3 Kemungkinan Skenario di Demokrat Terkait Kasus Wisma Atlet
Minggu, 05/02/2012 16:10 WIB
Jakarta
Kasus Wisma Atlet menyeret-nyeret nama sejumlah kader Partai Demokrat (PD). Lingkaran Survei Indonesia (LSI) melihat ada tiga kemungkinan skenario yang mungkin terjadi di partai berlambang bintang mercy ini.
"Skenario pertama, SBY dan petinggi Demokrat lainnya mampu meyakinkan Anas Urbaningrum untuk nonaktif secara permanen atau sementara sebagai Ketua Umum, walau belum ditetapkan sebagai tersangka," ujar peneliti senior LSI, Barkah Pattimahu, saat menggelar konferensi pers di kantornya, Jl Pemuda, Rawamangun, Jakarta, Minggu (5/2/2012).
Skenario ini dilakukan agar mudah bagi Demokrat untuk melakukan pemulihan. Untuk kepentingan public relation, inisiatif mundur akan keluar dari mulut Anas sendiri. Nah, agar kebijakan ini fair beberapa petinggi lainnya yang disebut-sebut punya masalah sama dengan Anas pun harus mundur. Orang-orang yang dimaksud Barkah adalah Andi Mallarangeng, Angelina Sondakh dan Mirwan Amir yang namanya kerap disebut terkait kasus Wisma Atlet.
Skenario kedua, Anas tidak bersedia mundur walau ditetapkan sebagai tersangka sekalipun. Alasannya dengan menjadi tersangka, kubu Anas mengatakan belum pasti dia bersalah secara hukum. Kubu Anas akan membuat pesan bahwa ini adalah permainan politik.
"Kubu Anas akan terus melawan dan mengatakan bahwa yang menyebabkan turunnya pamor Demokrat juga kinerja Presiden yang tidak memuaskan. Tapi dalam skenario ini, mereka yang anti Anas cukup kuat dengan aneka gerilya. Mereka melakukan kongres luar biasa (KLB) dan berhasil mengganti Anas selaku ketua umum," papar Barkah.
Skenario ketiga, Anas tidak bersedia mundur tapi KLB sulit terlaksana. KLB tidak kunjung terwujud meski gerakakan anti Anas menguat. Kubu Anas bersikukuh Anas menghadapi kasus hukumnya dan tetap sebagai Ketum Demokrat.
Kubu Anas dinilai berpandangan, selagi Anas tidak lagi menjabat Ketum, maka Anas akan semakin mudah dijaring Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Keyakinan ini yang membuat pendukung Anas mati-matian membela Anas agar tidak mundur sebagai ketum, walau ditetapkan sebagai tersangka sekalipun.
"Skenario ketiga ini hanya akan terjadi jika pendukung Anas masih mengakar. Apalagi jika kubu Anas memliki 'kartu truf' rahasia lain PD yang 'berbahaya'. Jika diganggu, mereka mengancam akan membuka kartu truf itu, Demokrat diancam akan semakin terpuruk," jelas Barkah.
Kendati demikian, LSI belum bisa memastikan skenario mana yang akan terjadi. Yang bisa diprediksi LSI adalah jika kasus Wisma Atlet semakin menjerat petinggi Demokrat dan internal partai ini tidak bisa merespons maka Demokrat akan terpuruk.
"Semakin terkesan Demokrat setengah hati berjuang menumpas korupsi, semakin Demokrat akan terpuruk," ucap Barkah.
(vit/gun)
"Skenario pertama, SBY dan petinggi Demokrat lainnya mampu meyakinkan Anas Urbaningrum untuk nonaktif secara permanen atau sementara sebagai Ketua Umum, walau belum ditetapkan sebagai tersangka," ujar peneliti senior LSI, Barkah Pattimahu, saat menggelar konferensi pers di kantornya, Jl Pemuda, Rawamangun, Jakarta, Minggu (5/2/2012).
