Hayono: Yang Bisa Mundurkan Anas Kongres PD & Proses Hukum
Senin, 06/02/2012 12:36 WIB
Jakarta
Banyak kalangan yang mendesak Anas Urbaningrum mundur dari Ketua Umum Partai Demokrat (PD). Bagi anggota Dewan Pembina PD, Hayono Isman, Anas bisa dimundurkan oleh Kongres PD dan proses hukum.
"Tidak boleh kita meminta Anas mundur. Yang bisa memundurkan Anas kongres dan proses hukumnya," kata Hayono di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (6/2/2012).
Menurut dia, tidak adil apabila Anas diberhentikan oleh alasan yang tidak jelas. "Kita tunggu proses KPK dan Dewan Kehormatan terhadap fakta persidangan," ujar pria kelahiran Surabaya 56 tahun lalu ini.
Hayono mengatakan Dewan Kehormatan PD masih mengumpulkan bukti-bukti dugaan adanya money politics dalam kongres PD di Bandung pada 2010 lalu.
Bagaimana jika terbukti ada money politics? "Tanpa harus menunggu proses hukum, partai sudah bisa mengambil langkah karena partai ini harus menjadi partai bersih. Kalau ada pelanggaran, peraturan kita, bisa ambil tindakan," jawab eks politisi Golkar yang menjabat sebagai Menpora di era Orba ini.
Ia juga menilai adanya faksi-faksi di tubuh PD sebagai hal yang wajar. "Di partai mana pun tidak hanya PD, pasti ada faksi. Kita beruntung ada Pak SBY pemersatu faksi-faksi. Jadi bagaimana ke depan kita tidak tergantung pada sosok Pak SBY karena Beliau akan meninggalkan partai secara alamiah. Jangan sampai kalau Pak SBY tidak ada, kita tidak ada lagi perekat," papar Hayono.
(aan/nrl)
"Tidak boleh kita meminta Anas mundur. Yang bisa memundurkan Anas kongres dan proses hukumnya," kata Hayono di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (6/2/2012).
Menurut dia, tidak adil apabila Anas diberhentikan oleh alasan yang tidak jelas. "Kita tunggu proses KPK dan Dewan Kehormatan terhadap fakta persidangan," ujar pria kelahiran Surabaya 56 tahun lalu ini.
Hayono mengatakan Dewan Kehormatan PD masih mengumpulkan bukti-bukti dugaan adanya money politics dalam kongres PD di Bandung pada 2010 lalu.
Bagaimana jika terbukti ada money politics? "Tanpa harus menunggu proses hukum, partai sudah bisa mengambil langkah karena partai ini harus menjadi partai bersih. Kalau ada pelanggaran, peraturan kita, bisa ambil tindakan," jawab eks politisi Golkar yang menjabat sebagai Menpora di era Orba ini.
Ia juga menilai adanya faksi-faksi di tubuh PD sebagai hal yang wajar. "Di partai mana pun tidak hanya PD, pasti ada faksi. Kita beruntung ada Pak SBY pemersatu faksi-faksi. Jadi bagaimana ke depan kita tidak tergantung pada sosok Pak SBY karena Beliau akan meninggalkan partai secara alamiah. Jangan sampai kalau Pak SBY tidak ada, kita tidak ada lagi perekat," papar Hayono.
(aan/nrl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Sabtu, 19/05/2012 23:18 WIB
4 Mobil Tabrakan Beruntun di Tol Kuningan, Tidak Ada Korban Jiwa
-
Sabtu, 19/05/2012 23:07 WIB
TNI-Polri Amankan Perkebunan Sawit Milik Bakrie Group Pasca Diamuk Massa
-
Sabtu, 19/05/2012 21:59 WIB
Pengunjung Meradang Dituding Ambil Handuk Kamar Hotel di Simalungun
-
Sabtu, 19/05/2012 21:10 WIB
60 Camp Karyawan Perkebunan Sawit Bakrie Group di Jambi Dirusak Warga
-
Sabtu, 19/05/2012 20:17 WIB
Jembatan Penghubung Kabupaten OKI dan Banyuasin Dibangun 2013
-
Sabtu, 19/05/2012 21:59 WIB
Pengunjung Meradang Dituding Ambil Handuk Kamar Hotel di Simalungun
-
Sabtu, 19/05/2012 23:07 WIB
TNI-Polri Amankan Perkebunan Sawit Milik Bakrie Group Pasca Diamuk Massa
-
Sabtu, 19/05/2012 19:40 WIB
KNKT Akui Pesawat Sukhoi Diganti, Trimarga: Kami Cuma Sebar Undangan
-
Sabtu, 19/05/2012 21:10 WIB
60 Camp Karyawan Perkebunan Sawit Bakrie Group di Jambi Dirusak Warga
-
589 Komentar
-
464 Komentar
-
392 Komentar
-
334 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 16/05/2012 08:50 WIB
Jualan Sukhoi dari Pasar Asemka
-
Selasa, 15/05/2012 08:57 WIB
Yang Mistis & Yang Ilmiah di Gunung Salak
-
Selasa, 15/05/2012 13:59 WIB
Presiden IATCA: Kekurangan Pengelolaan Udara Sekarang Akumulasi Masa Lalu
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 2,776.000
- Rp 464.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer



.jpg)


Sending your message



_(baru).gif)

_2.gif)

(2).gif)
