Kemenhub Harus Tindak Maskapai yang Abaikan Keselamatan Penerbangan

Elvan Dany Sutrisno - detikNews
Selasa, 07/02/2012 02:16 WIB
foto: detikcom
Jakarta Wakil Ketua DPR Pramono Anung meminta Kementerian Perhubungan tegas dalam hal keselamatan transportasi. Kemenhub juga perlu memberikan sanksi tegas kepada maskapai yang mengabaikan keselamatan penerbangan seperti kecolongan ternyata ada pilotnya yang mengkonsumsi sabu.

Kasus terakhir adalah tertangkapnya pilot Lion Air, SS (40), saat mengkonsumsi sabu di Surabaya. Menurut Pramono, kasus ini harusnya diperhatikan Kemenhub, jangan terbuai janji maskapai penerbangan untuk meningkatkan pengawasan.

"Ini kan menunjukkan bahwa Kemenhub seakan-akan hanya dibutuhkan ketika mereka mengurus izin terbang, ketika sudah dapat kemudian pengawasannya berkurang. Harusnya pemerintah lebih serius menangani hal ini, bukan saja lisensinya yang dicabut, kalau di luar negeri bisa juga memberikan sanksi kepada maskapai. Karena tanggungjawab maskapai untuk kelayakan seseorang terbang dengan jasmani dan rohani yang sehat," imbau Pramono.

Hal ini disampaikan Pramono kepada detikcom, Selasa (7/2/2012).

Pramono mengimbau maskapai penerbangan untuk lebih memperhatikan keselamatan penerbangan. Yang harus segera dilakukan, menurut Pramono, melakukan tes urine beberapa jam sebelum penerbangan.

"Saya termasuk yang setuju bahwa apapun pilot membawa nyawa banyak orang, sehingga perlu dilakukan cek urine reguler kepada setiap pilot yang punya jadwal terbang. Sebab itu bagian tindakan preventif kepada mereka, kalau mereka masih menggunakan dilarang terbang kalau perlu dicabut izin terbangnya," saran Pramono.

SS ditangkap di Hotel Garden Palace kamar 2019 pada Sabtu (4/2) pukul 03.30 WIB dengan barang bukti 0,04 gram dan alat hisap sabu. SS rencananya akan menerbangkan pesawat pada pukul 06.00 WIB dengan tujuan Surabaya-Makassar- Balikpapan-Surabaya.

Saat ditangkap di kamar itu bersama SS ada 3 temannya. Mereka tengah bermain kartu. Hasil pemeriksaan urine hanya SS yang positif mengkonsumsi sabu, 3 temannya yang lain negatif. SS rencananya akan menerbangkan pesawat pada pukul 06.00 WIB dengan tujuan Surabaya-Makassar-Balikpapan-Surabaya.

Saat ini Kemenhub telah resmi mencabut izin terbang SS. Namun Kemenhub belum memberikan sanksi kepada Lion Air.

Direktur Umum Lion Air, Edward Sirait, sangat menyesalkan kejadian ini. Menurutnya pilot adalah orang yang harusnya taat kepada aturan. Namun Edward tak mau kejadian ini dijadikan dorongan untuk menghentikan sementara operasional Lion Air.

"Jangan mencari tikus di dalam lumbung, lumbungnya dibakar. Itu tidak rasional," kata Edward sebelumnya.

(van/nvc)

Share:


Komentar (0 Komentar)

    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    Lapsus Index »
    Cari Penawaran Terbaik di Sini