Skenario ini dilakukan agar mudah bagi Demokrat untuk melakukan pemulihan. Untuk kepentingan public relation, inisiatif mundur akan keluar dari mulut Anas sendiri. Nah, agar kebijakan ini fair beberapa petinggi lainnya yang disebut-sebut punya masalah sama dengan Anas pun harus mundur. Orang-orang yang dimaksud Barkah adalah Andi Mallarangeng, Angelina Sondakh dan Mirwan Amir yang namanya kerap disebut terkait kasus Wisma Atlet.
Skenario kedua, Anas tidak bersedia mundur walau ditetapkan sebagai tersangka sekalipun. Alasannya dengan menjadi tersangka, kubu Anas mengatakan belum pasti dia bersalah secara hukum. Kubu Anas akan membuat pesan bahwa ini adalah permainan politik.
"Kubu Anas akan terus melawan dan mengatakan bahwa yang menyebabkan turunnya pamor Demokrat juga kinerja Presiden yang tidak memuaskan. Tapi dalam skenario ini, mereka yang anti Anas cukup kuat dengan aneka gerilya. Mereka melakukan kongres luar biasa (KLB) dan berhasil mengganti Anas selaku ketua umum," papar Barkah.
Skenario ketiga, Anas tidak bersedia mundur tapi KLB sulit terlaksana. KLB tidak kunjung terwujud meski gerakakan anti Anas menguat. Kubu Anas bersikukuh Anas menghadapi kasus hukumnya dan tetap sebagai Ketum Demokrat.
Kubu Anas dinilai berpandangan, selagi Anas tidak lagi menjabat Ketum, maka Anas akan semakin mudah dijaring Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Keyakinan ini yang membuat pendukung Anas mati-matian membela Anas agar tidak mundur sebagai ketum, walau ditetapkan sebagai tersangka sekalipun.
"Skenario ketiga ini hanya akan terjadi jika pendukung Anas masih mengakar. Apalagi jika kubu Anas memliki 'kartu truf' rahasia lain PD yang 'berbahaya'. Jika diganggu, mereka mengancam akan membuka kartu truf itu, Demokrat diancam akan semakin terpuruk," jelas Barkah.
Kendati demikian, LSI belum bisa memastikan skenario mana yang akan terjadi. Yang bisa diprediksi LSI adalah jika kasus Wisma Atlet semakin menjerat petinggi Demokrat dan internal partai ini tidak bisa merespons maka Demokrat akan terpuruk.
"Semakin terkesan Demokrat setengah hati berjuang menumpas korupsi, semakin Demokrat akan terpuruk," ucap Barkah.
(vit/gun)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Minggu, 27/05/2012 16:30 WIB
Survei: Mayoritas Warga DKI Tak Yakin Banjir Bisa Selesai dalam 3 Tahun
-
Minggu, 27/05/2012 16:26 WIB
Tabrak Jakmania di Dekat Halte Halimun, TransJ Diamuk Massa
-
Minggu, 27/05/2012 16:24 WIB
Pemprov Sumut Inventarisir 5 Calon Nama Bandara Kualanamu
-
Minggu, 27/05/2012 15:58 WIB
Jusuf Kalla: Soal Capres, Tunggu Saja!
-
Minggu, 27/05/2012 15:53 WIB
Merampas Motor di 21 Lokasi, Briptu Dirwanto Ditangkap di Indramayu
-
Minggu, 27/05/2012 16:26 WIB
Tabrak Jakmania di Dekat Halte Halimun, TransJ Diamuk Massa
-
Minggu, 27/05/2012 15:48 WIB
Mercy Terbakar di Depan PIM 2, Lalin Sempat Macet
-
Minggu, 27/05/2012 14:26 WIB
Survei LSI, Foke dan Jokowi Masih Cagub Terkuat
-
Minggu, 27/05/2012 15:43 WIB
Jelang Pilkada DKI, Foke Minta Petuah Jusuf Kalla
-
698 Komentar
-
288 Komentar
-
255 Komentar
-
224 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 901.000
- Rp 6,047.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message



.gif)

_2.gif)
_3.gif)
