Sutan Bhatoegana: Sudah Saatnya Pimpinan PD Gentleman
Selasa, 07/02/2012 07:22 WIB
foto: detikcom
Jakarta
Wakil Ketua FPD DPR Sutan Bhatoegana meminta pimpinan PD tegas terhadap kader yang bermasalah. Kalau pimpinan PD tersangkut masalah hukum, Sutan mengimbau agar menghadapinya secara lebih gentleman.
"Saya kira apa yang dikatakan SBY tersebut sudah jelas benar bahwa sudah saatnya Pimpinan PD bertindak tegas terhadap kader PD yang bersalah, apabila tersangkut masalah Hukum harus lebih berani menghadapinya secara gentlemen," imbau Sutan.
Hal ini disampaikan Sutan kepada detikcom, Selasa (7/2/2012).
Sutan juga mengimbau kader PD untuk menjaga soliditas. Agar tidak mudah terprovokasi orang-orang yang ingin menghancurkan PD.
"Juga disebutkan kader-kader PD harus berani bahu-membahu untuk menghadapi anasir-anasir yang ingin menghancurkan PD. Ini semua hasil pertemuan SBY dengan para 9 pendiri deklarator PD melalui forum komunikasi pendiri. Deklarator PD yang merasa terpanggil untuk memberikan saran dan masukan kepada SBY sebagai sesama pendiri," tegas Sutan.
Wajah Partai Demokrat (PD) dicoreng arang lantaran kadernya tersangkut kasus Wisma Atlet. Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum, beserta pengurus DPP hingga jajaran pimpinan partai di daerah diperintahkan untuk tidak pasif dan tiarap terkait kasus ini.
"Harap Ketum dan DPP, Dewan Pembina, Dewan Kehormatan dan pimpinan partai di daerah untuk melakukan penjelasan yang sebenarnya. Jelaskan jangan pasif, jangan tiarap. Atas dasar apa yang berlangsung di KPK, jelaskan duduk perkaranya, jadi adil penilaian publik pada PD," kata SBY di kediamannya di Puri Cikeas, Bogor, Jawa Barat, Minggu (5/2/2012).
SBY juga meminta kader PD berani dalam menghadapi dan melawan upaya yang sangat berlebihan untuk menghancurkan PD. Apalagi upaya penghancuran PD itu tanpa dilandasi logika dan fakta yang bisa dipertanggungjawabkan.
"Jangan mengelak, jangan lari, jangan tiarap. Kebenaran adalah kebenaran, fakta adalah fakta," sambung SBY.
Terkait nama-nama kader PD yang disebut di media massa, lantaran namanya disebut dalam proses pengadilan yang dilaksanakan KPK, SBY lebih suka menunggu keputusan KPK. Dia yakin KPK dan Pengadilan Tipikor akan memberikan keputusan yang sah dan adil.
"Proses hukum yang akan tentukan, seseorang bersalah secara hukum atau tidak. Terkait kode kehormatan, misal money politics dalam skala tidak dimengerti akal sehat, apa yang diproses hukum KPK. Keduanya ada kaitan, karena proses hukum berjalan kita tunggu dan kita hormati seperti apa hasilnya," lanjutnya.
(van/nvc)
"Saya kira apa yang dikatakan SBY tersebut sudah jelas benar bahwa sudah saatnya Pimpinan PD bertindak tegas terhadap kader PD yang bersalah, apabila tersangkut masalah Hukum harus lebih berani menghadapinya secara gentlemen," imbau Sutan.
Hal ini disampaikan Sutan kepada detikcom, Selasa (7/2/2012).
Sutan juga mengimbau kader PD untuk menjaga soliditas. Agar tidak mudah terprovokasi orang-orang yang ingin menghancurkan PD.
