Sopir Angkot Meregang Nyawa di Tahanan Polisi Depok
Senin, 06/02/2012 12:17 WIB
ilustrasi
Jakarta
Hamid Rolobessy (45), warga Kelurahan Jatimulya, Kecamatan Tambun Selatan, Bekasi ditangkap Polresta Depok. Namun ajaib, selang beberapa jam setelah penangkapan, pria yang sehari-hari bekerja sebagai sopir angkot itu tewas di tahanan. Diduga Hamid tewas dianiaya.
"Kita mempertanyakan ke aparat Polresta Depok mengapa saudara kami tiba-tiba meninggal begitu kalau tidak ada penganiayaan?," ujar Mance yang mengaku sebagai keluarga korban saat berbincang dengan detikcom, Senin (6/2/2012).
Mance menjelaskan, peristiwa bermula ketika Hamid ditangkap aparat Polresta Depok di sebuah rumah kosong di kawasan Bekasi pada Sabtu (4/2) sekitar pukul 21.00 WIB lalu. Selain Hamid, ada 12 pria lainnya yang saat itu ditangkap.
"Polresta Depok menggerebek mereka dengan tuduhan bahwa mereka pelaku perampokan," ujar Mance.
Mance mengatakan, dari 13 orang tersebut, satu di antaranya tewas yakni Hamid, 3 orang ditahan dan 9 lainnya dilepaskan. Tiga orang yang ditahan yakni Ramli, Jauhari alias Jejer dan Abas. Mance mengetahui peristiwa tersebut dari salah satu teman korban yang dibebaskan polisi.
"Saya mengetahui hal ini dari Zakaria Tuasamu, saudara kami juga. Dia yang kenal dengan korban," imbuh dia.
Menurut keterangan Zakaria kepada Mance, saat penggerebekan itu, ada sekitar belasan polisi yang datang menggerebek lokasi dengan menggunakan 4 unit mobil. 13 orang termasuk Hamid kemudian digiring masuk ke dalam mobil polisi.
"Semuanya matanya ditutup lakban dan tangannya diikat," kata dia.
Bahkan kata dia, sempat terdengar bunyi letusan senjata api yang diduga berasal dari senjata milik polisi. Zakaria mendengar sedikitnya senjata api meletus sebanyak 4 kali.
"Katanya mereka bawa laras panjang. Tapi kita tidak tahu apa ada yang tertembak atau tidak," imbuhnya.
Setelah dibawa masuk ke dalam mobil, ketigabelas orang itu kemudian dibawa ke Ciawi, Bogor. Dalam perjalanan, Zakaria mendengar suara polisi yang mencoba membangunkan salah satu kawannya.
"Kata Zakaria, ada polisi yang bilang 'hei, bangun kamu. Jangan pura-pura tidur'. Entah suara itu ditujukan ke Hamid atau bukan," ujarnya.
Selama di Ciawi, Zakaria tidak mengetahui apa yang terjadi dengan 12 orang lainnya. Minggu (5/2) pagi, mereka kemudian dibawa ke Mapolresta Depok.
"Minggu siang, ada polisi yang menanyakan kepada 12 orang ini 'ada yang kenal dengan namanya Hamid tidak'. Nah Zakaria menjawab 'saya kenal'. Lalu polisi itu katakan bahwa Hamid sudah meninggal," jelasnya.
Setelah dibawa ke Maporlesta Depok, polisi secara resmi menahan 3 orang. Sementara 9 orang lainnya, termasuk Zakaria dibebaskan oleh polisi karena tidak cukup bukti.
"Kalau Hamid sekarang ada di kamar jenazah RS Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur," ujarnya.
Saat ini, Mance melanjutkan, tim dari Front Pembela Muslim Maluku (FPMM) akan mengecek jenazah Hamid ke Rumah Sakit Polri. Mereka juga berencana melaporkan anggota Polres Depok ke Propam Polda Metro Jaya.
Sementara itu, Kasat Reskrim Polresta Depok, Kompol Febri saat dikonfirmasi mengaku belum mengetahui adanya peristiwa itu. "Nanti saya cek dulu ke anggota," ujar Febri saat dihubungi secara terpisah.
(mei/ndr)
"Kita mempertanyakan ke aparat Polresta Depok mengapa saudara kami tiba-tiba meninggal begitu kalau tidak ada penganiayaan?," ujar Mance yang mengaku sebagai keluarga korban saat berbincang dengan detikcom, Senin (6/2/2012).
Mance menjelaskan, peristiwa bermula ketika Hamid ditangkap aparat Polresta Depok di sebuah rumah kosong di kawasan Bekasi pada Sabtu (4/2) sekitar pukul 21.00 WIB lalu. Selain Hamid, ada 12 pria lainnya yang saat itu ditangkap.
"Polresta Depok menggerebek mereka dengan tuduhan bahwa mereka pelaku perampokan," ujar Mance.
