detikcom

Angie Menanti Dibui

Bumerang Omongan Sang Putri

M. Rizal - detikNews
Senin, 13/02/2012 12:28 WIB
Jakarta Dalam sebuah tayangan televisi beberapa tahun lalu, Angelina Sondakh bercerita tentang bagaimana ayahnya sejak dulu mendorong putrinya ini untuk tidak berpuas diri dan terus meningkatkan standar keberhasilan. Dorongan itu bentuknya olok-olok agar putrinya terlecut.

Sang ayah jarang memberikan acungan jempol pada Angie. Gelar sarjana S1 dari Unika Atma Jaya, memenangi macam-macam kontes putri-putrian tingkat lokal Sulawesi Utara hingga puncaknya, Putri Indonesia 2001, masih dianggap sebagai prestasi biasa.

Baru ketika Angie mengabarkan dirinya lolos jadi anggota DPR RI hasil Pemilu 2004, sang ayah mengacungkan jempol.

Angelina Patricia Pingkan Sondakh adalah bungsu lima bersaudara dari pasangan Prof. Dr. Lucky Sondakh, MEc, dan Ir Sjul Kartini Dotulong. Ayahnya yang pernah menjabat Rektor Universitas Sam Ratulangi Manado itu menanamkan pendidikan formal sebagai hal utama.

Setelah menamatkan SD dan SMP di Manado, perempuan kelahiran Armidale, New South Wales, Australia, 28 Desember 1977 ini hanya sebentar bersekolah di SMAN 2 Manado. Ia melanjutkan ke bangku SMA dengan masuk Presbyterian Ladies College, Sydney. Pulang ke Indonesia, Angie kuliah di Fakultas Ekonomi Universitas Atma Jaya, Jakarta.

Saat di Manado, Angie rajin ikut kompetisi putri-putrian dan menang. Ambil contoh Puteri Pixy Manado, Puteri Intelegensia, dan Puteri Pantai (ketiganya pada 1995), dan jadi Noni Sulut 1996.

Pada 2001, dia dinobatkan sebagai Puteri Indonesia 2001 mewakili Sulawesi Utara, berlanjut dengan tanggung jawabnya selama setahun penuh.

Usai tugasnya sebagai Puteri Indonesia, Angie meluncurkan buku perdananya, Kecantikan Bukan Modal Utama Saya, pada Juli 2002. Dalam buku ini, dia menyayangkan perannya sebagai Puteri Indonesia yang lebih banyak tampil dalam acara demo kecantikan dan berbicara tidak jauh dari topik kecantikan. Hal ini konon yang membuat Yayasan Puteri Indonesia, penyelenggara Pemilihan Puteri Indonesia, gerah.

Pada Pemilu 2004, Angie terdaftar sebagai salah satu calon anggota legislatif melalui Partai Demokrat. Angie lolos dan berhasil duduk di kursi paling hangat dan empuk di negeri ini. Tugasnya di Komisi X yang menangani bidang Pendidikan, Budaya dan Pariwisata, serta Pemuda dan Olahraga.

Perempuan Manado ini kemudian menikahi aktor yang juga koleganya di DPR dan Partai Demokrat, Adjie Massaid pada 30 April 2009 dan beroleh satu putera, Keanu Jabbar Massaid.

Setahun lalu, 5 Februari 2011, Adjie Massaid meninggal mendadak akibat serangan jantung. Sejak itu, masa cemerlang Sang Puteri ini terjun bebas. Namanya masuk dalam daftar penerima uang sogokan kasus Wisma Atlet di Palembang.

Daftar kekayaan Angie juga mencengangkan. Berdasar Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) Angelina Patricia Pingkan Sondakh yang diberikan ke KPK, 23 Desember 2003, kekayaan Angie Rp 618.263.000 (lebih dari Rp 600 juta) dan US$ 7.500. Namun tujuh tahun kemudian, yakni dari LHKPN per 21 Juli 2010, kekayaannya melambung sepuluh kali lipat, yakni jadi Rp 6.155.441.000 (lebih dari Rp6 miliar) dan US$ 9.628 yang terdiri dari harta bergerak, harta tak bergerak, batu mulia, surat berharga serta giro, dan setara kas.

Jumat, 3 Februari 2012, KPK menetapkan Angie sebagai tersangka suap Wisma Atlet. Padahal pada kampanye 2009, bersama Edhie Baskoro Yudhoyono, Anas Urbaningrum, dan Andi Mallarangeng, Angie tampil dalam iklan antikorupsi di televisi. Ia berkata, “Katakan Tidak pada Korupsi!”

Ketua Dewan Pembina Yayasan Puteri Indonesia Putri Kuswisnu Wardani tetap mengharap Angie tidak terbukti terlibat korupsi. “Sebagai mantan pembina Angie, tentunya saya mengharapkan issue yang merebak belakangan ini tidak benar. Dan mudah-mudahan Angie tetap senantiasa membawa nama baik YPI."

(Tulisan ini merupakan laporan utama Majalah Detik edisi 10 tanggal 23-29 Januari 2012)

Edisi terbaru Majalah Detik (edisi 13 Februari 2012) mengupas tuntas tema 'Jenderal Tersodok Shinta Bachir', juga ikuti artikel lainnya yang tidak kalah menarik seperti rubrik nasional membahas 'Pilot Hobi Nyabu' , rubrik kriminal berita komik "Hikayat Panji Ngamuk ', ekonomi bisnis 'Bersama Malaysia Melawan Amerika',rubrik People 'Ayu Utami Ngebut Kisah Cinta Terlarang’ dan rubrik seni dan hiburan film 'One Day' dan masih banyak artikel menarik lainnya.



(iy/nrl)

Dapatkan ulasan lengkap mengenai laporan & investigasi Majalah Detik melalui iPad dan Android tablet Anda
     

Share:


Komentar (0 Komentar)

    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    Laporan KhususTerbaru Indeks Laporan Khusus »
    Lapsus Index »
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel