absen saat masuk, jadi saya minta untuk ditunda. Nanti akan
direalisasikan kalau absen diterapkan saat masuk dan keluar," ungkap Ketua DPR Marzuki Alie kepada detikcom, Selasa (7/2/2012).

Soal harga, menurut Marzuki, Setjen DPR juga menganggarkannya terlalu mahal. Untuk absen finger print di ruang rapat paripurna DPR saja disiapkan dana Rp 4 miliar.

"Kalau saya ya itu maksimal Rp 500 juta," kata Marzuki, mendorong efisiensi anggaran proyek ini.

Pandangan senada disampaikan Wakil Ketua DPR Pramono Anung. Dengan efisiensi harga, Pramono juga mendesak sistem absen finger print segera diterapkan tanpa ada akal-akalan.

"Yang paling penting di ruang rapat paripurna itu harus segera diterapkan itu sesuai tatib. Pimpinan DPR yang dari awal mendorong itu jadi seyogyanya segera diterapkan,"tegas Pramono.

(van/nvc)

Share:


Komentar (0 Komentar)

    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    Lapsus Index »
    Cari Penawaran Terbaik di Sini