Mance mengatakan, dari 13 orang tersebut, satu di antaranya tewas yakni Hamid, 3 orang ditahan dan 9 lainnya dilepaskan. Tiga orang yang ditahan yakni Ramli, Jauhari alias Jejer dan Abas. Mance mengetahui peristiwa tersebut dari salah satu teman korban yang dibebaskan polisi.
"Saya mengetahui hal ini dari Zakaria Tuasamu, saudara kami juga. Dia yang kenal dengan korban," imbuh dia.
Menurut keterangan Zakaria kepada Mance, saat penggerebekan itu, ada sekitar belasan polisi yang datang menggerebek lokasi dengan menggunakan 4 unit mobil. 13 orang termasuk Hamid kemudian digiring masuk ke dalam mobil polisi.
"Semuanya matanya ditutup lakban dan tangannya diikat," kata dia.
Bahkan kata dia, sempat terdengar bunyi letusan senjata api yang diduga berasal dari senjata milik polisi. Zakaria mendengar sedikitnya senjata api meletus sebanyak 4 kali.
"Katanya mereka bawa laras panjang. Tapi kita tidak tahu apa ada yang tertembak atau tidak," imbuhnya.
Setelah dibawa masuk ke dalam mobil, ketigabelas orang itu kemudian dibawa ke Ciawi, Bogor. Dalam perjalanan, Zakaria mendengar suara polisi yang mencoba membangunkan salah satu kawannya.
"Kata Zakaria, ada polisi yang bilang 'hei, bangun kamu. Jangan pura-pura tidur'. Entah suara itu ditujukan ke Hamid atau bukan," ujarnya.
Selama di Ciawi, Zakaria tidak mengetahui apa yang terjadi dengan 12 orang lainnya. Minggu (5/2) pagi, mereka kemudian dibawa ke Mapolresta Depok.
"Minggu siang, ada polisi yang menanyakan kepada 12 orang ini 'ada yang kenal dengan namanya Hamid tidak'. Nah Zakaria menjawab 'saya kenal'. Lalu polisi itu katakan bahwa Hamid sudah meninggal," jelasnya.
Setelah dibawa ke Maporlesta Depok, polisi secara resmi menahan 3 orang. Sementara 9 orang lainnya, termasuk Zakaria dibebaskan oleh polisi karena tidak cukup bukti.
"Kalau Hamid sekarang ada di kamar jenazah RS Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur," ujarnya.
Saat ini, Mance melanjutkan, tim dari Front Pembela Muslim Maluku (FPMM) akan mengecek jenazah Hamid ke Rumah Sakit Polri. Mereka juga berencana melaporkan anggota Polres Depok ke Propam Polda Metro Jaya.
Sementara itu, Kasat Reskrim Polresta Depok, Kompol Febri saat dikonfirmasi mengaku belum mengetahui adanya peristiwa itu. "Nanti saya cek dulu ke anggota," ujar Febri saat dihubungi secara terpisah.
(mei/ndr)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Sabtu, 19/05/2012 23:18 WIB
4 Mobil Tabrakan Beruntun di Tol Kuningan, Tidak Ada Korban Jiwa
-
Sabtu, 19/05/2012 23:07 WIB
TNI-Polri Amankan Perkebunan Sawit Milik Bakrie Group Pasca Diamuk Massa
-
Sabtu, 19/05/2012 21:59 WIB
Pengunjung Meradang Dituding Ambil Handuk Kamar Hotel di Simalungun
-
Sabtu, 19/05/2012 21:10 WIB
60 Camp Karyawan Perkebunan Sawit Bakrie Group di Jambi Dirusak Warga
-
Sabtu, 19/05/2012 20:17 WIB
Jembatan Penghubung Kabupaten OKI dan Banyuasin Dibangun 2013
-
Sabtu, 19/05/2012 21:59 WIB
Pengunjung Meradang Dituding Ambil Handuk Kamar Hotel di Simalungun
-
Sabtu, 19/05/2012 23:07 WIB
TNI-Polri Amankan Perkebunan Sawit Milik Bakrie Group Pasca Diamuk Massa
-
Sabtu, 19/05/2012 19:40 WIB
KNKT Akui Pesawat Sukhoi Diganti, Trimarga: Kami Cuma Sebar Undangan
-
Sabtu, 19/05/2012 21:10 WIB
60 Camp Karyawan Perkebunan Sawit Bakrie Group di Jambi Dirusak Warga
-
589 Komentar
-
464 Komentar
-
392 Komentar
-
334 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 16/05/2012 08:50 WIB
Jualan Sukhoi dari Pasar Asemka
-
Selasa, 15/05/2012 08:57 WIB
Yang Mistis & Yang Ilmiah di Gunung Salak
-
Selasa, 15/05/2012 13:59 WIB
Presiden IATCA: Kekurangan Pengelolaan Udara Sekarang Akumulasi Masa Lalu
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 464.000
- Rp 2,776.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer



.jpg)


Sending your message



_(baru).gif)

_2.gif)

(2).gif)