"Juga disebutkan kader-kader PD harus berani bahu-membahu untuk menghadapi anasir-anasir yang ingin menghancurkan PD. Ini semua hasil pertemuan SBY dengan para 9 pendiri deklarator PD melalui forum komunikasi pendiri. Deklarator PD yang merasa terpanggil untuk memberikan saran dan masukan kepada SBY sebagai sesama pendiri," tegas Sutan.
Wajah Partai Demokrat (PD) dicoreng arang lantaran kadernya tersangkut kasus Wisma Atlet. Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum, beserta pengurus DPP hingga jajaran pimpinan partai di daerah diperintahkan untuk tidak pasif dan tiarap terkait kasus ini.
"Harap Ketum dan DPP, Dewan Pembina, Dewan Kehormatan dan pimpinan partai di daerah untuk melakukan penjelasan yang sebenarnya. Jelaskan jangan pasif, jangan tiarap. Atas dasar apa yang berlangsung di KPK, jelaskan duduk perkaranya, jadi adil penilaian publik pada PD," kata SBY di kediamannya di Puri Cikeas, Bogor, Jawa Barat, Minggu (5/2/2012).
SBY juga meminta kader PD berani dalam menghadapi dan melawan upaya yang sangat berlebihan untuk menghancurkan PD. Apalagi upaya penghancuran PD itu tanpa dilandasi logika dan fakta yang bisa dipertanggungjawabkan.
"Jangan mengelak, jangan lari, jangan tiarap. Kebenaran adalah kebenaran, fakta adalah fakta," sambung SBY.
Terkait nama-nama kader PD yang disebut di media massa, lantaran namanya disebut dalam proses pengadilan yang dilaksanakan KPK, SBY lebih suka menunggu keputusan KPK. Dia yakin KPK dan Pengadilan Tipikor akan memberikan keputusan yang sah dan adil.
"Proses hukum yang akan tentukan, seseorang bersalah secara hukum atau tidak. Terkait kode kehormatan, misal money politics dalam skala tidak dimengerti akal sehat, apa yang diproses hukum KPK. Keduanya ada kaitan, karena proses hukum berjalan kita tunggu dan kita hormati seperti apa hasilnya," lanjutnya.
(van/nvc)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Sabtu, 19/05/2012 23:18 WIB
4 Mobil Tabrakan Beruntun di Tol Kuningan, Tidak Ada Korban Jiwa
-
Sabtu, 19/05/2012 23:07 WIB
TNI-Polri Amankan Perkebunan Sawit Milik Bakrie Group Pasca Diamuk Massa
-
Sabtu, 19/05/2012 21:59 WIB
Pengunjung Meradang Dituding Ambil Handuk Kamar Hotel di Simalungun
-
Sabtu, 19/05/2012 21:10 WIB
60 Camp Karyawan Perkebunan Sawit Bakrie Group di Jambi Dirusak Warga
-
Sabtu, 19/05/2012 20:17 WIB
Jembatan Penghubung Kabupaten OKI dan Banyuasin Dibangun 2013
-
Sabtu, 19/05/2012 13:09 WIB
Ini Komentar Denny Indrayana Soal Kemenangan Yusril
-
Sabtu, 19/05/2012 18:10 WIB
Nyolong Spion Mobil Alphard, 2 Pemuda Ditabrak Polisi
-
Sabtu, 19/05/2012 06:04 WIB
Kesal Dimintai Uang untuk Beli Alkohol, Wanita Ini Gigit Penis Suaminya
-
Sabtu, 19/05/2012 08:28 WIB
Arkeolog: Piramid di Situs Gunung Padang Luar Biasa Besar!
-
589 Komentar
-
464 Komentar
-
392 Komentar
-
334 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 16/05/2012 08:50 WIB
Jualan Sukhoi dari Pasar Asemka
-
Selasa, 15/05/2012 08:57 WIB
Yang Mistis & Yang Ilmiah di Gunung Salak
-
Selasa, 15/05/2012 13:59 WIB
Presiden IATCA: Kekurangan Pengelolaan Udara Sekarang Akumulasi Masa Lalu
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 464.000
- Rp 2,776.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer



.jpg)


Sending your message



_(baru).gif)

_2.gif)

(2).gif)
